Panduan Penyembelihan Hewan Qurban yang Harus Diperhatikan

Senin, 25 Mei 2026 - 09:02:59 WIB

Ustadz Wandi Bustami Lc MAg

 

Oleh : Ustadz Wandi Bustami Lc MAg


    PADA tanggal 10 Dzulhijjah, kaum muslimin di seluruh dunia menyambut hari Raya Idul Adha. Rasa bahagia dan gembira tak dapat disembunyikan dari raut wajah mereka, sebab dalam waktu dekat akan diselenggarakan penyembelihan hewan qurban yang hanya terjadi sekali dalam satu tahun. Mulai dari anak-anak hingga dewasa dan bahkan lanjut usia berkerumun menyaksikan hewan qurban akan disembelih.  Bagi sebagian orang keseruan ini semakin memuncak kala proses penumbangan hingga mata pisau memutus urat leher hewan qurban.

Selain itu, penyembelihan hewan qurban mengajarkan banyak hal. Amalan ini bukan sekedar menyembelih seperti yang kita lihat pada umumnya, tetapi merupakan sebuah cara untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Waatala. Peserta quban diminta ikhlas dan mengharap pahala dari Allah Subhanahu Waatala semata atas jerih payahnya. Di sisi lain, para petugas yang ditunjuk harus memperhatikan beberapa hal sebelum melakukan aksinya yaitu:

1.    Membaca Bismillah dan Bertakbir saat Menyembelih

Sebelum hewan quban disembelih, para petugas jagal harus membaca bismillah dan bertakbir.
Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ قَالَ: ضَحَّى النَّبِيُّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِكَبْشَيْنِ أَمْلَحَيْنِ أَقْرَنَيْنِ، ذَبَحَهُمَا بِيَدِهِ، وَسَمَّى وَكَبَّرَ وَوَضَعَ رِجْلَهُ عَلَى صِفَاحِهِمَا

Dari Anas bin Malik ra berkara, Nabi saw berkurban dengan dua ekor kambing yang putih bercampur hitam dan bertanduk. Beliau menyembelihnya dengan tangan beliau sendiri, membaca basmalah dan bertakbir, serta meletakkan kaki beliau pada sisi leher keduanya. (HR. Bukhari).

2.Tidak Mengasah Pisau di depan Hewan

Para petugas jagal harus menghindari mengasah pisau di depan hewan yang akan disembelih karena hal itu dapat membuat hewan qurban menderita dan stress.

Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللّٰهِ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَسُولَ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ بِحَدِّ الشِّفَارِ وَأَنْ تُوَارَى عَنْ الْبَهَائِمِ وَإِذَا ذَبَحَ أَحَدُكُمْ فَلْيُجْهِزْ

Dari Salim bin Abdillah, dari bapaknya, Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam memerintah untuk menajamkan pisau dan merahasiakannya dari penglihatan hewan sembelihan. Jika salah seorang di antara kamu menyembelih hewan, permudahlah kematiannya. (HR. Ahmad)

3.Tidak  Menyembelih di depan Hewan Lainnya.

Selanjutnya, hindari penyembelihan di depan hewan. Karena hal demikian dapat menambah penderitaan hewan yang akan disembelih. Sesungguhnya hewan-hewan itu paham dan mengerti apa yang terjadi dengan kawan-kawannya.  

Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

عَنْ عَبْدِ اللّٰهِ بْنِ عَبَّاسِ قَالَ: مَرَّ رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى رَجُلٍ وَاضِعٍ رِجْلَهُ عَلَى صَفْحَةِ شَاةٍ، وَهُوَ يَحُدُّ شَفْرَتَهُ، وَهِيَ تَلْحَظُ إِلَيْهِ بِبَصرِها، قَالَ:أَفَلا قَبْلَ هَذَا، أَوَ تُرِيدُ أَنْ تُمِيتَهَا مَوْتَتَينِ

Dari Abdullah bin Abbas ra: Rasulullah saw melewati seseorang yang meletakkan kakinya di atas badan samping seekor kambing sambil menajamkan pisaunya, sedang kambing itu melihat ke arah pisau, maka beliau bersabda: Mengapakah engkau tidak menajamkan pisau sebelum melakukan ini, apakah engkau ingin mematikannya dua kali? (HR. Thabrani).

Dan dianjurkan untuk tidak menajamkan pisau di hadapan hewan sembelihan, & tidak boleh mnyembelih seekor hewan dihadapan hewan yang lainnya, dan tidak boleh menyeretnya ke tempat penyembelihannya di depan yang lain”  (Abdullah al-Bassam, Taudhîhul Ahkâm min Bulûghil Marâm, VII/64 )

4.Menajamkan Pisau

Hal penting lain ialah pastikan mata pisau tajam, sehingga memudahkan proses penyembelihan.
Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda.

إِنَّ اللّٰهُ كَتَبَ الْإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذَّبْحَ وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ فَلْيُرِحْ ذَبِيحَتَهُ

Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat baik (ihsan) atas segala sesuatu. Jika kalian membunuh (dalam qishah,-pent) maka berbuat ihsanlah dalam cara membunuh dan jika kalian menyembelih maka berbuat ihsanlah dalam cara menyembelih, dan hendaklah salah seorang dari kalian menajamkan parangnya dan menyenangkan sembelihannya. HR. Muslim

5.Menghadap Kiblat dan Membaca Doa

Terdapat riwayat yang menunjukkan anjuran menghadapkan hewan qurban ke arah kiblat ketika disembelih. Di antaranya hadis dari Jabir bin Abdullah bahwa ketika Muhammad hendak menyembelih kurban, beliau menghadapkan hewan tersebut ke kiblat lalu membaca doa:

إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ، إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَٰلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ.

Sesungguhnya aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan lurus, dan aku bukanlah termasuk orang-orang musyrik. Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Dengan itulah aku diperintahkan dan aku termasuk orang-orang muslim. (HR. Abu Daud dan lainnya).

Selain itu, para ulama fikih menjelaskan bahwa menghadap kiblat saat menyembelih termasuk adab dan sunnah dalam penyembelihan, karena kiblat merupakan arah yang dimuliakan dalam ibadah. Oleh sebab itu, dianjurkan agar penyembelih dan hewan qurban sama-sama diarahkan ke kiblat ketika proses penyembelihan dilakukan. Sesungguhnya Ibnu Umar tidak suka memakan daging hewan yang disembelih dengan tidak menghadap kiblat. (Mushannif Abdurrazaq)

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa penyembelihan hewan qurban bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi merupakan ibadah yang mengandung nilai ketakwaan, kasih sayang, dan penghambaan kepada Allah Subhanahu Waatala.

 Islam mengajarkan agar proses penyembelihan dilakukan dengan penuh ihsan, seperti membaca basmalah dan takbir, menajamkan pisau tanpa memperlihatkannya kepada hewan, tidak menyembelih di depan hewan lain, serta menghadap kiblat sambil berdoa. Semua tuntunan ini menunjukkan bahwa Islam sangat memperhatikan etika terhadap hewan sekaligus menanamkan keikhlasan dan penghormatan dalam pelaksanaan ibadah qurban.***