Sampaikan Santapan Rohani Ramadhan, Beginilah Penjelasan Ustadz Rusydi MPd
Ustadz Rusydi MPd saat menyampaikan santapan rohani Ramadhan Sabtu (22/2/2026)
PEKANBARU--(KIBLATRIAU.COM)--Memasuki malam yang ke empar bulan suci Ramadhan 1447 H, ustadz yang menyampaikan santapan rohani Ramadhan yakni ustadz Rusidi MPd di Masjid Nurul Muhsinin yang berada di Jalan Ikan Mas, Kelurahan Tangkerang Barat, Kecamatan Marpoyan Damai, Sabtu (21/2/2026). Dalam santapan rohani Ramadhan itu, ustadz Rusdi membahas tentang taklid . Dijelaskan ustadz Rusydi bahwa makna dari taklid secara harfiah berarti meniru, dan secara terminologi ushul fiqih adalah mengikuti pendapat atau fatwa seorang ulama/mujtahid dalam hukum agama tanpa mengetahui dalil atau alasan argumennya.

" Bahaya taklid tanpa mengetahui dalil dapat menjerumuskan ke dalam kekufuran dan kesyirikan.
Pelaku taqlid tidak mau menggunakan akalnya untuk berpikir dan memahami hukum Allah SWT. Oleh sebab itu, hindari dari perbuatan taklid, sehingga kita sesat dalam memahami ajaran Islam, " terang ustadz Rusydi.
Selain itu, ustadz Rusydi menjelaskan tentang ahaya Bid'ah (Perkara Baru dalam Ibadah). Sebab banyak jenis Bid'ah. Setiap perbuatan bid'ah tertolak dan tidak diterima oleh Allah SWT, meskipun pelakunya berniat baik.
Pelaku bid'ah secara tidak langsung menganggap bahwa syariat Islam belum sempurna dan perlu ditambah.Bid'ah menimbulkan perpecahan dan fanatisme kelompok. Oleh sebab itu, menghindari kedua perkara taklid dsn bidah dengan mempelajari dalil (Al-Qur'an dan Sunnah) adalah cara menjaga kemurnian iman. Taqlid dan bid'ah adalah bentuk penyimpangan yang merusak tatanan agama yang sudah sempurna. Dalam momen bulan Ramadhan ini,marilah kita berdoa dan meminta ampun kepada Allah SWT atas dosa dan kesalahan yang pernah kita lakukan," ujar ustadz Rusydi. ***