Pengendara Motor Terjebak di Pinggir Jalan Lampu Lalu Lintas Depan SKA, Dishub Pekanbaru Janji Tinjau ke Lokasi

Jumat, 06 Februari 2026 - 22:18:46 WIB

pengendara sepeda motor terjebak di sisi kiri jalan tepat di kawasan lampu lalu lintas depan Mal SKA, Jalan Nangka ke arah Jalan Jenderal Sudirman,

Laporan:  Rizki Kurniawan 

Pekanbaru 

     SEORANG pengendara sepeda motor terjebak di sisi kiri jalan tepat di kawasan lampu lalu lintas depan Mal SKA, Jalan Nangka ke arah Jalan Jenderal Sudirman, Jum'at (6/2/2026). Pengendara tersebut masuk ke bagian tanah di pinggir jalan yang memiliki perbedaan ketinggian dengan badan jalan, sehingga kesulitan kembali ke jalur utama.

Dari pantauan di lapangan, pengendara yang identitasnya belum diketahui itu tampak berusaha mendorong motornya dengan susah payah untuk naik kembali ke badan jalan. Koltur tanah yang lebih rendah dan tidak rata membuat kendaraan sulit dikendalikan.

Peristiwa ini disebut bukan kali pertama terjadi. Lokasi lampu lalu lintas depan SKA memang dikenal rawan, terutama saat arus lalu lintas padat. Kendaraan besar seperti mobil, truk, dan bus kerap mengambil sisi kiri jalan dan berhenti untuk mendapatkan posisi lebih depan saat lampu merah. Padahal, sisi kiri tersebut seharusnya digunakan kendaraan yang akan langsung berbelok ke kiri.

Akibatnya, pengendara yang hendak berbelok kiri sering terhalang. Sebagian pengendara motor memilih melintas di pinggir jalan tanpa mengetahui kondisi kontur tanah, hingga akhirnya terjebak.

Fajri, salah seorang pengemudi ojek online yang biasa mangkal di kawasan tersebut, mengatakan kejadian seperti itu sudah sering terjadi.

“Dah sering kali memang bang. Bahkan, kadang ada yang lewat tanah kosong bekas lapangan berkuda itu buat nerobos ke kiri,” ujar Fajri.

Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Bidang Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLT) Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru, Octavianus Nahuway, menyebutkan bahwa insiden tersebut dipicu oleh perilaku pengendara motor yang tidak sabar.

“Itu hanya perilaku pengendara motor yang tidak sabar mengantri dan berusaha mendahului tanpa memperhatikan kondisi tepi jalan yang seharusnya area penghijauan rumput dan pohon sebagai penyanggah di tepi jalan. Dan itu mobil pembawa bahan bakar,” katanya melalui pesan singkat.

Meski demikian, Octavianus, selaku Kabid MRLT yang baru dilantik 30 Januari 2026 lalu, mengatakan pihaknya akan melihat langsung kondisi di lokasi.

“Terima kasih infonya. Kita akan coba tinjau ke lapangan dan mencoba melihat permasalahannya,” ujarnya.

Bagi sebagian orang, kejadian itu mungkin hanya insiden kecil di persimpangan padat. Namun bagi pengendara yang terjebak, beberapa menit di sisi jalan tersebut cukup untuk mengingatkan bahwa satu titik bermasalah bisa menjadi cerita yang berulang setiap hari.***