DP3APM Pekanbaru dan FW-KLA Bersinergi Dorong Pemenuhan Hak Anak Lewat Lima Klaster Kota Layak Anak

Rabu, 22 April 2026 - 20:28:16 WIB

Dinas DP3APM dan FWKLA Pekanbaru foto bersama usai gelar rapat bersama di Aula DP3APM lantai 4 Gedung Dinas Kesehatan, Kompleks Perkantoran Walikota Tenayan Raya, Jalan Abdul Rahman Hamid, Kelurahan Tuah Negeri, Kecamatan Tenayan Raya, Rabu (22/4/2026)

PEKANBARU-(KIBLATRIAU.COM)- Pemerintah Kota Pekanbaru dalam hal ini, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung tumbuh kembang anak, khususnya melalui peran media dalam menyuarakan program Kota Layak Anak di Kota Pekanbaru.

Demikian disampaikan Kepala DP3APM Kota Pekanbaru, Erna Juita saat memberikan sambutan dalam rapat kerja bersama Forum Wartawan Kota Layak Anak (FW-KLA) Kota Pekanbaru.Hadir dalam kegiatan itu, pengurus FWKLA, serta Forum Anak  Kota Pekanbaru.

Kegiatan ini dilaksanakan di Aula DP3APM lantai 4 Gedung Dinas Kesehatan, Kompleks Perkantoran Walikota Tenayan Raya, Jalan Abdul Rahman Hamid, Kelurahan Tuah Negeri, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Rabu (22/4/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.

Dalam sambutanya, Erna Juita menyampaikan bahwa keterlibatan semua pihak sangat dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas perkembangan anak, baik melalui kegiatan edukatif maupun permainan yang mendukung tumbuh kembang mereka.

Erna juga menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai keagamaan dalam setiap kegiatan anak, sehingga tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga mampu membentuk karakter dan moral yang baik sejak dini.

Menurut Erna, peran media menjadi sangat strategis dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Pemberitaan yang tepat dan berimbang dinilai mampu meningkatkan pemahaman publik terhadap program perlindungan anak sekaligus mendorong partisipasi di tengah masyarakat.

Lebih lanjut, Erna menjelaskan bahwa konsep pemenuhan hak anak kini mulai diterapkan di berbagai ruang publik, termasuk hotel, perkantoran, pusat perbelanjaan modern yang telah menyediakan fasilitas ramah anak seperti ruang bermain. Hal ini menjadi contoh nyata bahwa dunia usaha juga memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.

“Ke depan, kita ingin konsep ini bisa dikembangkan lebih luas, tidak hanya di hotel, tetapi juga di berbagai tempat umum lainnya melalui kerjasama yang terintegrasi,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga memaparkan bahwa indikator Kota Layak Anak terbagi ke dalam lima klaster utama yang menjadi acuan dalam pelaksanaan program di daerah.

Klaster pertama adalah hak sipil dan kebebasan yang menjamin anak memiliki identitas serta hak untuk berpendapat. Klaster kedua, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif yang menekankan pentingnya peran keluarga dalam tumbuh kembang anak.

Selanjutnya, klaster ketiga mencakup kesehatan dasar dan kesejahteraan, termasuk pemenuhan gizi dan layanan kesehatan bagi anak. Lalu klaster keempat adalah pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya mendukung perkembangan intelektual dan kreativitas anak.

Sementara itu, klaster yang kelima adalah perlindungan khusus, yang berfokus pada perlindungan anak dari berbagai bentuk kekerasan, eksploitasi dan diskriminasi.
Dengan adanya lima klaster tersebut, pemerintah berharap seluruh pihak dapat memahami dan berkontribusi sesuai perannya masing-masing dalam mewujudkan Kota Layak Anak.

"Melalui rapat kerja ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, media dan masyarakat dalam mewujudkan Kota Pekanbaru sebagai kota yang aman, nyaman dan ramah bagi anak. Semoga kerjasama yang terjalin dengan semua pihak , kedepannya, Kota Pekanbaru meriah penilaian yang tinggi,sehingga kita bisa meriah predikat Kota Layak Nak tingkat Utama," harap Erna. ***