Inilah Tanda-tanda Taubat Diterima Menurut Islam
Ilustrasi bertaubat.
JAKARTA--(KIBLATRIAU.COM)-- Setiap manusia tidak luput dari dosa dan maksiat. Namun sebaik-baiknya orang yang melakukan kesalahan adalah mereka yang memohon ampunan atau bertaubat kepada Allah SWT.Di tengah rasa penyesalan atas dosa yang telah diperbuat, sering kali muncul pertanyaan dalam hati, apakah Allah SWT telah menerima taubat kita? Mengenai hal ini, Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an surah An-Nisa' ayat 18,
وَلَيْسَتِ التَّوْبَةُ لِلَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ السَّيِّاٰتِۚ حَتّٰىٓ اِذَا حَضَرَ اَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ اِنِّيْ تُبْتُ الْـٰٔنَ وَلَا الَّذِيْنَ يَمُوْتُوْنَ وَهُمْ كُفَّارٌ ۗ اُولٰۤىِٕكَ اَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا اَلِيْمًا
Artinya: "Tidaklah taubat itu (diterima Allah) bagi orang-orang yang melakukan keburukan sehingga apabila datang ajal kepada seorang di antara mereka, (barulah) dia mengatakan, "Saya benar-benar bertaubat sekarang." Tidak (pula) bagi orang-orang yang meninggal dunia, sementara mereka di dalam kekufuran. Telah Kami sediakan azab yang sangat pedih bagi mereka."
Tata Cara Sholat Taubat dan Doa yang Dianjurkan Rasulullah
Untuk menjawab kekhawatiran umat Islam apakah taubat telah diterima oleh Allah SWT atau belum, simak penjelasan berikut mengenai tanda-tanda diterimanya taubat serta syarat-syarat agar taubat kita diterima Allah SWT.
Tanda-tanda Taubat Diterima Allah SWT
Dikutip dari buku Ibadah-Ibadah Paling Terhormat Bagi Pelaku Maksiat Agar Taubat Nasuha karya Muhammad Nasrullah, terdapat beberapa tanda untuk mengetahui apakah taubat kita telah diterima oleh Allah SWT, antara lain sebagai berikut:
1. Hati Jadi Jauh Lebih Tenang
Orang yang sering berbuat maksiat dan dosa, hatinya tidak akan pernah tenang. Bahkan, meskipun kehidupannya serba berkecukupan dan tidak pernah mendapat cobaan dalam semua urusannya.
Oleh karena itu, hati yang menjadi lebih tenang dan tenteram bisa menjadi salah satu tanda bahwa taubat seseorang telah diterima Allah SWT. Ketenteraman hati juga bisa didapat dengan mengingat Allah SWT.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an surah Ar-Ra'd ayat 28:
الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ ۗ
Artinya: "(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram."
2. Menjauhi Perbuatan Maksiat
Tanda lain yang dapat diketahui bahwa taubat seseorang telah diterima Allah SWT adalah apabila dia menjauhi perilaku maksiat. Dia akan lebih senang berkumpul dengan orang-orang saleh. Dia menyadari bahwa jika dia tetap bergaul dengan para pelaku maksiat, dia akan terpengaruh dan terkena getahnya.
Rasulullah SAW telah mengingatkan umatnya untuk pandai dalam memilih teman, sebagai beliau bersabda,
"Perumpamaan kawan yang baik dan kawan yang buruk seperti seorang penjual minyak wangi dan seorang peniup alat untuk menyalakan api (pandai besi). Adapun penjual minyak wangi, mungkin dia akan memberikan hadiah kepadamu, atau engkau membeli darinya, atau engkau mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, mungkin dia akan membakar pakaianmu, atau engkau mendapatkan bau yang buruk." (HR Bukhari dan Muslim)
3. Mendahulukan Beribadah daripada Kepentingan Lain
Jika taubat seseorang telah diterima, Allah SWT akan menunjukkan jalan menuju ketaatan. Hatinya akan selalu tergerak untuk beribadah kepada Allah SWT. Kedekatan dengan Allah SWT dijadikan sebagai prioritas utama dalam hidupnya. Tidak ada satu pun di dunia ini yang dianggapnya lebih penting daripada menjalankan perintah Allah SWT.
