Pipa Gas PT Transportasi Gas Indonesia Meledak, Ratusan Masyarakat Mengungsi Lima Jam

Ahad, 11 Januari 2026 - 13:17:46 WIB

Pihak PT TGI saat mendampingi Sekda Kabupaten Inhu, Zulfahmi Adrian bersama Polres Inhu saat meninjau lokasi pipa gas yang mengalami kebocoran

 

INHU--(KIBLATRIAU.COM)-- Sebanyak lima unit rumah warga di Desa Tani Makmur Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) terdampak ledakan pipa gas milik PT Transportasi Gas Indonesia. Bahkan ratusan masyarakat di desa itu harus mengungsi lima jam lamanya keluar dari desa tersebut.

Sebagaimana diketahui, satu unit rumah yakni milik Ahmad Hojali (40) kondisinya terlihat cukup parah. Karena rumah milik Ahmad Hojali paling terdepan dengan pipa gas yang meledak pada Jumat (9/1/2026) sekira pukul 00.20 WIB.

Adapun rumah yang terdampak yakni, rumah milik Ahmad Hojali, Supriyanto, Aan, Adi dan Edi Tamsil.

Ahmad Hojali mengatakan bahwa, pada malam kejadian, ia bersama bersama istri dan anaknya belum tidur.

"Sore hingga malam sempat turun hujan. Namun jelang kejadian (pipa meledak) masih ada gerimis," ungkap Hojali.

Sekira pukul 00.15 WIB sambungnya, tiba-tiba terdengar suara ledakan mirip suara petir diiringi dengan getaran. Anehnya, sebelum suara mirip petir itu tidak diawali atau tidak ada kilat. Kemudian, suara mirip petir itu berlangsung lama dan tidak berhenti begitu juga dengan getaran.

Tidak lama kemudian, tiba-tiba tanah bercampur pasir dan batu masuk ke dalam rumahnya dari bagian atas atau atap.

"Saya langsung peluk istri dan anak. Kami ketakutan dan tidak mengetahui apa yang terjadi," terangnya.

Karena tanah bercampur pasir batu semakin banyak masuk ke dalam rumah, Ahmad Hojali akhirnya mengajak istri dan anaknya ke rumah tetangga dengan jarak sekitar lima meter. Di luar rumah menjelang ke rumah tetangganya juga ada semburan tanah bercampur pasir.

Ketika rumah tetangga yakni Supriyanto digedor, juga mengalami hal yang masa. Sehingga mereka sepakat di tengah malam itu mengungsi ke tempat yang lebih aman sekitar 700 meter.

Setelah mendapat informasi dari PT TGI, ia baru pulang ke rumah menjelang pagi setelah sempat mengungsi sekitar 15 kilometer. Namun warga tidak boleh mendekat ke lokasi pipa yang meledak.

“Kami mengetahui pipa meledak setelah bersama-sama dengan warga lainnya saat menuju tempat pengungsian," ujarnya.

Untuk itu harapnya, kepada pihak TGI hendaknya dapat mengkaji ulang atas pipa yang ada. Sehingga kejadian yang sama tidak terulang kembali.

Kemudian untuk rumahnya yang rusak hendaknya ada perhatian dari perusahaan.

"Kami juga berharap, apa ada rencana relokasi ke tempat yang lebih aman tetapi itu tidak memaksa," harapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Inhu Zulfahmi Adrian AP MSI bersama pihak kepolisian serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Inhu meninjau bekas ledakan pipa gas di Desa Tani Makmur.

Di mana, kunjungan itu dalam rangka memastikan penangkapan pipa gas yang mengalami bocor dapat diatasi.

Lokasi terjadinya pipa gas yang mengalami bocor berada di len 3 Dusun Tani Makmur Desa Tani Makmur Kecamatan Rengat Barat atau sekitar 13 KM dari Kantor Bupati Inhu di Jalan Lintas Timur Kelurahan Pematang Reba.

Menunju lokasi tersebut melintasi Kelurahan Pematang Reba, Desa Pematang Jaya, Sungai Baung dan Bukit Petaling.

Jalan menuju lokasi pipa bocor ketika memasuki Desa Sungai Baung, merupakan jalan batu tanah. Namun jalan menuju lokasi pipa gas yang mengalami bocor layak dilalui.

Di sela-sela peninjauan itu, Sekda Inhu Zulfahmi Adrian mengatakan bahwa, pihaknya bersama pihak kepolisian dan pihak perusahaan turun ke lapangan untuk memastikan penanganan pipa gas mengalami bocor.

"Alhamdulillah, dari hasil peninjauan, kondisi pipa gas yang mengalami bocor sudah dapat diatasi pihak perusahaan," ungkap Zulfahmi Adrian.

Peninjauan itu, sebutnya, tim Pemkab dan pihak kepolisian memastikan betul-betul pipa yang bocor tidak lagi berdampak kepada masyarakat. Namun pihak perusahaan sudah menyampaikan komitmen melakukan perbaikan dan mengupayakan sesuatu yang terdampak akan ditangani.

Untuk itu, katanya, Pemkab Inhu memberikan apresiasi kepada pihak perusahaan yang telah melakukan penanganan.

Di mana dalam penanganan dapat berkolaborasi dengan tingkat desa, kecamatan, KPBD serta pihak PT Inecda.

Lebih jauh disampaikannya, kepada masyarakat diimbau agar tidak salah mendapatkan informasi.

Namun informasi tentang pipa bocor harus dari perusahaan atau pihak desa. Sehingga kejadian pipa gas yang bocor tidak menjadi momok bagi masyarakat.

"Semoga masyarakat tidak resah dan perusahaan dapat menangani pipa gas yang bocor dengan baik," harapnya.

Sebagaimana dilihat di lapangan, Jumat pagi, gas yang menyembur sudah dapat diatasi pihak perusahaan. Bahkan, warga yang mengungsi sudah pulang ke rumah.

Public Relations (PR) PT TGI, Firman mengatakan bahwa, pasca kejadian pihaknya lebih fokus pada perbaikan dan keamanan warga sekitar.

"Kami berkomitmen terus melakukan perbaikan dan memberikan keamanan kepada warga," ujar Firman.

Selain itu, pihak TGI juga melakukan proses investigasi terkait penyebab terjadinya kebocoran pada pipa. Kemudian dalam proses investigasi juga berkordinasi degan pihak terkait.

"Bisa saja, penyebab pipa bocor akibat pergeseran tanah. Namun belum dapat disimpulkan," ucapnya.

Ketika ditanya berapa lama proses perbaikan. Firman belum dapat memprediksi berapa lama proses perbaikan pipa tersebut.

"Tim masih perlu identifikasi dan alat-alat berat belum datang semua. Untuk informasi selanjutnya akan diinfokan lebih lanjut," tuturnya. (Uya)