Surat yang Dibaca saat Sholat Dhuha? Inilah Penjelasan Lengkap dan Tata Caranya
Ilustrasi sholat Dhuha
JAKARTA--(KIBLATRIAU.COM)-- Sebagaimana diketahui sholat dhuha merupakan sholat sunah yang dilakukan dengan dua rakaat salam. Batas minimalnya adalah dua rakaat dan maksimalnya 12 rakaat.Sholat dhuha memiliki banyak keutamaan, salah satunya sholat dhuha bernilai sedekah sebagaimana sabda Rasulullah SAW."Setiap ruas dari anggota tubuh di antara kalian pada pagi hari, harus dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kebaikan adalah sedekah, dan mencegah kemungkaran adalah sedekah. Dan semua itu dapat disepadankan dengan mengerjakan sholat dhuha 2 rakaat." (HR Muslim)
Sholat dhuha memang tidak memiliki bacaan surat yang bersifat wajib. Meski demikian, para ulama menjelaskan adanya surat-surat tertentu yang dianjurkan untuk dibaca.Lalu, apa saja surat pendek yang dibaca saat sholat dhuha?
Surat yang Dibaca saat Sholat Dhuha
Merujuk buku Sholat Dhuha Dulu, Yuk karya Imron Mustofa, tata cara sholat dhuha pada dasarnya sama dengan sholat sunnah lainnya. Meski tidak ada bacaan surat yang diwajibkan, terdapat beberapa surat yang dianjurkan untuk dibaca pada tiap rakaat
sholat Dhuha.
Setelah membaca surat Al-Fatihah pada rakaat pertama, dianjurkan membaca surat Asy-Syams. Adapun pada rakaat kedua, surat yang dianjurkan adalah surat Ad-Dhuha setelah Al-Fatihah. Seseorang juga boleh membaca surat Ad-Dhuha pada rakaat pertama dan surat Al-Insyirah pada rakaat kedua.Meski demikian, membaca surat lain dari Al-Quran tetap diperbolehkan. Pemilihan surat dapat disesuaikan dengan kemampuan, hafalan, dan kenyamanan masing-masing orang yang melaksanakan sholat dhuha.
Selain itu, terdapat pula susunan bacaan surat yang dinilai lebih utama dengan cara digabungkan. Pada rakaat pertama dibaca Surat Asy-Syams dan Al-Kafirun, kemudian pada rakaat kedua dibaca Surat Ad-Dhuha dan Al-Ikhlas.Adapun untuk rakaat selanjutnya, dianjurkan membaca Surat Al-Kafirun pada rakaat pertama dan Surat Al-Ikhlas pada rakaat kedua. Penjelasan ini sebagaimana dikutip dari NU Online.
Berikut ini bacaan surat-surat yang dianjurkan pada sholat dhuha.
Baca juga:
Kapan Waktu Sholat Dhuha Terbaik dan Batas Waktunya? Ini Penjelasannya
1. Bacaan Surat As-Syams
وَالشَّمْسِ وَضُحٰىهَاۖ ١
wasy-syamsi wa dluḫâhâ
Artinya: "Demi matahari dan sinarnya pada waktu duha (ketika matahari naik sepenggalah)"
وَالْقَمَرِ اِذَا تَلٰىهَاۖ ٢
wal-qamari idzâ talâhâ
Artinya: "Demi bulan saat mengiringinya"
وَالنَّهَارِ اِذَا جَلّٰىهَاۖ ٣
wan-nahâri idzâ jallâhâ
Artinya: "Demi siang saat menampakkannya,"
وَالَّيْلِ اِذَا يَغْشٰىهَاۖ ٤
wal-laili idzâ yaghsyâhâ
Artinya: "Demi malam saat menutupinya (gelap gulita),"
وَالسَّمَاۤءِ وَمَا بَنٰىهَاۖ ٥
was-samâ'i wa mâ banâhâ
Artinya: "Demi langit serta pembuatannya,"
وَالْاَرْضِ وَمَا طَحٰىهَاۖ ٦
wal-ardli wa mâ thaḫâhâ
Artinya: "Demi bumi serta penghamparannya,"
وَنَفْسٍ وَّمَا سَوّٰىهَاۖ ٧
wa nafsiw wa mâ sawwâhâ
Artinya: "Dan demi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)-nya,"
فَاَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰىهَاۖ ٨
fa al-hamahâ fujûrahâ wa taqwâhâ
Artinya: "Lalu Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya,"
قَدْ اَفْلَحَ مَنْ زَكّٰىهَاۖ ٩
qad aflaḫa man zakkâhâ
Artinya: "Sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu)"
وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسّٰىهَاۗ ١٠
Wa qad khâba man dassâhâ
Artinya: "dan sungguh rugi orang yang mengotorinya."
