Saat Ambruknya Tangsi Belanda: 55 Murid Sedang Menyimak Penjelasan Sejarah

Ahad, 01 Februari 2026 - 08:40:53 WIB

Personel segera mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan memasang garis polisi.

SIAK--(KIBLATRIAU.COM)-- Peristiwa memilukan mewarnai kegiatan wisata edukasi di Bangunan Cagar Budaya Tangsi Belanda, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, pada Sabtu (31/1/2026). Sekitar pukul 09.45 WIB, lantai dua bangunan bersejarah  tersebut tiba-tiba runtuh dan mengakibatkan belasan pengunjung jatuh terperosok ke lantai dasar. Insiden ini menyebabkan 17 orang mengalami luka-luka, yang terdiri dari 15 siswa-siswi SD IT Baitul Ridho Kampung Rawang Kao, satu orang guru, dan  seorang pemandu wisata setempat. Kejadian yang berlangsung cepat ini sontak mengejutkan rombongan besar yang sedang asyik mempelajari sejarah bangunan peninggalan kolonial tersebut.

Kapolres Siak, AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar mengatakan peristiwa bermula saat rombongan yang membawa 55 murid dan 12 guru tiba di lokasi sekitar pukul 08.49 WIB. Didampingi pemandu, mereka bergerak menelusuri area gedung hingga akhirnya  naik ke lantai dua untuk melihat bagian dalam ruangan. Namun, naas material lantai yang terbuat dari papan kayu tua diduga sudah dalam kondisi lapuk dan tidak mampu menahan beban rombongan yang berkumpul di satu titik. ''Akibatnya, konstruksi lantai  jebol dan membuat para korban jatuh dari ketinggian kurang lebih empat meter hingga menghantam lantai dasar bangunan,'' ujar Sepuh.

Pasca-kejadian, evakuasi medis segera dilakukan di mana 10 korban dengan luka yang cukup serius dilarikan ke RSUD Siak untuk penanganan intensif. Sementara itu, tujuh korban lainnya yang mengalami luka ringan mendapatkan perawatan di Puskesmas  Mempura, dengan pendampingan penuh dari tim medis dan pihak sekolah. AKBP Sepuh bersama sejumlah personel segera mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan memasang garis polisi. ''Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada  warga atau pengunjung lain yang mendekati area berbahaya selama proses olah TKP dan pendataan saksi-saksi berlangsung," ucap Sepuh.

Sebagai bentuk empati dan tanggung jawab, Kapolres Siak bersama Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli meninjau langsung kondisi para korban di rumah sakit pada siang harinya. Setelah itu, rombongan Forkopimda melakukan inspeksi mendadak ke lokasi  kejadian guna melihat kerusakan teknis yang menjadi penyebab utama kecelakaan tersebut.Guna mencegah kejadian serupa, Polres Siak meminta pemerintah daerah untuk menutup sementara objek wisata Tangsi Belanda hingga perbaikan menyeluruh  dilakukan. ''Kami juga mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan mematuhi rambu keselamatan saat berkunjung ke situs-situs bersejarah yang memiliki kerentanan struktur bangunan,''tutur Sepuh.***