Kebakaran Hebat di Concong Luar, 26 Rumah dan 7 Gudang Hangus Terbakar
Kebakaran hebat melanda pusat kota Kecamatan Concong, Kabupaten Indragiri Hilir, pada hari ke-13 bulan suci Ramadan, Selasa (3/3/2026).
CONCONG LUAR--(KIBLATRIAU.COM)-- Kebakaran hebat melanda pusat kota Kecamatan Concong, Kabupaten Indragiri Hilir, pada hari ke-13 bulan suci Ramadan, Selasa (3/3/2026).
Peristiwa ini menjadi salah satu kebakaran terbesar yang pernah terjadi di wilayah tersebut, karena tidak hanya menghanguskan permukiman warga, tetapi juga fasilitas negara.
Berdasarkan data terbaru yang dihimpun di lapangan, sebanyak 26 unit rumah warga dan 7 buah gudang dilaporkan ludes terbakar. Selain itu, tiga unit rumah terpaksa dihancurkan oleh warga dan aparat guna mencegah api terus menjalar ke bangunan lain.
Kebakaran terjadi pada Selasa pagi, 3 Maret 2026, sekitar pukul 06.00 WIB, dan api baru berhasil dipadamkan hampir pukul 11.00 WIB. Kobaran api berlangsung hampir lima jam, diperparah oleh kondisi bangunan yang mayoritas berbahan kayu dan merupakan bangunan lama.
Sementara itu, si jago merah juga menghanguskan kantor Polsek Concong serta Pos Babinsa Concong Luar, sehingga aktivitas pelayanan dan pengamanan di wilayah tersebut ikut terdampak.
Saat dikonfirmasi wartawan Kiblatriau.com, salah seorang warga setempat yang identitasnya disamarkan dengan nama Ujang menyampaikan kesaksiannya melalui sambungan seluler. Ia mengatakan api muncul secara tiba-tiba dari area gudang ikan.
“Api tidak tahu dari mana sumbernya. Tiba-tiba asap tebal mengepul di dekat gudang ikan milik Apek Cina. Beberapa menit kemudian api langsung membesar,” ujar Ujang.
Melihat api terus membesar, warga sekitar bersama masyarakat Duanu langsung bahu-membahu membantu proses pemadaman secara swadaya. Namun upaya tersebut terkendala oleh keterbatasan peralatan pemadam kebakaran.
“Warga sudah berusaha memadamkan api, tapi alatnya seadanya, hanya pakai ember. Karena rumah disini kebanyakan kayu, api cepat sekali menjalar,” lanjutnya.
Untuk mencegah api meluas ke kawasan lain, warga bersama aparat terpaksa merobohkan tiga unit rumah sebagai langkah darurat pemutusan jalur rambatan api. Langkah tersebut dinilai berhasil menahan kobaran api agar tidak meluas lebih jauh.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait penyebab pasti kebakaran maupun total kerugian materiil. Pendataan terhadap korban kebakaran, kerusakan fasilitas negara, serta kebutuhan mendesak warga terdampak masih terus dilakukan.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera menyalurkan bantuan darurat, membangun kembali fasilitas pelayanan publik yang terbakar, serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kesiapsiagaan dan sarana penanggulangan kebakaran, khususnya di kawasan padat penduduk dan wilayah pesisir seperti Concong Luar.
Musibah ini menjadi duka mendalam bagi warga, terlebih terjadi di bulan Ramadan yang seharusnya diisi dengan ketenangan dan kekhusyukan dalam ibadah. (Arianto).