Sampaikan Bahaya Ghibah dan Perkara Menghapus Amalan, Inilah Penjelasan Ustadz M Eldi Fitra SAg

Ahad, 01 Maret 2026 - 23:50:44 WIB

Ustadz M Eldi Fitra SAg saat menyampaikan santapan rohani ramadhan, Ahad (1/3/2026)

PEKANBARU--(KIBLATRIAU.COM)-- Ustadz yang menyampaikan santapan rohani ramadhan pada malam yang kedua belas di  Masjid Nurul Muhsinin yang berada di Jalan Ikan Mas, Kelurahan Tangkerang Barat, Kecamatan Marpoyan Damai yakni ustadz M Eldi Fitra , Ahad (1/3/2026).
Sebelum menyampaikan santapan rohani ramadhan, ustadz Eldi Fitra mengucapkan puji dan syukur atas kehadirat Allah SWT. Karena pada malam yang penuh keberkahan ini masih diberikan nikmat iman dan Islam, sehingga bisa datang ke masjid ini dalam rangka melaksanakan perintah Allah SWT. Tidak lupa ustadz M Eldi Fitra berkirim salawat kepada Nabi Muhammad SAW, sebab dengan banyak melafazkan salawat akan mendapatkan safaat dari Nabi Muhammad SAW dan diakui sebagai umatnya kelak di hari pembalasan.

Pada kesempatan ini ustadz M.Eldi Fitra mengingatkan kepada jamaah yang hadir untuk konsentrasi dsn fokus dalam menjalankan semua perintah dari Allah SWT, terlebih lagi pada bulan ramadhan ini, merupakan bulan yang penuh ampunan dan keberkahan 


"Anggap saja ramadhan tahun ini , terakhir kita dalam melakukan amal ibadah. Dengan begitu, kita tentu alam Istiqomah dan fokus dalam beribadah. Belum tentu lagi kita akan berjumpa dengan bulan ramadhan tahun depan. Sudah banyak yang kita lihat ada saudara kita yang pada tahun lalu masih bersama-sama dengan kita melakukan sholat tarawih, tetapi tahun ini tidak ada bersama kita. Terlebih lagi kematian ini misteri,tidak tahu kapan meninggal dan dimana. Oleh sebab itu, sebelum ajal tiba, marilah kita fokus dalam melakukan semua perintah dari Allah SWT, sehingga amal ibadah yang kita lakukan diterima oleh Allah SWT," ujar ustadz M.Eldi Fitra di hadapan jamaah yang hadir.

Dijelaskan ustadz M Eldi Fitra adapun judul pada santapan rohani yang sudah ditetapkan oleh IKMI yaitu bahaya ghibah atau mengunjing. Secara bahasa bahwa makna dari ghibah membicarakan orang lain di belakang mereka. Dalam istilah, ghibah adalah membicarakan keburukan, kekurangan, atau aib sesama muslim (fisik, perilaku, atau keluarga) yang tidak disukai oleh yang bersangkutan jika mendengarnya. "Ghibah dianggap perbuatan keji yang setara dengan memakan bangkai saudara sendiri
Oleh sebab itu. Bahkan, ghibah in sangat berbahaya, karena bisa menghapus amal kita. Contohnya ghibah ini diumpakan ada orang yang berdagang tapi ia bangkrut. Begitu juga saat melakukan amal kebaikan seperti sholat, sedekah, tetapi amalanya tak diterima oleh Allah SWT. Oleh sebab itu, jagalah lisan kita dan jangan selalu menfitnah atau menghibah, karena ini sikap atau perilaku yang tidak disukai oleh Allah SWT, " ujar ustadz M Eldi Fitra.

Tambah ustadz M Eldi Fitra  bahwa ada enam perkara yang bisa menghapus amalan. Berdasarkan riwayat (sering dikaitkan dengan Imam Ad-Dailami), terdapat enam perbuatan perusak amal kebaikan, termasuk di dalamnya bahaya ghibah, yang dapat menggugurkan pahala ibadah.


Perkara tersebut adalah: (1) Sibuk mencari aib orang lain (Al istighlal bi'uyubil kholqi)(2) Hati yang keras (Qaswatul qulub)(3). Terlalu cinta dunia (Hubbun dunya)(4).Sedikit rasa malu (Qillatul haya') (5).  Panjang angan-angan (Thulul amal), dan (6) Kezaliman.

Sibuk mencari aib orang lain (Ghibah): Terlalu fokus pada kekurangan orang lain membuat seseorang lupa memperbaiki diri sendiri.

Hati yang keras (Qaswatul Qulub) atau busuk hati. Hati menjadi tertutup, angkuh, dan sulit menerima kebenaran atau nasihat.

Terlalu cinta dunia (Hubbun Dunya): Mengabaikan akhirat dan menjadikan harta/jabatan sebagai tujuan utama.
Sedikit rasa malu (Qillatul Haya'): Hilangnya malu membuat seseorang berani melakukan maksiat tanpa takut kepada Allah. Panjang angan-angan (Thulul Amal): Merasa hidup masih lama sehingga menunda taubat dan malas beramal saleh.

Kezaliman yang tidak berhenti (Dhulmun La Yantahi): Terus-menerus berbuat zalim (termasuk menzalimi kehormatan orang lain via ghibah) yang akan menghapus amal baik. 
Ghibah secara khusus sangat merusak karena ia menggugurkan pahala puasa, shalat, dan sedekah, serta mengundang murka Allah SWT. ***