كَذَّبَتْ ثَمُوْدُ بِطَغْوٰىهَآۖ ١١
kadzdzabats tsamûdu bithaghwâhâ
Artinya: "(Kaum) Samud telah mendustakan (rasulnya) karena mereka melampaui batas."
اِذِ انْۢبَعَثَ اَشْقٰىهَاۖ ١٢
idzimba'atsa asyqâhâ
Artinya: "Ketika orang yang paling celaka di antara mereka bangkit (untuk menyembelih unta betina Allah)."
فَقَالَ لَهُمْ رَسُوْلُ اللّٰهِ نَاقَةَ اللّٰهِ وَسُقْيٰهَاۗ ١٣
fa qâla lahum rasûlullâhi nâqatallâhi wa suqyâhâ
Artinya: "Rasul Allah (Saleh) lalu berkata kepada mereka, '(Biarkanlah) unta betina Allah ini beserta minumannya.'"
فَكَذَّبُوْهُ فَعَقَرُوْهَاۖ فَدَمْدَمَ عَلَيْهِمْ رَبُّهُمْ بِذَنْۢبِهِمْ فَسَوّٰىهَاۖ ١٤
fa kadzdzabûhu fa 'aqarûhâ fa damdama 'alaihim rabbuhum bidzambihim fa sawwâhâ
Artinya: "Namun, mereka kemudian mendustakannya (Saleh) dan menyembelih (unta betina) itu. Maka, Tuhan membinasakan mereka karena dosa-dosanya, lalu meratakan mereka (dengan tanah)."
وَلَا يَخَافُ عُقْبٰهَاࣖ ١٥
wa lâ yakhâfu 'uqbâhâ
Artinya: "Dia tidak takut terhadap akibatnya."
2. Bacaan Surat Ad-Dhuha
وَالضُّحٰىۙ ١
wadl-dluḫâ
Artinya: "Demi waktu duha."
وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ ٢
wal-laili idzâ sajâ
Artinya: "Dan demi waktu malam apabila telah sunyi,"
مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلٰىۗ ٣
Mâ wadda'aka rabbuka wa mâ qalâ
Artinya: "Tuhanmu (Nabi Muhammad) tidak meninggalkan dan tidak (pula) membencimu."
وَلَلْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْاُوْلٰىۗ ٤
Wa lal-âkhiratu khairul laka minal-ûlâ
Artinya: "Sungguh, akhirat itu lebih baik bagimu daripada yang permulaan (dunia)."
وَلَسَوْفَ يُعْطِيْكَ رَبُّكَ فَتَرْضٰىۗ ٥
Wa lasaufa yu'thîka rabbuka fa tardlâ
Artinya: "Sungguh, kelak (di akhirat nanti) Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu sehingga engkau rida."
اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ ٦
a lam yajidka yatîman fa âwâ
Artinya: "Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(-mu);"
وَوَجَدَكَ ضَاۤلًّا فَهَدٰىۖ ٧
Wa wajadaka dlâllan fa hadâ
Artinya: "Mendapatimu sebagai seorang yang tidak tahu (tentang syariat), lalu Dia memberimu petunjuk (wahyu);"
وَوَجَدَكَ عَاۤىِٕلًا فَاَغْنٰىۗ ٨
wa wajadaka 'â'ilan fa aghnâ
Artinya: "Dan mendapatimu sebagai seorang yang fakir, lalu Dia memberimu kecukupan?"
