Dibacok Teman Pria di Kampus, Mahasiswi UIN Suska Riau Bersimbah Darah
Lokasi kejadian penbacokan yang dialami seorang mahasiswa, Kamis (26/2/2026)
PEKANBARU--(KIBLATRIAU.COM)-Nasib sial.dialami seorang mahasiswi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau. Pasalnya, ia menjadi korban pembacokan yang dilakukan oleh seorang mahasiswa, Kamis (26/2/2026).
Berdasarkan dari video yang beredar di kalangan mahasiswa, korban terlihat terkapar di area kampus UIN Suska Riau dengan kondisi bersimbah darah. Saat kejadian, korban diketahui mengenakan pakaian hitam putih.
Sementara itu, terduga pelaku yang mengenakan baju coklat dan celana jeans hitam disebut melancarkan aksinya menggunakan sebilah kapak. Aksi tersebut sontak memicu kepanikan mahasiswa dan staf yang berada di sekitar lokasi. Peristiwa pembacokan diduga karena persoalan asmara.
Petugas keamanan kampus bergerak cepat mengamankan terduga pelaku sebelum akhirnya dijemput aparat kepolisian.
Hingga pukul 10.55 WIB, pelaku dilaporkan masih menjalani pemeriksaan intensif di Tim 3 Unit Reskrim Polsek Binawidya. Sementara itu, korban telah mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau.
Kasatreskrim Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah, mengatakan bahwa pelaku berinisial R dan korban berinisial S diketahui memiliki hubungan dekat. Keduanya merupakan mahasiswa semester 8 di Fakultas Syariah dan Hukum."Hubungan dekat keduanya," ujar AKP Anggi.
Meski demikian, pihak kepolisian masih mendalami lebih jauh status hubungan antara pelaku dan korban, termasuk memastikan apakah keduanya benar berstatus sebagai pasangan kekasih.
Dijelaskan Anggi, proses penyelidikan masih terus berlangsung dengan memeriksa pelaku serta sejumlah saksi. Polisi juga berupaya mengungkap secara rinci kronologi kejadian dan motif yang melatarbelakangi aksi kekerasan tersebut.
Saat ini pelaku telah diamankan di Mapolsek Binawidya. Sementara korban masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau. "Atas kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian dahi dan tangan. Lukanya cukup parah, ," tuturnya. ***