Bagaimana Tumbuhkan Rasa Cinta Kepada Allah SWT, Begini Penjelasan Ustadz Joko Sumaryono Lc MA

Jumat, 27 Februari 2026 - 09:56:20 WIB

Ustadz Joko Sumaryono Lc MA saat menyampaikan ceramah agama usai sholat subuh, Jumat (27/2/2026)

PEKANBARU--(KIBLATRIAU.COM)--  Setiap usai sholat berjamaah dilaksanakan ceramah agama di Masjid Nurul Muhsinin yang berada di Jalan Ikan Mas, Kelurahan Tangkerang Barat, Kecamatan Marpoyan Damai. Kali ini, ustadz yang menyampaikan ceramah di hari yang kesembilan ramadhan ini, yaitu ustadz Joko Sumaryono Lc MA, Jumat (27/2/2026).  Sebelum menyampaikan kajian, ustadz  Joko Sumaryono Lc MA pertama-tama mengucapkan puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah  memberikan  kesehatan, kesempatan serta keberkahan, sehingga bersama-sama untuk datang ke masjid untuk mengikuti majelis ilmu. 

Terlebih saat ini merupakan bulan ramadhan yang memiliki keberkahan dan bulan ampunan.Selain itu, tidak lupa ustadz   Joko  Sumaryono Lc MA berkirim salawat kepada Nabi Muhammad  SAW, karena dengan banyak bersalawat nantinya akan diberikan safaat dan diakui  sebagai umatnya di yaumil akhir kelak. Amin ya rabbal alamin. Yang  kami muliakan kepada Ketua  pengurus  Masjid Nurul Muhsinin beserja jajaran, yang dimuliakan imam masjid, para alim , ulama ,cerdik pandai para RT dan RT serta jamaah yang dimuliakan oleh Allah SWT.Semoga kita di dalam bulan ramadhan ini diberikan umur yang panjang dan  istiqomah dalam menjalankan semua perintah Allah SWT.


Dalam kajian subuh kali ini, ustadz Joko  Sumaryono Lc MA membahas tentang bagaimana menumbuhkan rasa cinta yang benar-benar kuat dan tulus kepada Allah SWT. Dijelaskan ustadz Joko  Sumaryono Lc MA bahwa untuk mencintai Allah SWT bagi setiap manusia harus melalui proses pengenalan, ketaatan dan interaksi spiritual yang konsisten.''Karena kalau kita kenal dan dekat selalu dekat tidak akan tumbuh rasa cinta. Karena. rasa cinta yang kuat, dalam, dan tulus (mahabbah) kepada Allah SWT adalah puncak pencapaian spiritual seorang Muslim. Maka dari itu, kita harus istiqomah dalam menjalankan perintah dari Allah SWT,'' ujar ustadz Joko  Sumaryono Lc MA.

Ditambahkan ustadz Joko  Sumaryono Lc MA, menurut Ibnu Rajab cinta kepada Allah SWT tidak sempurna kecuali dengan menaati-mya dan mengikuti Rasul-nya (ittiba'). Cinta sejati diwujudkan dengan mendahulukan Allah SWT di atas segalanya, mengerjakan yang wajib, meninggalkan yang haram, serta meredam keinginan maksiat. Ibadah didasarkan pada cinta, takut, dan harap. Ada poin penting cinta kepada Allah SWT. Cinta kepada Allah SWT tidak sempurna tanpa ketaatan mutlak dan meneladani Rasulullah SAW dalam segala lini kehidupan. Mencintai Allah SWT ebih dari segalanya dan siap mengorbankan hawa nafsu demi menaati syariat-nya. Dan apabiba hati dipenuhi rasa cinta kepada penciptanya, maka ia akan ridha dengan segala ketentuan-mya, meski itu menyakitkan,'' jelas ustadz  Joko  Sumaryono Lc MA di hadapan jamaah yang hadir,

Sambung ustadz Joko  Sumaryono Lc MA bahwa ada tiga pondasi utama dalam membangun cinta kepada Allah SWT dan sering disebut sebagai rukun ibadah hati. Adalah Mahabbah (cinta), Khauf (takut), dan Raja’ (harap). Ketiga unsur ini harus seimbang untuk menciptakan ketundukan yang sempurna, dimana cinta menjadi penggerak, rasa takut mencegah maksiat, dan harapan memotivasi ketaatan. Adapun tiga pondasi cinta kepada Allah SWT antara lain, Mahabbah (Cinta): Perasaan cinta yang tulus dan mendalam kepada Allah SWT di atas segalanya. Ini adalah kepala dari ibadah yang menggerakkan hamba untuk taat dengan ikhlas. Kemudian yang kedua Khauf (Takut): Rasa takut akan murka dan azab Allah SWT, yang membentengi diri dari perbuatan dosa dan kelalaian. Selanjutnya yang ketiga Raja’ (Harap): Pengharapan yang besar akan rahmat, ampunan, dan keridhaan Allah SWT. Harapan ini membuat seorang hamba terus berusaha berbuat baik meskipun terasa berat. 


Pondasi ini juga mencakup pengamalan iman, Islam, dan ihsan untuk mewujudkan cinta yang sempurna dalam bentuk ketaatan yang sesungguhnya. Oleh sebab itu, di momen bulan ramadhan ini, marilah kita tingkatkan kecintaan kita kepada Allah SWT dengan melaksanakan semua perintah dan larangannya, sehingga kita benar-benar meencintai Allah SWT melebih yang lainnya. Dengan begitu, kita akan merasakan kenyamanan dan kelezzatan dalam menjalani ibadah dalam kehidupan ini, sebelum kita meninggal dunia,'' tutur ustadz   Joko  Sumaryono Lc MA. ***