Tangan Diborgol dan Pakai Rompi Tahanan KPK, Gubernur Riau Nonaktif Tiba di Pekanbaru

Rabu, 11 Maret 2026 - 18:12:49 WIB

Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid tiba di Kota Pekanbaru, Rabu (11/3/2026).

PEKANBARU--(KIBLATRIAU.COM)-- Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid tiba di Kota Pekanbaru, Rabu (11/3/2026). Dimana, Abdul Wahid dibawa KPK ke Bumi Lancang Kuning untuk pemindahan penahanannya.

Tak hanya Abdul Wahid, KPK juga membawa Kadis PUPR-PKPP Provinsi Riau nonaktif M Arief Setiawan dan Tenaga Ahli Gubernur Riau Dani M Nursalam.

Sebagaimana diketahui, ketiganya menjadi tersangka dalam kasus korupsi pemerasan dalam anggaran proyek di Dinas PUPR-PKPP Provinsi Riau.


Dalam pantauan, ketiga berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 07.50 WIB, dengan pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan 172. Ketiganya kemudian mendarat di Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru pada pukul 09.25 WIB. Selanjutnya, mereka keluar dari pintu kedatangan pada pukul 09.45 WIB. 


Masih dalam pantauan, ketiganya mendapat pengawalan ketat, baik itu dari tim Kejari Pekanbaru, maupun Satuan Brimob Polda Riau. Tampak Abdul Wahid, M Arief Setiawan dan Dani M Nursalam, menggunakan rompi tahanan khas KPK yang berwarna Oranye. Selain itu, tangan mereka bertiga juga tampak diborgol.


Awak media sempat menanyakan kabar Abdul Wahid saat digiring ke mobil tahanan Kejari Pekanbaru.
"Gimana kabarnya pak Wahid," tanya awak media."Sehat," jawab Abdul Wahid singkat.

Kemudian awak media juga bertanya tentang kasus pidana hukum yang sedang dihadapinya. Namun, ia memilih diam dan tak menjawab pertanyaan awak media tersebut.


Sesampai di mobil tahanan Kejari Pekanbaru, Abdul Wahid, M Arief Setiawan dan Dani M Nursalam selanjutnya dibawa ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pekanbaru.


Untuk diketahui, KPK memindahkan penahanan Abdul Wahid, M Arief Setiawan dan Dani M Nursalam ke Rutan Kelas I Pekanbaru. Hal ini dilakukan KPK karena ketiganya bakal diadili di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru.

Abdul Wahid, M Arief Setiawan dan Dani M Nursalam sebelumnya diamankan KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada awal bulan November 2025.

Dalam kedatangan Abdul Wahid di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, terlihat sejumlah orang yang merupakan bagian dari pendukung Gubernur Riau nonaktif itu. Saat ditemui awak media, juru bicara sekaligus koordinator Gerakan Keadilan untuk Abdul Wahid, Rinaldi mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan tim kuasa hukum yang saat ini berada di Jakarta untuk mempersiapkan pembelaan dalam sidang pokok perkara.

"Kami sudah berkoordinasi dengan pengacara yang dalam hal ini masih di Jakarta untuk melakukan konsolidasi. Tim hukum menyatakan sangat siap menghadapi sidang pokok materi," ujar Rinaldi.


Menurutnya, tim pendukung bersama kuasa hukum juga mengklaim telah menemukan sejumlah hal baru yang nantinya akan menjadi bagian penting dalam pembelaan di persidangan.

"Insyaallah kami telah menemukan hal-hal baru yang nantinya bisa menjadi senjata pamungkas di persidangan untuk menunjukkan bahwa Abdul Wahid tidak bersalah," ujarnya.

Rinaldi menegaskan, keyakinan tersebut juga datang dari orang-orang terdekat Abdul Wahid yang menilai tuduhan yang diarahkan tidak memiliki keterkaitan langsung dengan dirinya.

"Ini menjadi keyakinan dari orang-orang terdekat bahwa beliau memang tidak melakukan dan tidak ada hubungan dalam tuduhan-tuduhan yang dialamatkan kepada beliau," terangnya.

Terkait kedatangan Abdul Wahid di Pekanbaru, Rinaldi menyebut kehadiran para pendukung di bandara maupun rumah tahanan merupakan bentuk solidaritas spontan dari masyarakat.

"Solidaritas itu tidak terkoordinasi. Siapa saja yang ingin datang menjemput atau memberikan dukungan silakan saja. Kami juga menerima banyak video yang menunjukkan masyarakat menyambut beliau di rutan," ucapnya.

Namun, Rinaldi mengaku tidak sempat berkomunikasi langsung dengan Abdul Wahid setibanya di Pekanbaru karena pengawalan petugas yang cukup ketat.

"Tidak ada komunikasi langsung. Sepertinya memang dibatasi atau sudah diatur," tuturnya.


Meski demikian, ia memastikan kondisi kesehatan Abdul Wahid dalam keadaan baik. Bahkan, beberapa hari sebelum dipindahkan ke Pekanbaru, Abdul Wahid disebut sempat menjalani pemeriksaan kesehatan di Mayapada Hospital Jakarta Selatan.

"Alhamdulillah sehat-sehat saja. Informasi terakhir beliau juga sempat menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Mayapada beberapa hari lalu," tuturnya. ***