Mengapa Umrah di Bulan Ramadan Pahalanya Setara dengan Ibadah Haji

Rabu, 04 Februari 2026 - 07:21:28 WIB

Ilustrasi Kabah

 

 

 


JAKARTA--(KIBLATRIAU.COM)-- Umrah adalah salah satu ibadah yang memiliki kedudukan penting dalam Islam dan dapat dilaksanakan kapan saja sepanjang tahun. Menurut sebuah hadits, umrah di bulan Ramadan memiliki keutamaan yang lebih besar  dibandingkan waktu lainnya.Kenapa?.Pelaksanaan umrah memiliki ketentuan fikih yang jelas, mulai dari hukum, syarat, rukun, hingga larangan-larangan yang harus diperhatikan agar ibadah berjalan sesuai tuntunan syariat.

Dijelaskan dalam Fiqhul Islam wa  Adillatuhu karya Wahbah az-Zuhaili, umrah dalam bahasa Arab artinya ziarah. Pendapat lain menyebut umrah adalah pergi ke suatu tempat yang berpenghuni. Adapun menurut istilah syariat, umrah adalah pergi ke Ka'bah untuk menunaikan ibadah yaitu  tawaf dan sai.Umrah boleh dilakukan berkali-kali dalam setahun, menurut pendapat mazhab Syafi'i, Hambali, dan Hanafi. Sementara mazhab Maliki memakruhkan umrah berulang kali dalam setahun.

Dalil umrah salah satunya mengacu pada riwayat Abu Hurairah RA:

ADVERTISEMENT
الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةً لِمَا بَيْنَهُمَا

Artinya: "Umrah hingga umrah berikutnya menjadi penghapus dosa-dosa yang dilakukan antara keduanya." (HR Bukhari dan Muslim)

Alasan Umrah di Bulan Ramadan Setara Ibadah Haji
Umrah di bulan Ramadan memiliki landasan yang kuat dalam hadits Nabi Muhammad SAW. Dalam buku Setia (Selagi Engkau Taat dan Ingat Allah) karya Yasir Husain dijelaskan bahwa pelaksanaan umrah pada bulan Ramadan memperoleh pahala yang  setara dengan ibadah haji dari sisi ganjarannya.

Penjelasan tersebut bersumber dari hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas RA. Ia menuturkan bahwa Rasulullah SAW pernah bertanya kepada seorang wanita mengenai alasan tidak ikut berhaji bersama beliau:

مَا مَنَعَكِ أَنْ تَحْجِي مَعَنَا

Artinya: "Apa alasanmu sehingga tidak ikut berhaji bersama kami?"

Wanita itu menjawab bahwa dirinya tidak dapat berhaji karena harus mengurus unta yang digunakan oleh suami dan anaknya. Mendengar jawaban tersebut, Rasulullah SAW kemudian bersabda:

فَإِذَا كَانَ رَمَضَانُ اعْتَمِرِي فِيهِ فَإِنَّ عُمْرَةً فِي رَمَضَانَ حجة

Artinya: "Jika Ramadan tiba, berumrahlah saat itu karena umrah Ramadan senilai dengan haji." (HR Bukhari dan Muslim)

Imam Nawawi rahimahullah dalam Syarh Sahih Muslim berkata, "Yang dimaksud adalah umrah Ramadan mendapati pahala seperti pahala haji. Namun, bukan berarti umrah Ramadan sama dengan haji secara keseluruhan. Sehingga jika seseorang punya  kewajiban haji, lalu ia berumrah di bulan Ramadan, maka umrah tersebut tidak bisa menggantikan haji tadi."

