Banyak Bacaan Sholawat Haji agar Dimudahkan Rezeki dan Panggilan ke Baitullah
ilustrasi membaca sholawat
JAKARTA--(KIBLATRIAU.COM)-- Banyak orang yang secara finansial mampu, namun belum juga berangkat haji. Sebaliknya, ada yang secara ekonomi terbatas, tetapi justru dipanggil lebih dahulu. Di sinilah pentingnya ikhtiar batin, salah satunya dengan memperbanyak sholawat.Sholawat bukan sekadar pujian kepada Nabi Muhammad SAW, tetapi juga amalan yang memiliki banyak keutamaan, termasuk membuka pintu rezeki dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Memperbanyak sholawat juga menjadi salah satu amalan agar diberikan kemudahan menuju Baitullah.
Dikutip dari buku Fadilah Selawat Menuju Cinta Kepada Rasulullah Kajian Kitab Tanbih al-Gafilin dan Tanqih al-Qoul al-Hatsits karya Zulfa Maulida, dijelaskan bahwa sholawat memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam ajaran Islam. Allah SWT sendiri memerintahkan hamba-Nya untuk bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagaimana dalam firman-Nya:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Artinya: "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan." (QS Al-Ahzab: 56)
Selain itu, dalam hadits Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa yang bersholawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bersholawat kepadanya sepuluh kali." (HR Muslim)
Sholawat menjadi sebab turunnya rahmat, diampuninya dosa, serta dikabulkannya doa. Maka tidak heran jika banyak ulama menganjurkan memperbanyak sholawat sebagai pembuka segala hajat, termasuk keinginan untuk berhaji.
Bacaan Sholawat Haji agar Dimudahkan Rezeki
Merujuk arsip detikHikmah, berikut ini sholawat haji yang bisa diamalkan:
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تُبَلِّغُنَا بِهَا حَجَّ بَيْتِكَ الْحَرَامِ وَزِيَارَةَ قَبْرِ نَبِيِّكَ عَلَيْهِ أَفْضْلُ الصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ فِيْ لُطْفٍ وَعَافِيَةٍ وَسَلَامَةٍ وَبُلُوْغِ الْمَرَامِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهٖ وَبَارِكْ وَسَلِّمْ.
Arab latin: Allahumma shalli 'alaa sayyidinaa Muhammadin shalatan tuballighunaa bihaa hajja baitikal haraam wa ziyaarata qabri nabiyyika alaihi afdhalus shalaatu was salaamu fi luthfin wa 'aafiyatin wa salaamatin wa bulughil maraam wa 'alaa aalihi wa shahbihi wa barik wa sallim.
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat atas junjungan kami Muhammad dengan berkah sholawat yang dapat menyampaikan kami dengannya untuk berkunjung ke rumah-Mu yang mulia dan mengunjungi makam nabi-Mu, atasnya sholawat dan salam yang paling utama dalam kelembutan, sehat, selamat, dan tercapai cita-citanya, serta berkahilah dan salam untuk keluarganya dan sahabat-sahabatnya."
Amalan Setara Ibadah Haji
Merujuk buku Fadha' il Al-A'mal Al-Mufadhdhalah: Keutamaan Amal-Amal Utama oleh H Brilly El-Rasheed, S Pd, berikut deretan amalan yang pahalanya setara ibadah haji dan umrah:
1. Salat Subuh Berjamaah Lanjut Dzikir Ditutup Salat 2 Rakaat
Dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa yang melaksanakan salat Subuh berjamaah, kemudian setelah itu menetap di masjid berdzikir kepada Allah sampai terbit matahari, kemudian salat dua rakaat, maka baginya pahala haji dan umrah secara sempurna, sempurna, sempurna." (HR Tirmidzi)
2. Salat Lima Waktu Berjamaah
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ مَشَى إِلَى صَلَاةٍ مَكْتُوبَةٍ فِي الْجَمَاعَةِ فَهِيَ كَحَجَّةٍ وَ مَنْ مَشَى إِلَى صَلَاةٍ تَطَوُّعٍ فَهِيَ كَعُمْرَةٍ نَافِلَةٍ
Artinya: "Siapa yang berjalan menuju salat wajib berjamaah, maka ia seperti berhaji. Siapa yang berjalan menuju salat sunnah, maka ia seperti melakukan umrah yang sunnah." (HR Thabrani)
3. Keluar dari Rumah dalam Keadaan Suci untuk Salat Fardhu
Dalam hadits dari Abu Umamah, Nabi Muhammad berkata:
مَنْ خَرَجَ مِنْ بَيْتِهِ مُتَطَهِّرًا إِلَى صَلاَةٍ مَكْتُوبَةٍ فَأَجْرُهُ كَأَجْرِ الْحَاجِّ الْمُحْرِمِ وَمَنْ خَرَجَ إِلَى تَسْبِيحِ الضُّحَى لاَ يُنْصِبُهُ إِلاَّا إِيَّاهُ فَأَجْرُهُ كَأَجْرِ الْمُعْتَمِرِ وَصَلَاَةٌ عَلَى أَثَرِ صَلاَةٍ لاَ لَغْوَ بَيْنَهُمَا كِتَابٌ فِي عِلِيِّينَ
Artinya: "Barang siapa keluar dari rumahnya dalam keadaan sudah bersuci untuk salat fardhu maka pahalanya seperti pahala orang haji yang berihram. Dan barang siapa keluar untuk salat dhuha dia tidak bermaksud kecuali itu, maka pahalanya seperti pahala orang yang berumrah. Dan salat sesudah salat yang tidak ada perbuatan sia-sia di antara keduanya ditulis di dalam kitab 'Illiyyin." (Hasan: Sunan Abu Dawud)
4. Mengikuti Majelis Ilmu ke Masjid
Dari Abu Umammah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لَا يُرِيدُ إِلَّا أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يُعَلِّمَهُ، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٌ تَامَّا حَجَّتُهُ
Artinya: "Siapa yang berangkat ke masjid yang ia inginkan hanyalah untuk belajar kebaikan atau mengajarkan kebaikan, ia akan mendapatkan pahala haji yang sempurna hajinya." (HR Thabrani)
5. Memperbanyak Dzikir
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata:
"Ada orang-orang miskin datang menghadap Rasulullah SAW. Mereka berkata, orang-orang kaya itu pergi membawa derajat yang tinggi dan kenikmatan yang kekal."
"Mereka salat sebagaimana kami salat. Mereka puasa sebagaimana kami berpuasa. Namun mereka memiliki kelebihan harta sehingga bisa berhaji, berumrah, berjihad serta bersedekah."
Kemudian Rasulullah SAW bersabda:
"Maukah kalian aku ajarkan suatu amalan yang dengan amalan tersebut kalian akan mengejar orang yang mendahului kalian dan dengannya dapat terdepan dari orang yang setelah kalian. Dan tidak ada seorang pun yang lebih utama daripada kalian, kecuali orang yang melakukan hal yang sama seperti yang kalian lakukan. Kalian bertasbih, bertahmid, dan bertakbir di setiap akhir salat sebanyak tiga puluh tiga kali.(Net/Hen)