"Suka Atau Tak Suka Kita Pasti Mati"
Ustadz Khairul Akbar saat sampaikan santapan rohani ramadhan, Sabtu (14/3/2026)
PEKANBARU--(KIBLATRIAU.COM)-- "Kematian tidak memandang usia. Baik itu, tua , muda dan anak-anak . Jika ajal surah tiba, tidak bisa dimajukan atau diundurkan. Sebab setiap yang bernyawa pasti merasakan mati. Suka atau tidak suka jika dipanggil.Allah SWT tidak bisa satupun yang bisa menolaknya. Kita sudah lihat berapa banyak saudara -saudara dan teman kita yang sudah mati. Sementara kita yang masih hidup ini menunggu giliran kapan akan dipanggil oleh Allah SWT. Oleh sebab itu, sebelum ajal datang menghampiri kita siapkanlah bekal sebanyak-banyaknya dengan melakukan ibadah dan amal kebaikan. Terlebih di dalam momen bulan ramadhan ini, perbanyak doa dan meminta ampun. Mati pasti adanya, karena kita ini milik Allah SWT. Maka dari itu, kita akan kembali kepada Allah SWT,", " ungkap ustadz Khairul Akbar saat menyampaikan santapan rohani ramadhan malam yang ke dua puluh lima di Masjid Nurul Muhsinin yang berada di Jalan Ikan Mas, Kelurahan Tangkerang Barat, Kecamatan Marpoyan Damai, Sabtu (14/3/2026).

Dijelaskan ustadz Khairul Akbar bahwa kehidupan manusia diatas dunia ini hanyalah sementara dan tidak kekal.Manusia adalah makhluk yang allah ciptakan melalui proses kehidupan yang panjang.
"Sebelum datang kematian kepada kita, maka persiapkanlah bekal. Karena jika sudah mati nanti tidak akan bisa lagi kita mengerjakan amal ibadah dan balik ke dunia lagi. Jadi sebelum terlambat segera berbuat amal kebaikan, sehingga jika kematian datang kita sudah siap menghadapinya. Semoga kita nanti dipanggil khusnul.khotimah amin ya rabbal alamin," terang ustadz Khairul Akbar.
Ditambahkan ustadz Khairul Akbar, manusia akan menjalani beberapa fase antara lain.
Pertama adalah ALAM RUH
Alam ruh adalah fase pertama kehidupan manusia, disinilah manusia itu berasal. Di alam ini, manusia menunggu panggilan dari Allah SWT untuk nantinya ditempatkan dalam jasad yang telah Allah sediakan. Ketika Allah SWT akan membawa ruh ini untuk masuk kedalam jasad manusia, Allah bertanya kepada setiap ruh dengan pertanyaan yang sama “Alastu bi robbikum.?” (Apakah kalian bersaksi, bahwa akulah tuhan kalian.?) qolu “bala, syahidna.?” (yaaa tuhanku, kami bersaksi bahwa engkau adalah tuhan kami).
Setelah mereka melakukan sumpah pengakuan bahwa Allah' SWT adalah tuhan mereka, barulah Allah masukkan ruh tersebut ke dalam jasad yang telah Allah SWT tentukan. Di alam ruh ini, manusia seluruhnya sama, tidak ada yang lebih baik dari siapapun, tidak ada perbedaan tinggi badan, warna kulit dsbnya.