Keutamaan tersebut juga dijelaskan dalam hadits lainnya yang berbunyi:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءً إِلَّا الْجَنَّةَ (رواه البخاري ومسلم)

Artinya: Dari Abu Hurairah RA bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Umrah satu ke umrah yang lain menjadi penebus apa-apa di antara keduanya, dan tiada balasan bagi haji yang mabrur kecuali surga." (HR Bukhari dan Muslim)

Selain itu, dalam buku Fiqh Ibadah karya Prof Abdul Aziz Muhammad Azzam dan Prof Abdul Wahhab Sayyed Hawwas disebutkan bahwa umrah dapat dilaksanakan kapan saja sepanjang tahun. Para ulama sepakat bahwa ibadah umrah tidak dibatasi oleh  waktu tertentu.

Sehingga umrah di bulan Ramadan semakin besar karena bertepatan dengan waktu yang utama dan tempat yang mulia. Oleh karena itu, melaksanakan umrah pada bulan Ramadan dinilai sangat dianjurkan (mustahab) berdasarkan berbagai riwayat yang  sahih. Meskipun Rasulullah SAW melaksanakan umrah pada bulan-bulan haji, umrah di bulan Ramadan tetap memiliki kedudukan tersendiri karena besarnya pahala yang dijanjikan oleh Allah SWT.

Tips Umrah di Bulan Ramadan
Berikut beberapa tips menjalankan umrah di bulan Ramadan yang dapat dijadikan panduan. Tips ini dikutip dari buku Umrah Sambil Belajar Sirah Menapak Tilas Sejarah Rasulullah susunan Hepi Andi Bastoni.

1. Melakukan Latihan Fisik Secara Teratur
Ibadah umrah memerlukan kondisi fisik yang prima karena melibatkan banyak aktivitas, seperti berjalan dan berdesakan dengan jemaah lain. Terlebih pada bulan Ramadan, tubuh dituntut tetap kuat meskipun dalam keadaan berpuasa.

Oleh karena itu jemaah harus mulai membiasakan diri melakukan aktivitas fisik ringan, seperti berjalan kaki atau jogging, guna meningkatkan stamina.

2. Menjaga Daya Tahan Tubuh
Asupan nutrisi yang seimbang saat sahur dan berbuka sangat berperan dalam menjaga kebugaran tubuh. Mengonsumsi makanan bergizi serta vitamin bila diperlukan dapat membantu menjaga kondisi fisik selama beribadah. Selain itu, sebaiknya menghindari  
makanan yang terlalu berat atau berminyak agar tubuh tetap nyaman dan tidak mudah lelah.

3. Berkonsultasi dengan Tenaga Medis
Bagi calon jemaah yang memiliki riwayat penyakit tertentu, disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum keberangkatan. Pemeriksaan kesehatan dan persiapan obat-obatan pribadi menjadi langkah penting agar ibadah umrah dapat  dijalankan dengan aman dan lancar.

4. Memahami Tata Cara Pelaksanaan Umrah
Pemahaman mengenai rukun dan tata cara umrah sangat diperlukan agar ibadah dapat dilaksanakan sesuai dengan ketentuan syariat. Calon jemaah juga perlu mengetahui larangan selama berihram, tata cara salat dalam perjalanan, serta adab berinteraksi  dengan sesama jemaah.

5. Membiasakan Diri dengan Amalan Kebaikan
Menjelang keberangkatan, dianjurkan untuk memperbanyak amalan ibadah, seperti salat sunnah dan membaca Al-Qur'an. Kebiasaan ini diharapkan dapat membantu menjaga konsistensi ibadah selama berada di Tanah Suci.

6. Menyelesaikan Urusan Pribadi Sebelum Berangkat
Sebelum menunaikan umrah, dianjurkan untuk memperbanyak tobat serta meminta maaf kepada keluarga, sahabat, dan orang-orang terdekat. Hal ini bertujuan agar hati lebih tenang dalam menjalankan ibadah.Selain itu, apabila memiliki utang, sebaiknya  diselesaikan terlebih dahulu, memastikan biaya perjalanan berasal dari sumber yang halal, serta menyiapkan kebutuhan keluarga yang ditinggalkan.(Net/Hen)