Bupati Siak Ikuti Sholat Idul Adha 1447 H bersama Ribuan Masyarakat di Kampung Mandiangin
Bupati Siak Afni Zulkifli menyambut perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah secara sederhana. Ia bersama suami Triono Dul Hakim, memilih keliling pelosok kampung dan kecamatan., Rabu (27/5/2026)
SIAK---(KIBLATRIAU.COM)-- Bupati Siak Afni Zulkifli menyambut perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah secara sederhana. Ia bersama suami Triono Dul Hakim, memilih keliling pelosok kampung dan kecamatan.
Di kampung Mandiangin Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Bupati Afni mengikuti sholat Idul Adha dan berbaur bersama masyarakat di Lapangan Bola, Rabu (27/5/2026).
Ribuan warga Kampung tumpah ruah melaksanakan sholat di lapangan sepakbola Mandiangin, karena ini pertama kalinya orang nomor satu di Kabupaten itu, melaksanakan sholat Idul Adha di sana.
"Meski Mandiangin jauh dari Ibukota Kabupaten, namun dengan kehadiran saya disini kiranya memberikan keyakinan bahwa kami selalu ingin dekat dengan rakyat, di pelosok manapun berada. Selamat Hari Raya Idul Adha, mohon dimaafkan lahir dan batin masih belum sempurna menjadi pemimpin," ungkap Bupati Afni.
Tidak sekedar datang melaksanakan shalat Id, Bupati Afni bersama suami juga menyerahkan satu ekor sapi kurban di Mandiangin Sedangkan kurban lainnya disalurkan di Siak.
Disampaikan bahwa total hewan kurban untuk Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah se-Kabupaten Siak mencapai 3.072 ekor yang tersebar di 14 kecamatan. Terdiri dari 2.428 ekor sapi, 59 ekor kerbau, serta 585 ekor kambing dan domba.
Menurut Afni, peningkatan jumlah hewan kurban tersebut menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat dalam melaksanakan ibadah kurban pada Idul Adha 1447 H tahun ini.
Afni menjelaskan, sebagian besar hewan kurban berasal dari peternak lokal di Kabupaten Siak. Untuk sapi, sebanyak 2.189 ekor berasal dari dalam daerah dan 239 ekor didatangkan dari luar daerah.
Sementara itu, kerbau asal Kabupaten Siak tercatat sebanyak 4 ekor dan dari luar daerah sebanyak 55 ekor. Sedangkan kambing atau domba dari dalam daerah sebanyak 581 ekor dan luar daerah 4 ekor.
Afni menyebutkan, tujuan utama berkurban adalah sebagai bentuk ketaatan kepada Allah Subhanahu Waatala serta wujud rasa syukur atas nikmat yang diberikan.
Selain itu, ibadah kurban juga menjadi sarana meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim AS dan memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Melalui pembagian daging kurban, kita diajarkan untuk berbagi kebahagiaan dan mempererat tali persaudaraan dengan sesama,” tutur Afni. (Inf)