4. Lebih Banyak Bersyukur
Orang yang taubatnya diterima Allah SWT akan lebih bersyukur atas segala nikmat yang diberikan-Nya. Dia akan menyadari bahwa semua hal yang dimilikinya di dunia hanyalah titipan Allah SWT untuk digunakan di jalan-Nya. Sikap seperti ini menunjukkan bahwa orang tersebut benar-benar menyadari kebesaran Allah SWT.
Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur'an surah Ibrahim ayat 7,
وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ
Artinya: "(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras."
5. Akhlaknya Jadi Lebih Baik
Orang yang taubatnya telah diterima Allah SWT, maka dirinya telah disucikan dari dosa yang selama ini menyelimutinya. Oleh karena itu, akhlak orang tersebut akan menjadi lebih baik. Dia akan menjadikan Rasulullah SAW sebagai suri teladan dalam menjalin hubungan dengan Allah SWT maupun sesama manusia.
6. Terus Berupaya Memperbaiki Diri
Salah satu syarat dalam melakukan taubat adalah adanya rasa penyesalan atas dosa yang telah dilakukan dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi. Oleh karena itu, orang yang taubatnya diterima Allah SWT, dapat dilihat dari upayanya untuk terus memperbaiki diri.
Syarat-syarat Diterimanya Taubat
Para ulama, seperti dikatakan Imam Nawawi dalam kitab Riyadus Salihin dan Qudamah Al-Muqaddis dalam kitab Mukhtasar Minhaj Al-Qasidin, yang dinukil dari buku Kado Terindah untuk Orang yang Berdosa oleh Saiful Hadi El-Sutha, mengatakan terdapat beberapa syarat agar diterimanya taubat, antara lain:
1. Adanya Penyesalan Pernah Berbuat Dosa
Syarat diterimanya taubat adalah adanya penyesalan karena telah melakukan dosa. Rasulullah SAW menganggap bahwa penyesalan adalah bentuk dari pertaubatan karena telah melakukan dosa. Sebagaimana sabda beliau, "Penyesalan adalah taubat." (HR Ahmad)
2. Adanya Usaha Menjauhi Dosa
Adanya usaha untuk menjauhkan diri dari perbuatan dosa juga menjadi syarat diterimanya taubat. Sebagai contoh, seorang pecandu minuman keras, ketika dia menyatakan untuk bertaubat, maka dia harus menghindar dari berkunjung ke tempat atau lingkungan yang dapat menyeret dia untuk minum minuman keras kembali.
3. Adanya Keinginan Kuat Tidak Mengulangi Dosa
Tidak diterima taubat seseorang, jika orang tersebut masih melakukan kesalahan yang sama. Bahkan orang seperti ini dapat dikatakan mempermainkan taubat dan melecehkan Allah SWT.
4. Mengembalikan Hak-hak Orang Lain
Mengembalikan hak-hak orang lain yang pernah diambil olehnya, sebagai salah satu bentuk taubat, atau meminta kerelaan kepada pihak yang pernah dirampas haknya. Jika hak orang lain yang dirampas masih ada, dan memungkinkan untuk dikembalikan, maka dia harus mengembalikannya. Namun jika tidak, dia harus meminta kerelaan atau menggantinya.
5. Adanya Perubahan dalam Ucapan dan Perbuatan
Seseorang yang bertaubat, maka terdapat perubahan dalam ucapan dan perbuatan yang buruk menjadi lebih baik lagi, sesuai ketentuan Allah SWT dan Rasul-Nya. (Net/Hen)