Tiga Syarat Meraih Pertolongan Allah Subhanallah Waatala

Rabu, 29 April 2026 - 08:03:52 WIB

Ustadz Wandi Bustami Lc MAg

 

Oleh : Ustadz Wandi Bustami Lc MAg

PERTOLONGAN  Allah Subhanahu Waatala merupakan anugerah ilahi yang menjadi faktor penentu keberhasilan seorang hamba dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan. Dalam perspektif teologis Islam, pertolongan tersebut tidak diberikan secara acak, melainkan memiliki prasyarat yang harus dipenuhi. Setidaknya terdapat tiga syarat utama yang dapat diidentifikasi dari dalil-dalil Al-Qur’an dan hadis.


1.    Menegakkan Agama-Nya

Syarat pertama yang harus dipenuhi oleh seorang hamba untuk mendapatkan pertolongan Allah ialah orang yang menolong agama-Nya. Sebab Allah Subhanallah Waatala tidak akan menolong seorang hamba sebelum hamba itu memberikan yang terbaik untuk-Nya.

Allah Subhanallah Waatala berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ تَنْصُرُوا اللّٰهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ اَقْدَامَكُمْ ٧
Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (QS. Muhammad: 7).

Imam al-Baidhawi rahimahullah berkata: Jika orang-orang beriman menolong agama Allah swt maka Allah swt pasti menolong mereka dalam berbagai hal termasuk menundukkan musuh-Nya. (Anwar al-Tanzil wa Asraru at-Ta’wil, 5/120). Syekh al-Mutawalli asy-Sya’rawi berkata: Maksud meneguhkan kedudukan ialah Allah swt memberikan kepada kaum muslimin berupa kekuatan dan keberanian  dalam banyak hal disebabkan menolong agama-Nya. (Khawātir).

Menolong agama Allah Subhanahu Waatala di sini tidaklah terbatas pada agama saja, orang-orang yang menolong rasul-Nya juga mendapatkan pertolongan-Nya.

Allah Subhanallah Waatala berfirman:

وَلَيَنْصُرَنَّ اللّٰهُ مَنْ يَّنْصُرُهٗۗ اِنَّ اللّٰهَ لَقَوِيٌّ عَزِيْزٌ ٤٠

Sungguh, Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (QS. al-Hajj: 40).

Al-Baghawi berkata: Dalam ayat ini orang yang ditolong Allah swt bukan saja orang yang menolong agama-Nya tapi juga menolong Rasul-Nya. (Ma’alimu at-Tanzil, 5/389).

Jadi, sangat jelas dan lugas dengan apa yang disampaikan bahwa barang siapa yang ingin ditolong oleh Allah swt dalam setiap saat maka tolonglah agama-Nya terlebih dahulu.


1. Menghidupkan Sikap Tolong Menolong

Syarat berikutnya untuk meraih pertolongan Allah Subhanahu Waatala ialah menghidupkan sikap tolong menolong. Allah Subhanallah Waatala Maha Melihat dan Maha Mengetahui segala yang berlaku di alam semesta ini. Ketika salah seorang hamba-Nya yang memberi pertolongan kepada hamba-Nya yang lain maka Allah swt pasti akan memberi pertolongan yang serupa bahkan lebih.

Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللّٰهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللّٰهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللّٰهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ اللّٰهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ

Dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Barang siapa meringankan seorang mukmin dari suatu kesulitan dunia, maka Allah akan membebaskannya dari suatu kesulitan pada hari kiamat. Barang siapa memberi kemudahan kepada orang yang berada dalam kesulitan, maka Allah akan memberikan kemudahan di dunia dan akhirat. Barang siapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan selalu menolong hamba-Nya selama hamba tersebut menolong saudaranya sesama muslim. HR. Muslim.

Berdasarkan hadits di atas terjadi hubungan kausalitas (sebab akibat) tampak kentara dimana seseorang yang menolong saudaranya seiman pasti akan mendapat pertolongan-Nya. Pertolongan yang didapat berbanding lurus dengan apa yang diberikan.  Tiada suatu kebaikan yang dilakukan kepada seseorang melaikan dibalas dengan kebaikan yang serupa.

Allah Subhanallah Waatala berfirman:

هَلْ جَزَاۤءُ الْاِحْسَانِ اِلَّا الْاِحْسَانُۚ ٦٠

Adakah balasan kebaikan selain kebaikan (pula)? (QS. ar-Rahmān: 60).

Ibnu Rajab al-Hanbali berkata: al-jaza’ min jinsil amal (balasan sesuai dengan jenis perbuatan). (Jami’ al-Ulum wa al-Hikam, 2/284).  Abdul Karim al-Khadir berkata: Apabila seseorang meringankan beban saudarnya maka Allah swt akan menolongnya dalam setiap urusannya. (Syarah al-Arba’in an-Nawawi, 14/22).

Dalam riwayat lain dinukilkan bahwa siapa saja yang membantu saudaranya maka Allah akan memenuhi kebutuhannya.

Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

عَنْ سَالِمٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَسُولَ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يُسْلِمُهُ مَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللّٰهُ فِي حَاجَتِهِ وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللّٰهُ عَنْهُ بِهَا كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللّٰهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Dari Salim dari bapaknya bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Seorang muslim dengan muslim yang lain adalah bersaudara. Ia tidak boleh berbuat zhalim dan aniaya kepada saudaranya yang muslim. Barang siapa yang membantu kebutuhan saudaranya, maka Allah Subhanallah Waatala akan memenuhi kebutuhannya. Barang siapa membebaskan seorang muslim dari suatu kesulitan, maka Allah Subhanallah Waatala akan membebaskannya dari kesulitan pada hari kiamat. Dan barang siapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat kelak. HR. Muslim.

3. Mendekatkan diri (bertakarrub) kepada Allah

Adapun syarat selanjutnya yang harus dipenuhi oleh orang beriman untuk mengundang turunya pertolongan Allah Subhanallah Waatala ialah mendekatkan diri kepada-Nya. Sehabat apapun suatu bangsa namun tidak mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Waatala niscaya Allah swt tidak akan memberikan pertolongan-Nya. Salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada-Nya ialah meningkatkan nilai ketakwaan.

Allah Subhanallah Waatala berfirman:

وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا ۙ ٢ وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ ٣

Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. dan menganugerahkan kepadanya rezeki dari arah yang tidak dia duga (QS. at-Thalaq 2-3).

Takwa adalah kunci dari segalanya. Dimana pun kita berada harus menjunjung tinggi nilai ketakwaan.

Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

اتَّقِ اللّٰهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

Bertakwalah kamu kepada Allah SWT dimana saja kamu berada dan ikutilah setiap keburukan dengan kebaikan yang dapat menghapuskannya, serta pergauilah manusia dengan akhlak yang baik. (HR. Tirmizi)

Kesimpulannya ialah untuk meraihkan pertolongan Allah Subhanallah Waatala maka lakukanlah tiga hal ini yaitu 1) Tolong agama-Nya niscaya Allah pasti akan menolong kita, 2) Hidupkan sikap tolong menolong antar sesame dan, 3) Dekatkan diri kepada-Nya dengan cara meningkatkan ketakwaan. Apabila tiga hal ini yang dilakukan seseorang maka Allah Subhanallah Waatala pasti akan menolongnya.***