Digitalisasi Sangat Penting bagi Pengembangan UMKM

Jumat, 18 Maret 2022 - 21:28:03 WIB

Ketua PWI Riau H Zulmansyah foto bersama dalam acara UMKM di Saik , Jumat (18/3/2022)

SIAK--(KIBLATRIAU.COM)-- Sempena Hari Pers dan Hari Ulang Tahun Persatuan Wartawan Indonesia (HUT PWI) banyak menggelar rangkaian kegiatan. 

Di antaranya banyak rangkaian kegiatan itu, yang pokok antara lain pameran Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Siak Bangkit. Ada juga kegiatan olahraga dan go green. Semua kegiatan itu, diselenggarakan di Kota Siak Sri Indrapura.

"Hari ini kita sama-sama menghadiri pameran UMKM Siak Bangkit. Dan mudah-mudahan teman-teman PWI yang hadir se Riau, yang kita perkirakan hadir sekitar 150 orang wartawan banyak-banyaklah belanja di pameran UMKM Siak Bangkit ini," ungkap Ketua PWI Riau H Zulmansyah Sekedang saat menyampaikan sambutan pada acara pembukaan Pameran UMKM Siak Bangkit dalam rangka menyemarakkan Puncak Perayaan Hari Pers Nasional (HPN) dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 PWI Tahun 2022 yang berlangsung di Lapangan Siak Bermadah Kota Siak Sri Indrapura, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Jumat (18//03/2022) siang.

Dan khusus PWI, sebut Zulmansyah, juga ada bagi-bagi hadiah. Yakni hadiah Lomba Karya Tulis Jurnalistik (LKTJ) dan Lomba Karya Foto Jurnalistik (LKFJ).

"Hadiahnya banyak. Nanti hadiahnya dibelanjakan di pameran UMKM Siak Bangkit ini," ajak Zulmansyah.

Waktu menghadiri acara HPN di Kendari, sebut pria supel yang akrab disapa Zum ini, PWI Riau berencana ingin memakai batik Siak, Batik Istana. Bahkan sudah dipesan, ternyata bahannya sedikit. Tidak cukup untuk 100 orang. 

"Akhirnya kita tak jadi pesan batik Siak itu, karena produknya terbatas. Dan kita akhirnya memakai baju Melayu di acara HPN Kendari bersama Pak Presiden Joko Widodo. Yang ingin saya katakan adalah, ternyata UMKM kita ini banyak yang tidak siap untuk skala besar. Padahal sekarang ini zamannya promosi digital. Dan kita lihat banyak batik-batik Siak antara lain dipromosikan lewat media digital. Tapi begitu kita pesan, jumlahnya sedikit. Bahkan butuh waktu lama misalnya jika kita memesan dalam porsi yang banyak," katanya.

PWI Riau, sebut Zulmansyah, selalu memerlukan kostum, pakaian yang jumlahnya banyak. Minimal 50 stel.

"Kalau kita pesan lewat digital, selalu jumlahnya tidak cukup. Itu sudah terbukti ketika kita akan ke Kendari ingin pesan batik Istana Siak ternyata tidak cukup. Nah saya ingin menyampaikan harapan, mudah-mudahan dengan dukungan Pemerintah Daerah UMKM ini mungkin bisa disiapkan untuk menghasilkan produk-produk yang besar.

"Batik Siak mungkin tidak hanya batik tulis. Mungkin bisa pakai batik cetak. Tapi gambarnya Istana Siak. Karena waktu kami audiensi dengan Gubernur Riau, beliau pakai batik warna putih, batik istana. Sewaktu kami sampaikan, kami ke Kendari dengan batik istana beliau respon sekali. Tapi tanya dulu dinda, jangan-jangan di Siak itu, cukupnya 4 sampai 5 stel saja ," sebut Zulmansyah.

Sementara itu, Wakil Bupati Siak Husni Mirza dalam sambutannya mengatakan, pada era digital seperti saat ini digitalisasi sangat penting bagi pengembangan UMKM. Tujuan digital marketing ini, tidak hanya untuk memperluas target pasar, namun juga untuk mendorong pertumbuhan UMKM.

Mengenai program digitalisasi ini, Husni menyampaikan masih ada tantangan yang harus diwaspadai. Sebab menurutnya kesenjangan digital masih terjadi saat ini.

"Nah, untuk itu kita menyarankan, agar UMKM di Siak ini semuanya naik kelas, wajib mengikuti perkembangan zaman, yakni mengemas digital marketing. Tapi yang betul-betul. Jangan sekedarnya saja," ujarnya.

Husni mengatakan, pemerintah daerah juga akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk membantu pelaku UMKM agar dapat mengembangkan produknya.

"Kita berencana membuat Mal UMKM. Ini bertujuan untuk mempromosikan produk-produk UMKM yang ada di Siak," kata Husni.

Tidak hanya sekedar mempromosikan, lanjut Husni, Mal UMKM ini nantinya juga dapat mempermudah wisatawan yang berkunjung ke Siak untuk mendapatkan produk-produk dari UMKM yang belum terpromosikan dengan baik.

"Dengan adanya Mal UMKM ini, wisatawan yang datang ke mari nantinya juga makin gampang mendapatkan oleh-oleh khas Siak. Rata-rata pelaku UMKM di sini kan produk makanan. Maka itu, makanan yang di jual harus tahan lama. Tapi sehat untuk dikonsumsi," pungkasnya. ***