Alami Kecelakaan Kerja, ABK Ditemukan Tewas di Sungai

Sabtu, 16 Mei 2026 - 15:21:33 WIB

Seorang Anak Buah Kapal (ABK) bernama T Said Muhardi (42) warga Desa Petodaan ditemukan tewas di Sungai Kampar

PELALAWAN--(KIBLATRIAU.COM)--  Seorang Anak Buah Kapal (ABK) bernama T Said Muhardi (42) warga Desa Petodaan ditemukan tewas di Sungai Kampar, dekat Dermaga PT Selaras Abadi Utama (SAU), Desa Petodaan, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan.

Setelah diduga mengalami kecelakaan kerja, saat mengelas lantai kapal ponton yang sedang diperbaiki jatuh terpental ke sungai, Kamis (14/5/2026) lalu.

Beruntung warga yang melakukan pencaharian berhasil ditemukan, setelah mengetahui ABK yang lagi mengelas jatuh terpental ke sungai. Disertai ada bunyi ledakan yang diduga dari tabung gas las digunakan korban.

Menurut keterangan warga yang berhasil dirangkum di lapangan menyebutkan saat itu korban bersama rekan-rekannya sedang melakukan perbaikan lantai ponton yang biasa digunakan mengangkut kayu bocor di Jetty Petodaan sekitar pukul 11.00 WIB.

“Korban sedang bekerja mengelas lantai ponton yang bocor. Saat proses pengelasan terjadi ledakan yang mengakibatkan korban terlempar ke sungai,” ujar Azwir mencetakan kejadian tersebut.

Naas korban terlempar ke dalam sungai dan sempat tenggelam. Beberapa jam dilakukan pencaharian tidak jauh dari lokasi, ditemukan sudah tidak bernyawa sekitar pukul 15.40 WIB.

Selanjutnya jenazah korban kemudian langsung dibawa ke rumah duka di Desa Petodaan, Kecamatan Teluk Meranti, untuk disemayamkan.

Personil Polsek Teluk Meranti dan Polres Pelalawan yang mendapat laporan segera turun melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa para saksi.

Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara SIK melalui Kasi Humas AKP Thomas Bernandes Siahaan SSos membenarkan adanya kejadian tersebut.

"Penyebab kecelakaan kerja itu masih didalami penyebabnya. Sekarang masih menunggu data laporan kronologis lengkapnya," ujar Kasi Humas.

Sementara menurut sumber korban yang bekerja sebagai ABK di kapal Ponton itu melakukan perbaikan atau pengelasan tidak menggunakan alat pelindung diri (APD).

Hingga saat terjadi kecelakaan kerja, ABK itu nyawanya tak terselamatkan. Apalagi ledakan cukup kuat, hingga membuat lantak dinding pontong yang terbuat dari besi jebol.***