Mahasiswa UMRI Galang Dana untuk Korban Bencana Sumatera Darurat

Jumat, 28 November 2025 - 19:07:06 WIB

Mahasiswa UMRI saat melakukan aksi Galang dana untuk korban Sumatera, Jum'at (28/11/2025)

Laporan:  Rizki Kurniawan 
Pekanbaru


         TAMPAK aksi solidaritas bagi korban bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat digelar mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) di tengah meningkatnya jumlah korban jiwa di tiga provinsi tersebut, Jum'at (28/11/2025).

Berdasarkan data resmi BNPB dan aparat terkait, tercatat 82 orang meninggal dunia hingga hari ini, dengan rincian 55 korban di Sumatera Utara, 21 di Sumatera Barat, dan 6 korban di Aceh.

Sejumlah warga masih dinyatakan hilang, terutama di Aceh, sementara proses evakuasi masih berlangsung di wilayah-wilayah yang aksesnya terisolasi.

Kerugian material di Sumatera Barat diperkirakan mencapai sekitar Rp 4,9 miliar, angka sementara yang kemungkinan bertambah seiring pendataan lanjutan.

Banyak rumah rusak, fasilitas umum terdampak, dan ribuan warga harus mengungsi akibat cuaca ekstrem yang memicu banjir dan longsor. Pemerintah pusat telah mengirimkan berbagai bantuan tanggap darurat, termasuk tenda, perahu karet, generator listrik, logistik makanan, serta tim SAR yang terus bekerja membantu penyelamatan dan pemulihan.

Di tengah kondisi darurat ini, mahasiswa UMRI  menginisiasi galang dana bertajuk “Sumatera Darurat”.


Salah satu mahasiwa, Dhio Gonzales, menjelaskan bahwa kegiatan telah dimulai sejak Kamis dan berjalan selama tiga hari hingga Sabtu. Titik penggalangan dana dilakukan di Pasar arengka, depan SKA, dan Simpang SM Amin. Seluruh donasi nantinya akan diserahkan ke LAZISMU UMRI untuk kemudian disalurkan langsung kepada korban bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar.

Dhio menyampaikan bahwa jumlah dana sementara diperkirakan sekitar satu juta rupiah, meski angka pasti belum ditentukan karena menunggu akumulasi akhir. Ia menegaskan bahwa para relawan tetap bersemangat meskipun cuaca hujan.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak menghalangi tekad mereka untuk menggalang bantuan selama situasi masih memungkinkan dilakukan di lapangan.

"Selain uang, masyarakat juga dipersilakan menyumbangkan pakaian maupun bahan makanan melalui LAZISMU, yang telah berkoordinasi dengan relawan mahasiswa," ujarnya.

Pada kesempatan ini, Dhio mengajak masyarakat Riau untuk tidak hanya menyaksikan musibah melalui video atau berita, melainkan turut bergerak membantu. Ia berharap semakin banyak warga yang tergerak memberikan bantuan bagi saudara-saudara di wilayah terdampak.

Aksi kemanusiaan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban para korban, sementara proses pencarian, evakuasi, dan bantuan darurat masih terus dilakukan oleh tim gabungan di tiga provinsi tersebut. ***