فَاَمَّا الْيَتِيْمَ فَلَا تَقْهَرْۗ ٩
Fa ammal-yatîma fa lâ taq-har
Artinya: "Terhadap anak yatim, janganlah engkau berlaku sewenang-wenang."
وَاَمَّا السَّاۤىِٕلَ فَلَا تَنْهَرْ ١٠
Wa ammas-sâ'ila fa lâ tan-har
Artinya: "Terhadap orang yang meminta-minta, janganlah engkau menghardik."
وَاَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْࣖ ١١
Wa ammâ bini'mati rabbika fa ḫaddits
Artinya: "Terhadap nikmat Tuhanmu, nyatakanlah (dengan bersyukur)."
Baca juga:
6 Keutamaan Sholat Dhuha bagi Muslim yang Rutin Mengerjakannya
3. Bacaan Surat Al-Kafirun
قُلْ يٰٓاَيُّهَا الْكٰفِرُوْنَۙ ١
qul yâ ayyuhal-kâfirûn
Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad), "Wahai orang-orang kafir,"
لَآ اَعْبُدُ مَا تَعْبُدُوْنَۙ ٢
lâ a'budu mâ ta'budûn
Artinya: "Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah."
وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۚ ٣
wa lâ antum 'âbidûna mâ a'bud
Artinya: "Kamu juga bukan penyembah apa yang aku sembah."
وَلَآ اَنَا۠ عَابِدٌ مَّا عَبَدْتُّمْۙ ٤
wa lâ ana 'âbidum mâ 'abattum
Artinya: "Aku juga tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah."
وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۗ ٥
wa lâ antum 'âbidûna mâ a'bud
Artinya: "Kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah."
لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِࣖ ٦
lakum dînukum wa liya dîn
Artinya: "Untukmu agamamu dan untukku agamaku."
Baca juga:
Dzikir Sholat Dhuha Sesuai Sunnah Dibaca 100 Kali
4. Bacaan Surat Al-Ikhlas
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ ١
qul huwallâhu aḫad
Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad), 'Dialah Allah Yang Maha Esa.'"
اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ ٢
allâhush-shamad
Artinya: "Allah tempat meminta segala sesuatu."
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ ٣
lam yalid wa lam yûlad
Artinya: "Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan."
وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌࣖ ٤
wa lam yakul lahû kufuwan aḫad
Artinya: "Serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya."
Demikian uraian mengenai 4 surat yang dianjurkan saat sholat dhuha lengkap tulisan arab, latin dan artinya. Semoga bermanfaat ya!
Batas Waktu Salat Dhuha Beserta Tata Cara dan Doanya
Tata Cara Sholat Dhuha
Merujuk pada buku Panduan Shalat untuk Wanita karya Ria Khoirunnisa, pelaksanaan sholat dhuha pada dasarnya sama seperti sholat fardhu, baik dari sisi bacaan maupun rangkaian gerakannya. Berikut tata cara melaksanakan sholat dhuha:
1. Mengucapkan niat bersamaan dengan takbiratul ihram. Adapun bacaan niatnya adalah:
أصَلَّى سُنَّةَ الضُّحَى اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ آدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى
Usholli sunnata dhuhaa arba'a raka'aatin mustaqbilal qiblati adzaa'an lillaahi ta'aalaa
Artinya: "Aku niat sholat sunnah dhuha 4 rakaat dengan menghadap kiblat karena Allah Ta'ala."
2. Membaca doa iftitah setelah takbiratul ihram.
3. Membaca Surat Al-Fatihah.
4. Membaca salah satu surat dari Al-Quran. Umumnya, pada rakaat pertama membaca Surat Asy-Syams dan pada rakaat kedua membaca Surat Ad-Dhuha.
