200 Calon Peserta Didik di SMA Negeri Plus Riau Tunggu Pengumuman Penerimaan 25 April 2026

Selasa, 14 April 2026 - 13:54:10 WIB

Seluruh proses seleksi penerimaan calon peserta didik atau Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMA Negeri Plus Riau tahun ajaran 2026/2027 selesai dilaksanakan pada hari ini, Selasa (14/4/2026).

PEKANBARU--(KIBLATRIAU.COM)-Hampir seluruh proses seleksi penerimaan calon peserta didik atau Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMA Negeri Plus Riau  tahun ajaran 2026/2027 selesai dilaksanakan pada hari ini, Selasa (14/4/2026). Dan hanya menunggu  pengumuman kelulusan pada tanggal 25 April 2026 mendatang.

Kepala SMA Negeri Plus Riau, Edi Sutono kepada wartawan mengucapkan rasa syukur dan bangganya atas selesainya proses SPMB sampai hari ini.

"Alhamdulillah semua tahapan dan proses seleksi SPMB SMAN Plus Provinsi Riau Tahun Pelajaran 2026/2027 telah selesai dilaksanakan. Mulai seleksi berkas administrasi, seleksi akademik berupa Tes Potensi Akademik dan Tes Tertulis Bahasa Inggris, hingga tahap tes kesamaptaan (tes lari, sit up dan push up) untuk menguji fisik dan kebugaran calon peserta didik, tes kemampuan komunikasi bahasa Inggris, wawancara seputar pengetahuan umum dan pengetahuan agama ,hingga tes kesehatan dan psikotes," terang Edi .
Selain itu, Edi Sutono sangat bersyukur karena seluruh rangkaian tes tersebut berjalan lancar dan sukses . Karena seluruh rangkaian tes tersebut adalah syarat mutlak bagi calon peserta didik SMAN Plus Provinsi Riau maka kami selalu mempersiapkan ini dengan baik .

"Kalaupun ada kekurangan kekurangan dan kelemahan dalam proses pelaksanaan maka kami akan selalu jadikan dasar untuk pelaksanaan tahun berikutnya," tambah Edi.


Sambung Edi, mengenai proses seleksi dan kendala yang dialami selama proses berlangsung, Kepsek yang akrab dengan wartawan itu menyebutkan bahwa kendala pasti ada, tapi tidak berarti jadi penghambat seluruh rangkaian proses dilaksanakan.

"Untuk proses SPMB SMAN Plus Provinsi Riau Tahun Pelajaran 2026/2027 tidak ada yang berarti. Namun,  dalam pelaksanaan tes akademik terkadang laptop calon peserta didik mengalami error tetapi segera dapat diatasi oleh panitia dengan meminjamkan laptop yang memang telah di sediakan oleh panitia," urai Edi.

Kekhawatiran yang mendalam dari semua rangkaian tes tersebut, terang Edi, adalah ketika lampu mati pada saat pelaksanaan tes akademik, karena walaupun ada genset yang standby di sekolah tetapi butuh waktu lagi untuk mempersiapkan kannya dan itu tentu akan menggeser sesi dan waktu pelaksanaannya.

"Tetapi Alhamdulillah tahun ini PLN men-support kita karena kami juga bersurat agar diprioritaskan pelaksanaan tes CBT SPMB SMAN Plus Provinsi Riau dan Alhamdulillah memang selama dua hari pelaksanaan tes potensi akademik CBT dan tiga hari pelaksanaan rangkaian tes lainnya semuanya berjalan lancar tanpa ada kendala mati lampu," ungkap Edi dengan bangga

"Alhamdulillah pelaksanaan SPMB SMAN Plus Provinsi Riau tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya. Tahun ini kita lebih siap dalam hal menjadwalkan semua tahapan tes . Kalau tahun sebelumnya memang semua Terkesan mendadak karena ada perubahan tempat pelaksanaan tes kesehatan dan psikotes pada saat jadwal dan rangkaian pelaksanaan tes telah di release kepada calon peserta didik," urai Edi lagi

 

Pada tahun ini menurut Edi Sutono, panitia memang sudah beritahukan sejak awal bahwa pelaksanaan tes kesehatan di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.

