Coach Educator Course Licensi D PSSI di Padang Resmi Ditutup

Rabu, 05 Februari 2025 - 10:03:57 WIB

Pelaksanaan Coach Educator Course Licensi D PSSI di Kota Padang dari 28 Januari s/d 3 Februari 2025, telah ditutup secara resmi.

PEKANBARU--(KIBLATRIAU.COM)--  Pelaksanaan Coach Educator Course Licensi D PSSI di Kota Padang dari 28 Januari s/d 3 Februari 2025, telah ditutup secara resmi. Dimana, peserta yang berjumlah 20 orang berasal dari Sumbar 13 orang, Riau 5 orang, Jambi 1 Orang Kepri 1 orang dan Jawa Barat 1 orang dan mereka  sudah kembali ke daerah asal masing-masing.

Waketum PSSI Ratu Tisha pada kesempatan peninjauan di lapangan UNP Padang melihat secara langsung bagaimana para Studen Coach belajar dan berlatih untuk menjadi calon seorang instruktur, sangat senang karena semua peserta mengikuti materi yang diajarkan dapat dikerjakan dengan serius dan baik oleh peserta.

" Semua peserta ini nantinya akan menjadi calon instruktur di garis depan untuk memajukan persepakbolaan Indonesia, tentunya sebagai ujung tombak terdepan guna membentuk pelatih-pelatih berlicenci “D” yang akan melatih anak-anak di usia 6 s/d 9 tahun sebagai cikal bakal pemain sepakbola handal," ujar Ratu Tisha.

Terlaksananya Coach Educator Course Licensi D PSSI ini, pihak PSSI bekerjasama dengan beberapa unsur antara lain FIFA tenaga Instruktur  dan dari sisi finalsial PSSI bekerjasama dengan pihak LPDUK Kemenegpora melalui INASPRO.

Disisi lain 5 orang peserta yang mengikuti Coach Educator Course Licensi D PSSI berasal Asprov PSSI Provinsi Riau, masing-masing Yulneldi Tanjung, Yayan Askab Kampar, Dodi Ismon, Syamsir Suryana Askot Pekanbaru dan Noparlin Askab Kuantan Singingi.


Melalui Yulneldi Tanjung, sebagai jurubicara Tim ini, menjelaskan “ Pada prinsipnya mereka yang 5 orang  ini bertekad untuk memajukan dunia sepakbola di daerah Provinsi Riau, kedepan dan sudah siap untuk ditugaskan dimana saja oleh pihak Asprov kalau diberi kesempatan.

"Dari hasil mengikuti Coach Educator Course Licensi D PSSI di Padang, banyak materi baru yang diberikan oleh Instruktur FIFA Sean Douglas itu. Nanti, bisa diajarkan kepeda para calon pelatih berlicenci D guna melatih dan mendidik para calon pemain sepakbola usia muda. Terutama dikategori usia 6 s/d 9 tahun.
Dan itu juga tak terlepas dari filosofi sepakbola Indonesia yang menggunakan istilah “ FILANESIA “ pemain sepakbola di akar rumput mereka yang berusia 6 s/d 9 tahun itu tata cara melatihnya sangat berbeda dengan pemain yang sudah berusia diatas 13 tahun," ungkapnya. (Syamsir.S).