Diduga Arogan, Oknum Guru SDN 002 Lahang Hulu Ancam Murid Kelas 1

Selasa, 31 Maret 2026 - 16:48:29 WIB

Oknum guru Heny Puspasari diduga melakukan pengancaman kepada anak didik

INHIL--(KIBLATRIAU.COM)--Seorang wali murid di SDN 002 Lahang Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), mengaku keberatan atas sikap seorang oknum guru yang diduga bersikap arogan dan mengancam anak didik yang masih duduk di bangku kelas 1 sekolah dasar.


Oknum guru tersebut diketahui bernama Heny Puspasari, yang juga disebut sebagai istri dari kepala sekolah setempat.
Peristiwa ini bermula ketika empat orang anak bermain petasan di depan rumah mereka sendir beberapa waktu yang lalu pada pukul 19.00 WIB. Anak-anak tersebut, termasuk anak Maya, diketahui memang ikut bermain petasan. Namun, persoalan muncul ketika keesokan harinya, sekitar pukul 09.00 WIB, Heny Puspasari mendatangi rumah salah satu orang tua murid, Muhammad Hafis, dan dikabarkan mengancam akan memberhentikan anak-anak yang terlibat.


Wali murid bernama Maya mengungkapkan bahwa dirinya merasa diancam secara berlebihan, karena sanksi yang diberikan hanya menimpa anaknya.


“Anak saya memang ikut bermain petasan bersama teman-temannya seperti Dava, Rian, Iki dan Muhammad Hafis. Tapi yang disanksi hanya anak saya, sementara yang lain tidak. Saya merasa diancam mau diberhentikan dari sekolah tanpa alasan yang jelas,” ujar Maya kepada awak media di kediamannya belum lama ini


Maya juga menceritakan bahwa dirinya secara tidak langsung dipaksa membaca tulisan yang menyatakan bahwa dirinya salah paham, karena menurutnya Bu Heny tidak mengakui telah mengancam datang ke rumahnya.


“Saya dipaksa membaca pernyataan yang bunyinya saya salah paham. Padahal Bu Heny tidak mengaku mengancam datang ke rumah saya. Saya merasa diperlakukan tidak adil,” jelas Maya.
Ia menegaskan, apabila memang ada aturan pendidikan yang dilanggar, dirinya bersedia menerima sanksi secara adil. Namun, ia menolak jika hanya anaknya yang dikenakan sanksi tanpa dasar yang jelas.


“Kalau memang ada aturan pendidikan dan anak saya bersalah, saya siap menerima. Tapi harus adil, panggil semua anak yang terlibat. Jangan hanya anak saya yang disanksi. Saya minta keadilan yang sesuai aturan,” tegas Maya.


Maya juga berharap tidak ada perlakuan semena-mena hanya karena latar belakang ekonomi atau pendidikan orang tua.


“Jangan mentang-mentang kami orang susah dan dianggap tidak tahu apa-apa, lalu dipaksa untuk mengaku. Saya hanya minta keadilan,” harapnya.


Pernyataan Kepala Desa
Kepala Desa Lahang Hulu, Aliaman, saat ditemui awak media di rumahnya, menjelaskan pihak desa sudah berupaya menengahi masalah ini.


“Saya ditelepon Bu Ifau, Camat, meminta menyelesaikan masalah yang viral ini. Saya sebagai kepala desa sudah menyurati Bu Heny Puspasari dan Mansyur sebagai kepala sekolah sekaligus suami Bu Heny. Bahkan saya menyarankan untuk berdamai secara kekeluargaan, tapi kepala sekolah tidak hadir. Kami tak tahu lagi, yang jelas kami lakukan sesuai arahan dan posisi kami sebagai pemerintah desa,” ujar Aliaman.


Ia menambahkan, harapannya adalah dapat duduk bersama dengan kepala sekolah untuk menyelesaikan masalah ini, tetapi hingga saat ini kepala sekolah berada di Tembilahan.


Upaya Konfirmasi Media
Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya untuk mendapatkan konfirmasi dari pihak kepala sekolah serta Dinas Pendidikan Kabupaten Inhil agar pemberitaan tetap berimbang dan akurat.(Anton)