Ustadz Juliaris MAg Sampaikan Ceramah Agama, Inilah Penjelasannya

Ahad, 04 Januari 2026 - 11:03:35 WIB

Ustadz Juliaris MAg menyampaikan ceramah agama usai sholat subuh berjamaah di Masjid Nurul Muhsinin, Ahad (4/1/2026)

PEKANBARU--(KIBLATRIAU.COM)-- Ustadz Juliaris MAg menyampaikan ceramah agama usai sholat subuh berjamaah. Kajian rutin itu dilaksanakan oleh pengurus Masjid Nurul Muhsinin yang berada di Jalan Ikan Mas, Kelurahan Tangkerang Barat,  Kecamatan Marpoyan Damai, Ahad (4/1/2026). Sebelum menyampaikan ceramah agama, ustadz Juliaris MAg  pertama-tama mengucapkan puji syukur atas kehadirat Allah  SWT yang telah  memberikan kesehatan, kesempatan serta keberkahan, sehingga  bersama-sama bisa datang ke masjid untuk menghadiri kajian majelis ilmu.Selain itu, tak lupa pula, ustadz  Juliaris juga berkirim salawat kepada Nabi  Muhammad SAW, karena dengan banyak bersalawat nantinya akan diberikan safaat dan diakui  sebagai  
umatnya di yaumil  akhir kelak. Amin ya rabbal alamin.


Dalam ceramah agama ini, ustadz Juliaris membahas tentang ayat yang ada di dalam Alquran yakni surat Al Kahfi ayat 101. Pada ayat ini  Allah SWT mengingatkan keras kepada manusia (hamba red) yang amalannya terputus, karena sudah merasa melakukan yang terbaik , namun di sisi Allah SWT tidak bernilai sama sekali.

''Makanya dalam ayat ini, kita diingatkan untuk melakukan refleksi diri atau muhasabah diri. Dengan begitu, kita akan tahu apa saja kesalahan perbuatan dosa yang pernah kita  lakukan, sehingga kita banyak beristiqfar kepada Allah SWT. Intinya, sikap menutup diri dari tanda-tanda kebesaran Allah SWT dan menolak kebenaran akan menyebabkan hilangnya semua amal dan kerugian besar di akhirat, karena mereka tidak  mengimani adanya Allah SWT dan hari kebangkitan,'' jelas ustadz Juliaris di hadapan jamaah yang hadir.


Pada kesempatan ini, ustadz Juliaris MAg memaparkan terkait enam perkara yang merusak amalan. Adapun enam perkara itu antara lain, sibuk mencari aib orang lain, keras hati, cinta dunia berlebihan, sedikit rasa malu, panjang angan-angan (menunda taubat), dan berbuat kezaliman yang tak henti. ''Jika seseorang melakukan hal-hal ini, pahala ibadah yang telah dikerjakan bisa hangus atau terhapus, sehingga amalannya sia-sia di sisi Allah SWT. Oleh sebab itu, kita harus bisa melakukan hal-hal yang baik, sehingga semua amalan yang kita lakukan tetap terjaga dan diterima oleh Allah SWT,'' tutur ustadz Juliaris. ***

Berikut penjelasan Enam perkara tersebut:


Al istighlal bi 'uyub al-khalq (Sibuk dengan aib orang lain): Terlalu fokus mengurusi kesalahan orang lain hingga lupa memperbaiki diri sendiri.
Qaswat al-qulub (Kerasnya hati): Hati yang menjadi keras sehingga sulit menerima kebenaran, nasihat, atau hidayah.
Hubbu dunya (Cinta dunia): Terlalu mencintai kenikmatan duniawi secara berlebihan, sehingga melupakan tujuan akhirat.
Qillatul haya' (Sedikit rasa malu): Kehilangan rasa malu untuk melakukan perbuatan maksiat atau hal-hal yang dilarang Allah SWT
Thulul amal (Panjang angan-angan): Merasa hidup masih lama di dunia sehingga menunda-nunda taubat dan kebaikan.
Dhulmun la yantahi (Kezaliman yang tak pernah berhenti): Terus-menerus melakukan perbuatan zalim (aniaya) baik kepada diri sendiri maupun orang lain, yang dapat menghapus pahala.