Damkar Pekanbaru Latih Relawan PMI Cegah Terjadi Potensi Kebakaran
Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pekanbaru bekerjasama dengan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Pekanbaru menggelar pelatihan pencegahan dan penanggulangan kebakaran, bertempat di Gedung PMI Kota Pekanbaru, Sabtu (27/12/2025
PEKANBARU--(KIBLATRIAU.COM)-- Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pekanbaru bekerjasama dengan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Pekanbaru menggelar pelatihan pencegahan dan penanggulangan kebakaran, bertempat di Gedung PMI Kota Pekanbaru, Sabtu (27/12/2025).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesiapsiagaan, serta kemampuan peserta dalam menghadapi potensi kebakaran, baik di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat. Pelatihan tersebut diikuti oleh pengurus, relawan PMI serta undangan lainnya.
Dalam pelatihan ini, tim dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Pekanbaru memberikan materi terkait penyebab umum kebakaran, langkah-langkah pencegahan dini, prosedur keselamatan, hingga teknik penanganan awal saat terjadi kebakaran. Peserta juga dibekali pemahaman mengenai penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) secara benar dan aman.
Ketua PMI Kota Pekanbaru, H. Abdul Jamal, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen PMI dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, khususnya relawan, agar siap menghadapi berbagai situasi darurat. Sinergi dengan Dinas Pemadam Kebakaran diharapkan dapat memperkuat upaya mitigasi bencana kebakaran di Kota Pekanbaru.
" Dengan adanya sinergi bersama Dinas Pemadam Kebakaran, kita harapkan dapat memperkuat upaya mitigasi bencana kebakaran di Kota Pekanbaru," ujar Jamal.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Pekanbaru, Zarman Candra, S.STP., M.Si menekankan pentingnya edukasi dan pelatihan berkelanjutan sebagai langkah awal dalam menekan risiko dan dampak kebakaran. Menurutnya, penanganan awal yang tepat dapat meminimalisir kerugian dan menyelamatkan jiwa.
Melalui pelatihan ini, PMI Kota Pekanbaru dan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Pekanbaru berharap peserta mampu menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing, sekaligus turut berperan aktif dalam menciptakan masyarakat yang lebih waspada, tanggap, dan peduli terhadap bahaya kebakaran.
Menurutnya, penanganan awal yang tepat dapat meminimalisir kerugian dan menyelamatkan jiwa.
Untuk itu dengan adanya pelatihan pencegahan dan penanggulangan kebakaran, para peserta diharapkan mampu menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing.
"Sekaligus turut berperan aktif dalam menciptakan masyarakat yang lebih waspada, tanggap, dan peduli terhadap bahaya kebakaran," tutur Zarman. (Kim)