PSPS Pekanbaru Tundukkan Persekat Tegal 2-0, Pemain Tampil Agresif
Pemain PSPS Pekanbaru Asir saat melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Persekat Tegal Jumat (16/1/2026)
PEKANBARU--(KIBLATRIAU.COM)-- Bermain di Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, menjadi saksi kebangkitan dan ketenangan PSPS Pekanbaru. Dalam laga yang berjalan penuh tensi tinggi, Askar Bertuah sukses menundukkan Persekat Tegal dengan skor 2-0, dalam laga lanjutan liga 2 Pegadaian Championship, Jumat (16/1/2026).Kemenangan itu lewat kombinasi gol cepat dan penyelesaian dingin di menit-menit akhir.Sejak peluit awal dibunyikan wasit, PSPS Pekanbaru tampil agresif. Dukungan suporter tuan rumah seolah memberi energi tambahan bagi anak asuh Aji Santoso untuk langsung mengambil inisiatif serangan. Diperkuat dengan sejumlah pemain asing baru dan pemain lokal, mereka menunjukkan kepercayaan pelatih dengan memberikan tiga poin bagi Askar Bertuah.
Hasilnya pun cepat terlihat. Gol pembuka tercipta di babak pertama melalui Asir Aziz yang memanfaatkan umpan cut back matang dari sisi kanan. Tembakan keras Asir meluncur mulus ke dalam gawang Persekat, membawa PSPS unggul 1-0.Keunggulan tersebut membuat PSPS bermain lebih percaya diri. Namun Persekat bukan tanpa perlawanan. Tim tamu mencoba keluar dari tekanan dan beberapa kali merepotkan lini pertahanan PSPS, terutama di babak kedua. Salah satu momen paling menegangkan terjadi saat Rocky Mandosir melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti. Stadion sempat terdiam, sebelum bola membentur mistar gawang dan kembali ke lapangan.
Pemain PSPS Pekanbaru sendiri tak tinggal diam. Meski beberapa kali kesulitan menembus rapatnya pertahanan Persekat, peluang demi peluang terus diciptakan. Antonio Gamaroni sempat mendapat kesempatan emas di menit ke-80, namun sepakan pemain asing tersebut masih melenceng jauh dari sasaran.Ketika pertandingan tampak akan berakhir dengan skor tipis, momen yang ditunggu akhirnya tiba. Menjelang menit ke-89, skema serangan PSPS kembali berjalan rapi.Alfin Tuasalamony mengirimkan crossing yang diterima Douglas, sebelum bola dialirkan ke depan gawang. Di sanalah Antonio Gamaroni berdiri di posisi tepat, menyambar bola dengan satu sentuhan untuk mencetak gol perdananya bersama PSPS Pekanbaru.
Gol tersebut seakan menjadi pelepas beban bagi Antonio sekaligus penegas kemenangan PSPS. Skor berubah menjadi 2-0, dan Persekat pun semakin sulit mengejar ketertinggalan. Lima menit tersisa tak mampu dimanfaatkan tim tamu untuk mencetak gol balasan.Peluit panjang akhirnya menutup pertandingan dengan sorak sorai pendukung PSPS. Kemenangan 2-0 ini bukan sekadar tambahan tiga poin, tetapi juga menunjukkan kedewasaan permainan PSPS Pekanbaru mampu menyerang cepat, bertahan disiplin, dan mengunci kemenangan di saat yang tepat. Bagi Antonio Gamaroni, malam itu menjadi awal cerita baru bersama Askar Bertuah.

Pelatih PSPS Pekanbaru, Aji Santoso sangat bersukur dengan hasil maksimal yang diraih timnnya. Target 3 poin ini menjadi modal bagi PSPS Pekanbaru untuk bangkit, dengan perubahan hampir 50 persen pemain setelah dibukanya transfer pemain pada akhir putaran kedua ini. ''Kami bersukur pertandingan yang berat dan penuh tekanan mental, kami mendapatkan poin tiga. Karena mereka banyak pemain baru asing pertama main disini, jadi perlu adaptasi dan alhamdulilah mereka bermain cukup bagus, meskipun perlu ditingkatkan lagi. Karena ini main pertama home pertama dengan permainan cukup berat,'' terang Aji Santoso usai pertandingan.
Aji Santoso mengakui bahwa penampilan pemain asing yang baru serta pemain lokal yang baru, belum 100 persen menunjukkan performanya. Ini dikarenakan pemain asing yang baru bergabung dan perlu adaptasi dengan pemain lainnya. Namun para pemain baru ini telah menampilkan permainan terbaik, meski belum 100 persen. ''Ini pemain baru saya, saya sudah tahu kualitasnya seperti apa, mulai starting lineup hanya satu pemain asing Douglas kondisinya masih capek saya tidak berani memaksa, Francis belum main. Ringgo wajar karena masih butuh adaptasi tetapi dengan penampilan itu sudah bagus, pegang bola bagus, umpannya ada beberapa kali salah itu masih bisa di toleransi. Melihat kualitasnya masih bisa dikembangkan,” jelas Aji Santoso.
Pelatih Persekat Tegal, Putu Gede, mengakui adanya perubahan cukup signifikan dari skuat PSPS. Tidak disiplinnya pemain Persekat membuat timnya gagal membawa pulang poin dari kandang PSPS. Ia menilai permainan PSPS tidak begitu berbahaya, bahkan timnya mempunyai peluang untuk bisa menyamakan kedudukan, namun gagal dimanfaatkan dengan baik oleh pemainnya. ''Jalannya pertandingan dan sudah diprediksi sebelumnya, dan kami juga mengantisipasi menit akir babak pertama dan babak kedua.
Dalam situasi pertandingan pemain tidak disiplin, tapi saya apresiasi buat pemain. Ada momen bisa menyamakan kedudukan, satu pinalti gagal dan mengenai tiang,'' ujar Putu Gede.''Serangan PSPS tidak ada yang berbahaya, dua momen itu yang menghasilkan gol, dan kami mesti belajar dari pertandingan ini. Secara keseluruhan perubahan dari PSPS sangat signifikan bagus, jadi berbeda ketika pertemuan awal, sekarang kelihatan ciri khas coach Aji Santoso,'' tuturnya. ***