Rokok Ilegal Tanpa Cukai Marak Beredar di Kabupaten Pelalawan

Selasa, 25 Juni 2024 - 20:30:53 WIB

Ilustrasi rokok ilegal

PELALAWAN -- (KIBLATRIAU.COM)--Sejumlah rokok berbagai merek tanpa lebel dan pita bea cukai, marak beredar luas di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.

Hal itu ditandai dengan terlampau banyak toko harian maupun kios-kios pengecer yang menjual rokok ilegal secara bebas, belum ada tindakan dari aparat penegak hukum (APH).

Salah satu alasan rokok tanpa cukai ini laris manis karena harganya yang murah dibandingkan dengan rokok yang telah memiliki izin resmi dari pemerintah.

Ironisnya, rokok tanpa cukai yang beredar di Kabupaten Pelalawan ini diduga kuat menjadi lahan bisnis empuk bagi agen dan pengedar. Bahkan tersiar kabar rokok dikirim dalam jumlah besar dari Tembilahan, Kabupaten Inhil dan Pekanbaru, melalui jalur darat.

Peredaran rokok tanpa cukai di Kabupaten Pelalawan memang semakin menggila bukan saja di kota Pangkalan Kerinci, tapi juga telah menyebar di Kecamatan Langgam, Pangkalan Kuras, Pangkalan Lesung dan Ukui.

Setelah berbagai merek rokok baru tanpa pita cukai terus berdatangan yang diperoleh datanya bukan saja dari luar negeri melalui pelabuhan tikus di kota Tembilahan, Kabupaten Inhil yang dipasok ke kabupaten Pelalawan

Tetapi juga rokok tanpa cukai datang dari Pulau Jawa yang dipasok melalui agen di Pekanbaru kepada penampung di Pangkalan Kerinci dan Sorek, Kecamatan Pangkalan Kuras.

"Biasanya pengecer mengambil rokok murah tanpa cukai baik yang dari Batam melalui Tembilahan ataupun dari Pulau Jawa agennya di Kerinci sama Sorek," ujar salah satu penyaluran rokok non cukai ke toko-toko dan kios di Pangkalan Kerinci yang minta identitasnya dirahasiakan.

Untuk mengelabui petugas, para pemasok rokok tanpa cukai mengunakan mobil pribadi atau mobil angkutan penumpang, dan beraksi pada malam hari. Hingga saat datang langsung dibongkar dan dimasukan ke dalam gudang.

Setelah itu baru disebar ke toko dan kios-kios di seluruh pelosok-pelosok di Kabupaten Pelalawan, ada yang mengunakan sepeda motor dan juga mobil pribadi.

"Tidak susah mau beli rokok ada dimana-mana. Selain murah, rokok tanpa cukai juga banyak jenis mulai dari mentol hingga filter. Setiap hari beli aman-aman aja," ucap Is salah seorang penikmat rokok tanpa cukai tersebut.

Namun, maraknya peredaran rokok tanpa cukai di Pelalawan, khususnya di Pangkalan Kerinci harus menjadi perhatian khusus pihak berwewenang, selain merugikan negara bisnis rokok ilegal juga bisa terancam hukuman penjara.


Sebagaimana diatur di Pasal 54 Undang-undang No 39 Tahun 2007 tentang Cukai menyebutkan, menawarkan atau menjual rokok polos atau rokok tanpa cukai terancam pidana penjara 1 sampai 5 tahun, dan atau pidana denda 2 sampai 10 kali nilai cukai yang harus dibayar.

"Kita minta aparat penegak hukum baik kepolisian dan Bea Cukai, untuk turun melakukan penertiban peredaran rokok ilegal di Kabupaten Pelalawan. Kalau tidak kondisi kian parah dan rokok resmi ada pita cukai akan kalah yang berimbas pada pendapatan negara lewat cukai rokok," pungkasnya. ***