Reskiono : Pemerintah Daerah Harus Peduli Menyelesaikan Permasalahan Pemberdayaan Kesejahteraan Perempuan dan Anak

Kadis DPPPA Riau Berharap Semua Stakholder Saling Bersinergi

Kadis DPPPA Provinsi Riau Dra Hj Tengku Hidayati Effiza MM saat foto bersama denagn peserta pelatihan

PEKANBARU--, (KIBLATRIAU. COM) -- Pelaksanaan pelatihan bagi anggota Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa)  Daerah Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau pada hari Rabu (11/7) dan  Kamis (12/7) berjalan lancar,.  Para anggota sangat antusias mengikuti acara yang dilakukan di Ball Room Hotel Grand Cokro tersebut. 

Hadir pada acara itu Kadis Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Riau Dra Hj Tengku Hidayati Effiza MM, Reskiono perwakilan dari Kementriaan DPPA Pusat serta para stakholder lainnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Provinsi Riau Dra Hj Tengku Hidayati Effiza MM menjelaskan, bahwa terbentuknya Puspa Riau ini pada tahun 2017 yang lalu. 

Oleh sebab itu dengan adanya keberadaan Puspa Riau ini dapat bersama-sama dengan pihak terkait dalam menyelesaikan permasalahan terkait kesejahteraan perempuan dan anak bisa diselesaikan dan dipikul bersama-sama. Karena dalam Puspa ini terdiri dari berbagai elemen seperti dari ikatan boga, Iwapi, UMKM, Kemennag ,  kalangan media serta pihak lainnya.

"Makanya dengan adanya pelatihan ini diharapkan semua stakholder bisa bersinergi dan saling membantu. Dengan begitu apa permasalahan yang terjadi bisa diselesaikan secara bersama-sama," ungkap Hidayati.

Diterangkan Hidayati , pihaknya akan terus memberikan dukungan kepada pengurus Puspa Riau ini dalam membuat terobosan dan program kerja.

"Jadi setelah Puspa Riau ini, maka kedepannya diharapkan di setiap daerah juga akan dibentuk Puspa. Dengan begitu akan mempermudah dalam menyelesaikan masalah yang terjadi. Makanya yang paling penting menjalin hubungan dan selalu bersinergi dengan semua stakholder," harap Hidayati.

Sementara itu, Reskiono yang juga sebagai Kabid Partisipasi Kelembagaan DPPA RI kepada wartawan mengatakan bahwa kegiatan pelatihan bagi anggota Puspa ini sangat penting dalam menyelesaikan berbagai permasalahan tentang pemberdayaan perempuan dan anak. 

" Kami dari DPPA RI sangat mendukung kegiatan yang dilakukan oleh Puspa Provinsi Riau ini dengan menghadirkan peserta yang ada di seluruh kabupaten/kota.

 Karena dengan adanya pelatihan seperti ini, tentunya apa permasalahan yang terjadi di setiap daerah tentang perempuan dan anak biaa diselesaikan dengan baik. Intinya kita seluruh pihak yang terkait harus saling bersinergi dan membantu, sehingga kesejahteraan perempuan dan anak bisa berjalan dengan baik," ungkap Reskiono.

Dikatakan Reskiono, permasalahan terkait perempuan dan anak di setiap daerah pasti ada, makanya diharapkan kepada semua pihak saling berkoordinasi dalam menyelesaikan hal itu, sehingga akan didapatkan solusinya.

"Yang paling penting setiap daerah mau berbuat dan peduli tentang permasalahan yang terjadi . Selain itu, bisa merangkul seluruh stakholder untuk bergandeng tangan. 

Dengan begitu apa permasalahan yang terjadi bisa diselesaikan dengan baik.Karena setiap masalah tidak dibisa diselesaikan sendiri jika tidak dibantu oleh pihak yang lainnya. 

Maka dari itu, perlu kerjasama yang kuat dengan semua elemen masyarakat, sehingga permasalahan yang terjadi dapat diselesaikan secara bijaksana," ungkap Reskiono.

Lanjut Reskiono, ia juga berharap dengan telah dibentuknya Puspa Provinsi Riau ini maka kedepannya  bisa berjalan dengan baik dan mengembangkan program ke setiap daerah."Kita sangat menyambut baik kegiatan yang dilakukan Puspa Provinai Riau ini. 

Selain itu, kita tetap mendorong dan memberikan suport agar kedepannya keberadaan Puspa Riau ini bisa membuat program kerja, sehingga apa yang diharapkan bisa tercapai dengan baik," ujar Reskiono.

Diketahui acara pelatihan bagi anggota Puspa daerah kabupaten/kota se-Provinsi Riau ini dibuka oleh Kepala Dinas DPPPA Riau Dra Hj Tengku Hidayati Effiza MM, Rabu (11/7).

 Sementara itu peserta yang ikut puluhan orang yang terdiri dari 12 Kabupaten dan Kota. Dalam acara pelatihan ini dilakukan juga sesi tanya jawab, sehingga membuat semakin meriah dan khidmat. Bahkan pada hari Kamis (12/7) terlihat para peserta asik dan santai mendengar pemaparan yang disampaikan narasumber terkait permasalahan perempuan dan anak.  (Hen)


Berita Lainnya...

Tulis Komentar