5. Melakukan gerakan rukuk.
6. Bangkit dari rukuk dengan melakukan i'tidal.
7. Melakukan sujud pertama.
8. Duduk di antara dua sujud.
9. Melakukan sujud kedua.
10. Bangkit dari sujud untuk melanjutkan rakaat kedua dengan tata cara yang sama seperti rakaat pertama.
11. Setelah sujud kedua pada rakaat kedua, dilanjutkan dengan tasyahud akhir dan salam.
Setelah seluruh rangkaian sholat dhuha selesai, dianjurkan untuk membaca doa sebagai penutup ibadah.
Manfaat Sholat Dhuha dan Tata Cara Pelaksanaannya Lengkap dengan Doa
Doa Setelah Sholat Dhuha
اللَّهُمَّ إِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاءُ كَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ ، اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ ، وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ ، وَإِنْ كَانَ مُعَشِرًا فَيَسِرْهُ ، وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَإِنْ كَانَ بَعِيدًا فَقَرِّبُهُ ، بِحَقِّ ضُحَابِكَ وَبَهَابِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِي مَا آتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ
Allahumma innad-duhaa'a duhaa'uka wal bahaa'a bahaa'uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal-qudrata qudratuka wal 'ishmata 'ishmatuka. Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa'i fa anzilhu, wa in kaana fil ardi fa akhrijhu, wa in kaana
mu'assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa thahhirhu wa in kaana ba'iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa'ika wa bahaa'ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa ataita 'ibaadakash-shalihiin.
Artinya: "Ya Allah, bahwasanya waktu dhuha itu waktu dhuha-Mu, kecantikan adalah kecantikan-Mu, keindahan itu keindahan-Mu, kekuatan itu kekuatan-Mu, kekuasaan itu kekuasaan-Mu, dan perlindungan itu perlindungan-Mu. Ya Allah, jika rezekiku masih
di atas langit, turunkanlah dan jika ada di dalam bumi, keluarkanlah, jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala
yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh."
Baca juga:
Bolehkah Mengerjakan Sedekah Subuh setelah Fajar Terbit? Begini Penjelasannya
Keutamaan dan Keberkahan Sholat Dhuha
Berikut ini adalah beberapa keutamaan dan keberkahan jika seseorang melaksanakan sholat dhuha.
1. Menjadi Amalan Cadangan pada Hari Hisab
Sholat dhuha memiliki banyak keutamaan dan keberkahan bagi umat Islam. Salah satunya, sholat dhuha menjadi amalan cadangan pada hari hisab. Rasulullah SAW bersabda,
"Sesungguhnya yang pertama kali dihisab pada diri hamba pada hari kiamat dari amalannya adalah sholatnya. Apabila benar (sholatnya) maka ia telah lulus dan beruntung, dan apabila rusak (sholatnya) maka ia akan kecewa dan rugi. Jika terdapat
kekurangan pada sholat wajibnya, maka Allah berfirman, 'Perhatikanlah, jikalau hamba-Ku mempunyai sholat sunnah maka sempurnakanlah dengan sholat sunnahnya sekadar apa yang menjadi kekurangan pada sholat wajibnya. Jika selesai urusan sholat,
barulah amalan lainnya.'" (HR An-Nasa'i, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah).
2. Dicukupi Kebutuhan Hidupnya
Selain itu, sholat dhuha juga menjadi sebab dicukupinya kebutuhan hidup. Rasulullah SAW bersabda,
"Wahai anak Adam, rukuklah (sholatlah) karena Aku pada awal siang (sholat dhuha) 4 rakaat, maka Aku akan mencukupi kebutuhanmu sampai sore hari." (HR Tirmidzi)
3. Diampuni Segala Dosanya
Keutamaan lainnya, sholat dhuha menjadi jalan pengampunan dosa, sebagaimana sabda Rasulullah SAW,
"Barang siapa yang menjaga sholat dhuha, maka dosa-dosanya akan diampuni walau sebanyak buih di lautan." (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)
4. Dibangunkan Istana di Surga
Bahkan, bagi orang yang mengerjakan sholat dhuha sebanyak 12 rakaat, Allah SWT menjanjikan istana di surga. Rasulullah SAW bersabda,
"Barang siapa sholat dhuha 12 rakaat, maka Allah akan membangun baginya istana dari emas di surga." (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah) . (Net/Hen)