Program Ini Dilauncingkan secara Serentak se-Indon

689 Peserta bakal Ikuti Sekolah Kader Pengawas Partisipatif di Riau

Ketua Bawaslu Provinsi Riau, Rusidi Rusdan

PEKANBARU--(KIBLATRIAU.COM)-- Sebanyak 689  peserta bakal mengikuti Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) di Riau karena mereka telah dinyatakan Lulus dan Memenuhi Syarat (MS), Jum'at (1/5/2020).

Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) adalah sebuah bentuk pembelajaran kepada masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam pengawasan pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2020.

Rencananya, program ini akan dilauncingkan secara serentak se-Indonesia besok tanggal 2 Mei 2020. Di mana bertepatan dengan hari Pendidikan Nasional, sedangkan di Riau dimulai senin tanggal 4 Mei 2020.

Untuk di Provinsi Riau, Launcing SKPP rencana akan dilaksanakan hari Senin 4 Mei 2020 pada pukul 11.00 WIB, dengan menggunakan media jejaring video telekomfrence, Bawaslu Provinsi Riau melaksanakan tatap muka dengan peserta yang lulus.

Ketua Bawaslu Provinsi Riau, Rusidi Rusdan mengatakan, bahwa pembukaan SKPP nanti secara resmi akan diikuti oleh seluruh peserta di 12 Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau.

Adapun rincian jumlah peserta SKPP yang memenuhi syarat di tiap Kabupaten Kota se-Provinsi Riau yaitu Kota Pekanbaru dengan jumlah peserta sebanyak 251 orang, disusul oleh Kabupaten Kampar sebanyak 112 orang. 

Kemudian, di Kabupaten Bengkalis 53 orang, Kabupaten Rokan Hilir 50 orang, Kabupaten Siak 43 orang, Kabupaten Indragiri Hilir 41 orang, Kabupaten Rokan Hulu 35 orang. Selanjutnya di Kabupaten Kuantan Singingi 31 orang, Kabupaten Pelalawan 25 orang, Kabupaten Indragiri Hulu 22 orang, Kabupaten Kepulauan Meranti 14 orang, dan Kota Dumai 13 orang.

Dari 689 orang tersebut, tercatat sebanyak 426 peserta berjenis kelamin laki-laki, dan 264 peserta berjenis kelamin perempuan.

Rusidi menjelaskan, bahwa dalam mekanisme launcing tersebut, Mohammad Afifuddin anggota Bawaslu RI akan menyaksikan acara tersebut. Sedikitnya terdapat 6 (enam) point utama yang akan diberikan kepada peserta SKPP nantinya.

enam point tersebut yakni mapping potensi konflik sosial, pembangunan jejaring antara masyarakat sipil, media, perguruan tinggi, komunitas antara masyarakat dengan peserta. Penyusunan langkah antisipatif pelanggaran, mendorong pengawasan partisipatif masyarakat dan optimalisasi media sosial, dan yang terakhir penggunaan instrumen yang terukur dalam pengawasan di tiap tahapan pemilihan.

Neil Antariksa, selaku Kordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga mengajak kepada seluruh masyarakat khususnya kepada peserta yang telah dinyatakan lulus agar  mengikuti pembelajaran SKPP dengan  antusias mulai dari pembukaan hingga ujian akhir pada bulan Juni 2020 mendatang.

"Kami mengajak kepada seluruh masyarakat umumnya dan peserta yang lulus, mari sama-sama kita bergabung dan mengikuti pembukaan. Kemudian pembelajaran yang akan disiarkan melalui media sosial Bawaslu Provinsi Riau." tutur Neil Antariksa.(Hen)


Berita Lainnya...

Tulis Komentar