Syarat Amalan Diterima Allah SWT, Inilah Paparan Ustadz Aprianto
Ustadz Aprianto saat menyampaikan santapan rohani Ramadhan di Masjid Nurul Muhsinin, Jum'at (20/2/2026)
PEKANBARU--(KIBLATRIAU.COM)--Tampa terasa, waktu terus berlalu dengan cepat. Pelaksanan puasa Ramadhan 1447 H sudah memasuki malam yang ketiga. Untuk kali ini, ustadz yang menyampaikan santapan rohani Ramadhan di Masjid Nurul Muhsinin yang berada di Jalan Ikan Mas, Kelurahan Tangkerang Barat, Kecamatan Marpoyan Damai yaitu ustadz Aprianto Rahmatullah MA, Jum'at (20/2/2026).
Sebelum menyampaikan santapan rohani Ramadhan, ustadz Aprianto mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT, karena pada malam yang mulia ini, masih diberikan kesempatan, kesehatan dan umur yang panjang,sehingga masih bisa bersama -sama melakukan ibadah sholat isya , tarawih dan witir secara berjamaah. Selain itu, ustadz Aprianto tak lupa berkirim salawat kepada Nabi Muhammad SAW, sebab dengan banyak bersalawat tentu diharapkan dan akan mendapat syafaat dan pertolongan di Yaumil akhir kelak.Amin ya rabbal alamin.
Pada santapan rohani Ramadhan ini, ustadz Aprianto membahas
tentang syarat -syarat agar amalan soleh diterima oleh Allah SWT. Dikatakan ustadz Aprianto kadang ada kalanya amalan yang baik itu belum tentu baik di sisi Allah SWT."Ada orang berbuat baik dengan membangun jalan untuk kepentingan orang ramai. Kemudian ada membantu anak panti asuhan serta sedekah. Itu kan perbuatan baik, tetapi di mata Allah SWT belum tentu baik, " papar ustadz Aprianto.

Diterangkan ustadz Aprianto bahwa ada empat syarat amalan diterima oleh Allah SWT. "Yang pertama selalu berbuat dengan iklas dan hanya mengharapkan keridhaan dari Allah SWT. Kedua buatlah amalan yang sesuai dengan aturan dengan apa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Selanjutnya yang ketiga amalan yang tidak bercampur dengan yang haram. Contohnya saat melaksanakan haji dan umrah dengan hasil yang haram. Ini tidak boleh. Dan yang terakhir atau yang ke empat syarat amalan soleh diterima oleh Allah SWT jangan melakukan amalan yang sifatnya mensekutukan atau sirik kepada Allah' SWT. Karena itu merupakan perbuatan yang sangat dilarang . Oleh sebab itu, dengan momen bulan ramadhan ini perbanyak lah melakukan amal ibadah. Karena di bulan Ramadhan ini semua dosa akan diampuni oleh Allah SWT.," tutur ustadz Aprianto.***