KKIH Pekanbaru Lepas 24 Calon Haji Asal Inhil dan Galang Bantuan untuk Korban Kebakaran Pulau Kijang
Kerukunan Keluarga Indragiri Hilir (KKIH) Kota Pekanbaru menggelar Halal Bihalal yang dirangkai dengan prosesi adat Tepuk Tepung Tawar sebagai bentuk pelepasan calon jamaah haji asal Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil)., Ahad (19/4/2026)
Laporan: Rizki Kurniawan
Pekanbaru
SUASANA hangat dan penuh kekeluargaan terasa di Masjid Daarul Abrar, Kompleks DPRD Provinsi Riau, Ahad (19/4/2026). Pasalnya, Kerukunan Keluarga Indragiri Hilir (KKIH) Kota Pekanbaru menggelar Halal Bihalal yang dirangkai dengan prosesi adat Tepuk Tepung Tawar sebagai bentuk pelepasan calon jamaah haji asal Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).
Sebanyak 24 calon jamaah haji yang berdomisili di Pekanbaru mengikuti prosesi tersebut. Tradisi Tepuk Tepung Tawar yang sarat makna doa dan keselamatan itu menjadi penguat batin menjelang keberangkatan ke Tanah Suci. Para jamaah dijadwalkan berangkat bersama rombongan haji Provinsi Riau melalui Embarkasi Batam mulai 23 April 2026.
Ketua Umum KKIH Pekanbaru, Dr. Hj. Nurlia, SH., MH, dalam sambutannya mengingatkan para calon jemaah untuk menjaga kesiapan mental dan spiritual selama menjalankan ibadah haji. Ia menekankan pentingnya kesabaran serta memperbanyak ibadah di tengah padatnya rangkaian kegiatan di Tanah Suci.
“Fokus beribadah, jaga sikap, dan bawa nama baik daerah. Semoga seluruh jemaah diberikan kesehatan dan kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur,” ujarnya di hadapan para jamaah dan keluarga.
Kegiatan ini, kata Nurlia, tak hanya menjadi ajang silaturahmi dan pelepasan jemaah, kegiatan ini juga diwarnai kepedulian sosial.
Dalam kesempatan yang sama, KKIH Pekanbaru mengajak warga Inhil di perantauan untuk turut membantu korban kebakaran di Pulau Kijang, Kabupaten Indragiri Hilir.
Musibah kebakaran yang terjadi baru-baru ini menyebabkan puluhan bangunan terbakar. Sebanyak 17 rumah dilaporkan rusak berat, mengakibatkan 61 kepala keluarga atau sekitar 190 jiwa kehilangan tempat tinggal.
Ajakan donasi disampaikan langsung oleh Hj. Nurlia sebagai bentuk solidaritas sesama warga Inhil.
Nurlia berharap bantuan yang terkumpul dapat meringankan beban para korban yang tengah menghadapi masa sulit.
“Ini momentum kita untuk saling menguatkan. Saudara-saudara kita di Pulau Kijang sedang membutuhkan uluran tangan. Semoga kebersamaan ini bisa menjadi kekuatan bagi mereka untuk bangkit kembali,” tuturnya.
Kegiatan tersebut pun menjadi cerminan kuatnya nilai kebersamaan masyarakat Inhil, baik dalam menjalankan ibadah maupun dalam menghadapi musibah.***