2.208 Jemaah Calon Haji Riau Telah Diterbangkan ke Tanah Suci, Kesehatan jadi Perhatian Utama

Rabu, 29 April 2026 - 14:38:42 WIB

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Defizon,

PEKANBARU--(KIBLATRIAU.COM)-- Sebanyak 2.208 orang jemaah haji asal Provinsi Riau telah resmi diberangkatkan ke Tanah Suci melalui beberapa kelompok terbang (kloter) Embarkasi Batam. Data ini mencakup jemaah haji reguler, Petugas Haji Daerah (PHD), pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), serta petugas kloter.

Keberangkatan tersebut tersebar dalam beberapa kloter, yakni BTH 3, BTH 4, BTH 5, BTH 6, dan BTH 7, dengan jumlah jemaah bervariasi di setiap kelompok. Kloter BTH 7 menjadi rombongan dengan jumlah terbanyak, yakni 488 orang, sementara BTH 6 mencatat jumlah paling sedikit akibat adanya mutasi jemaah ke kloter lain.

Di balik kelancaran proses pemberangkatan, masih terdapat sejumlah jemaah yang mengalami kendala keberangkatan. Tercatat sebanyak 7 orang harus menjalani perawatan di Batam, disertai 5 orang pendamping yang turut menunda perjalanan. Selain itu, 4 orang lainnya dilaporkan sakit di daerah sehingga belum dapat diberangkatkan.

Suasana keberangkatan di embarkasi pun digambarkan penuh haru. Di antara pelukan keluarga yang melepas, tampak wajah-wajah penuh harap bercampur cemas. Ada yang menggenggam tasbih erat, ada pula yang terus menoleh ke belakang, seolah ingin menyimpan detik terakhir sebelum berpisah. Di sisi lain, petugas sibuk memastikan setiap jemaah dalam kondisi siap berangkat, baik dari segi administrasi maupun kesehatan.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Defizon, menegaskan bahwa kesiapan fisik menjadi faktor penting dalam menjalankan ibadah haji tahun ini. Ia mengingatkan bahwa kondisi cuaca di Arab Saudi diperkirakan cukup ekstrem, dengan suhu yang dapat menguras energi jemaah.

Dalam keterangannya, Defizon mengimbau seluruh jemaah untuk menjaga kesehatan dan kekompakan selama menjalankan rangkaian ibadah.

“Ibadah haji adalah ibadah fisik. Oleh karena itu, kondisi tubuh harus benar-benar dijaga. Kurangi aktivitas yang tidak perlu, terutama yang bisa menguras tenaga seperti berbelanja berlebihan. Fokuslah pada ibadah,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya mengikuti arahan petugas serta tetap menggunakan alat pelindung diri sesuai ketentuan. Menurutnya, kedisiplinan dalam hal-hal kecil justru dapat menjadi penentu keselamatan dan kelancaran ibadah di Tanah Suci.

Lebih lanjut, Defizon mengingatkan agar jemaah tidak memaksakan diri dalam beraktivitas. Ia menggambarkan bahwa perjalanan haji bukan sekadar perjalanan spiritual, tetapi juga ujian ketahanan fisik yang panjang.

“Banyak jemaah yang terlalu semangat di awal, tetapi kelelahan saat memasuki puncak haji. Padahal, momen puncak itulah yang paling membutuhkan energi. Jadi, istirahat yang cukup itu bukan pilihan, melainkan keharusan,” jelas Defizon.

Di tengah hiruk pikuk keberangkatan, pesan itu terasa relevan. Bayangan padang pasir yang luas, panas yang menyengat, serta jutaan manusia yang berkumpul dalam satu waktu menjadi gambaran nyata yang harus dihadapi para jemaah. Di sanalah, ketahanan fisik dan mental diuji, sekaligus menjadi bagian dari makna perjalanan suci itu sendiri.

Pemerintah Provinsi Riau melalui Kementerian Agama pun memastikan akan terus memantau kondisi jemaah, baik yang telah berangkat maupun yang masih tertunda. Upaya koordinasi dengan pihak embarkasi dan tenaga medis dilakukan agar seluruh jemaah dapat diberangkatkan dalam kondisi sehat dan siap menjalankan ibadah.

Dengan jumlah jemaah yang besar diharapkan agar seluruh jemaah haji Riau dapat menunaikan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat serta memperoleh predikat haji mabrur. (RK)