Purbaya Bidik Oknum Bea Cukai Usai Toko Tiffany dan Co Disegel

Ahad, 15 Februari 2026 - 09:41:38 WIB

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

JAKARTA--(KIBLATRIAU.COM)-- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menduga ada permainan antara oknum Bea Cukai dan toko perhiasan Tiffany dan Co terkait kasus pelanggaran impor. Sejumlah gerai milik Tiffany dan Co di Jakarta telah disegel karena pelanggaran tersebut.Purbaya menduga oknum yang terlibat pelanggaran tersebut pegawai lama. Purbaya juga menyinggung upaya perbaikan yang dilakukan Kemenkeu dengan menempatkan pegawai terbaik di pos-pos strategis.

"Sepertinya ada. Nanti kita lihat siapa yang terlibat, itu kan yang lama-lama. Ini kan pejabat-pejabat baru saya taruh setelah saya puter-puter. Yang baik yang depan kan jadi dia berani bertindak ya saya lihat bagus aja nanti saya lihat gimana sih hukumnya,"  ujar Purbaya saat ditemui di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026).Purbaya menambahkan, pihaknya menemukan adanya pelanggaran yang dilakukan toko emas tersebut. Pertama, dugaan melakukan penyelundupan.

Kedua, dugaan tidak membayar kewajiban kepada negara dan tidak dilengkapi dokumen resmi."Bea Cukai Saya tanya mereka bagaimana sih itu? Sebagian besar yang masuk itu barangnya memang nggak bayar. Kan dicurigai nih ini selundupan atau nggak,  disuruh kasih lihat, apa sih namanya perdagangan itu form perdagangannya itu impornya, segala macam mereka nggak bisa tunjukkan. Jadi memang itu barang Spanyol kali," jelas Purbaya.Purbaya menyebut sebagian barang memang membayar pajak,  namun diduga ada praktik under invoicing saat mengimpor atau mencantumkan nilai barang lebih rendah demi mengurangi kewajiban pajak."Ada yang penuh betul-betul selundupan, ada yang cuma bayarnya under invoicing. Itu kelihatan semua. Jadi ada  
yang bilang juga saya, harusnya polisi tapi yang ternyata Bea Cukai dan Pajak, nanti gabung Bea Cukai dan Pajak," tutupnya.(Net/Hen)