Untuk jumlah pendaftar dijelaskan Edi Sutono, bahwa tahun sebelumnya sebanyak 1.365 orang, sementara jumlah pendaftar tahun ini sebanyak 1.040 orang .

"Memang tahun ini ada penurunan jumlah pendaftar karena tahun ini juga kita menaikkan nilai rata rata rapor persemester mereka," katanya.

Tahun sebelumnya nilai rata-rata rapor persemester 83 dan tidak ada nilai rapor mata pelajaran umum di bawah 80. Sementara tahun ini dinaikkan menjadi nilai rata-rata rapor persemester 87 dan tidak ada nilai rapor untuk pelajaran umum dibawah 85.

"Hal inilah yang menyebabkan penurunan jumlah pendaftar SPMB SMAN Plus Provinsi Riau tahun ini. Tetapi justru kami panitia juga sangat terkejut ternyata animo dan peminat untuk masuk SMAN Plus Provinsi Riau masih sangat besar walaupun syarat nya semakin kita perketat" tambahnya.

Edi Sutono juga menceritakan kilas hasil wawancara calon pserta didik yang sudah mereka laksanakan. Kesimpulan sementara, katanya, berdasarkan hasil wawancara yang dilaksanakan adalah bahwa calon peserta didik memilih boarding school karena mereka memang ingin belajar mandiri dan menjadi generasi tangguh yang mempunyai daya juang tinggi, disiplin, kompetitif dan terhindar dari gadget yang saat ini dapat menimbulkan kecanduan yang luar biasa.

"Sebagian juga menyatakan bahwa memilih SMAN Plus Provinsi Riau karena masukan dari orang tua agar belajar ditempat sekolah yang bagus dan telah menghasilkan lulusan yang luar biasa baik di bidang pemerintahan, akademik, swasta maupun bidang militer dan kepolisian," ungkap Edi Sutono.

Dijelaskan Edi Sutono, walaupun SMA Negeri Plus Provinsi Riau bukan Pesantren dan hanya sekolah umum tetapi seluruh aktivitas bagi yang muslim tetap sama dengan pesantren.

"SMA Negeri Plus Riau tetap berkomitmen untuk mencetak generasi muda yang mempunyai akademik yang bagus berkarakter disiplin berdaya juang tangguh dan beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Kuasa," tegasnya.

Diakhir wawancara Edi Sutono mengingatkan bahwa setelah proses dan tahapan seleksi dilaksanakan maka tibalah saatnya bagi calon peserta didik dan orang tuanya menunggu hasil pengumuman tahap akhir tanggal 25 April 2026 nanti.

"Orangtua sebenarnya juga sudah mendengar bagaimana tingkat kesulitan berbagai tes yang dilaksanakan karena kami yakin dan percaya bahwa calon peserta didik setelah mengikuti tes pasti akan ditanya oleh orang tuanya bagaimana soal soalnya, mudah atau sulit, bisa atau tidak. Anak pada saat itu pasti telah menjawab dengan jujur.


Dari situ dapat kita menyimpulkan bahwa yang berhak lulus karena  memang bagus dan terbaik pasti akan lulus dan berhasil menjadi siswa siswi SMAN Plus Riau begitu juga sebaliknya yang belum maksimal dan belum berhasil tidak perlu berkecil hati karena SMAN Plus Riau hanya salah satu sekolah tempat belajar, masih banyak sekolah lain untuk anak anak kita mengembangkan potensi dirinya," terangnya panjang lebar.

Dijelaskan kembali oleh Edi Sutono, kuota penerimaan peserta didik SMAN Plus Riau berdasarkan ketersediaan anggaran makan minum dari Pemerintah Provinsi Riau bukan dari jumlah rombel yang tersedia  Selain itu juga   ketersediaan asrama bagi calon peserta didik baru. Tahun ini Pemerintah Provinsi Riau menganggarkan makan minum calon peserta didik SMAN Plus Riau sebanyak 200 orang.

"Maka 200 orang inilah yang akan kita terima dan tidak ada sistem cadangan," pungkas Edi.***