Kedua adalah ALAM KANDUNGAN
Alam kandungan ini adalah proses awal sebelum lahirnya sosok manusia yang baru. Dalam proses ini sunnatullah berjalan, bermula dari ovum yang dibuahi oleh sperma, kemudian janin tersebut menempel dI dinding rahim, dan dalam penjelasan hadits Arbain an nawawi urutan hadits yang ke empat rasulullah menjelaskan tentang tahapan manusia dalam kandungan. Manusia dalam kandungan mengalami beberapa proses, yang mana masing-masing prosesnya dilalui selama 40 hari. Pada 40 hari pertama manusia berbentuk Nutfah (cairan, bentuk awal dari bersatunya sperma dengan ovum). 40 hari kemudian manusia berbentuk Alaqah (nutfah yang menempel dalam dinding rahim). 40 hari kemudian manusia berbentuk Mutghoh (bentuk awal manusia,tetapi belum memiliki nyawa).
Proses yang berjalan selama kurang lebih 120 hari atau sekitar 3 bulan, barulah Allah utus seorang malaikat untuk meniupkan ruh kedalam jasad manusia. Sebagaimana yang Allah firmankan dalam surat shad ayat 72
فَإِذَا سَوَّیۡتُهُۥ وَنَفَخۡتُ فِیهِ مِن رُّوحِی فَقَعُوا۟ لَهُۥ سَـٰجِدِینَ
Kemudian apabila telah Aku sempurnakan kejadiannya dan Aku tiupkan roh (ciptaan)-Ku kepadanya; maka tunduklah kamu dengan bersujud kepadanya
Bayi yang telah ditiupkan nyawa ke dalam jasadnya dan telah di tuliskan juga atasnamanya beberapa ketentuan takdir yang akan membersamai hidupnya, bayi tersebut berkembang di dalam kandungan sampai berusia kurang lebih 9 bulan 10 hari. Setelah sempurna bayi tersebut secara fisik, barulah Allah lahirkan bayi tersebut kedalam dunia.
Ketiga adalah ALAM DUNIA
Dunia ini adalah alam pertengahan dari lima fase kehidupan manusia, fase kehidupan yang paling menentukan kehidupan manusia setelahnya. Ini menjadi tolak ukur dan penilaian apakah manusia tersebut akan mendapatkan kebahagian atau justru kesengsaraan yang didapatkannya. Karena dalam fase ini Allah SWT membebaskan manusia untuk memilih apa saja yang hendak mereka pilih dan lakukan. Allah SWT memberikan bekal kepada manusia agar manusia tidak salah dalam memilih, bekal tersebut adalah hati dan pikiran.
Pikiran memiliki kemampuan untuk bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, sedangkan hati, ia mampu merasakan mana pilihan yang tepat dan tidak tepat untuk dilaksanakan. Seperti filosofi orang jawa yang mengatakan, “Wong iku, kudu bener lan pener” (Orang itu, selain dia harus bisa melakukan sesatu yang benar, dia juga harus memsatikan bahwa kebenaran yang dia pilih adalah sesuatu yang tepat.
Pada alam dunia ini manusia juga mendapatkan kewajiban untuk taat kepada syariat Islam. Ketaatan secara mutlak dimiliki oleh seseorang yang mukallaf atau telah baligh. Tanda seseorang telah mukallaf atau baligh ini adalah mimpi yang diserai dengan keluarnya mani bagi seorang laki-laki dan menstruasi bagi perempuan.
Di fase inilah Allah SWT telah menjelaskan kepada manusia dan jin, bahwa tujuan mereka diciptakan adalah untuk beribadah hanya kepada Allah SWT. Namun nyatanya tidak semua manusia dan jin taat dan patuh kepada perintah Allah SWT. Sebagian besar dari mereka enggan untuk beribadah, bahkan banyak dari mereka yang menyekutukan Allah. Sebagian dari mereka mempertanyakan tentang pentingnya ibadah bagi kehidupan mereka? Karena bagi mereka, tidak beribadah pun mereka bisa mendapatkan kesenangan di dunia. Pertanyaan ini yang nantnyai akan kita jawab, setelah kita menjabarkan kelima alam kehidupan manusia.
Keempat adalah ALAM BARZAH
Alam barzah atau biasa disebut dengan alam kubur adalah alam dimana manusia di tempatkan oleh Allah setelah mereka meninggal dunia, di alam ini manusia menunggu hadirnya hari kiamat yang akan menentukan kedudukan mereka di alam akhirat. Apakah akan menjadi penghuni surga ataukah mereka merasakan siksa di neraka. Keduanya adalah bentuk balasan dari Allah SWT atas apa yang telah mereka perbuat di kehidupan dunia.
Di alam ini manusia akan di datangi oleh malaikat penjaga kubur, yaitu malaikat munkar dan nakir. Malaikat itu yang akan menanyai manusia tentang keimanan manusia kepada tuhan, rasul dan bagaimana mereka menjalani kehidupan di dunia. Pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak bisa dijawab dengan akal pikiran, jawaban dari pertanyaan tersebut hanya dipunyai oleh orang-orang yang selama hidup di dunia, mereka taat dan patuh kepada Allah SWT dan Rasulullah.

Kelima adalah ALAM AKHIRAT
Alam akhirat adalah pemberhentian terakhir dari perjalanan panjang kehidupan manusia. Pplada alam ini manusia akan diaudit seluruh amal kebaikan dan amal keburukannya. Hasil dari timbangan inilah yang nantinya akan menentukan tempatnya di akhirat. Bagi orang islam yang timbangan kebaikannya lebih berat dari keburukannya, maka mereka mendapatkan tiket langsung ke surga. Sedangkan untuk kaum muslimin yang timbangan keburukannya lebih berat dari kebaikannya, maka mereka harus menjalani fase pembersihan dosa di neraka. Dan untuk mereka yang tidak beriman kepada Allah (kafir) mereka tidak membutuhkan hisab, karena tempat mereka sudah pasti di neraka.
Apa yang akan kita dapatkan di akhirat nanti bergantung kepada apa kita lakukan di dunia, siapa yang taat dan patuh kepada perintah Allah akan berbalas kebaikan berupa surga, dan siapa yang berbuat keburukan akan dihadiahi dengan neraka.
Salah satu bentuk ketaatan kepada Allah adalah menjalankan ibadah dengan sebaik-baiknya dan berharap balasan hanya kepada Allah SWT. Tapi mengapa ibadah itu terasa sangat berat untuk dijalankan, bahkan tidak sedikit diantara manusia yang merasa tidak butuh ibadah, karena efek atau balasan dari ibadah itu tidak dirasakan secara kontan oleh manusia.
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, serta memberi kemudahan dalam memahami arti penting dari ibadah kepada Allah SWT bagi kehidupan kita, coba kita tengok kembali perjalanan kehidupan kita dahulu sebelum kita hidup di alam dunia seperti yang sekarang ini.
Dahulu ketika manusia berada dalam alam ruh, manusia tidak pernah merasa bahwa jasad adalah sesuatu yang penting untuk dirinya. Karena dengan ruh yang mereka miliki, mereka sudah bisa merasakan kehidupan. Kemudian ketika Allah SWT memindahkan ruh tersebut ke dalam alam kandungan, barulah manusia menyadari bahwa jasad itu adalah bagian penting bagi kehidupan manusia, karena untuk bisa tinggal di dunia, manusia membutuhkan ruh dan juga jasad.***