Empat Tanda Akhir Zaman dalam Sabda Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam

Kamis, 04 Juni 2026 - 08:35:16 WIB

Ustadz Wandi Bustami Lc MAg

Oleh : Ustadz Wandi Bustami Lc MAg

  KEHIDUPAN di atas dunia pasti akan berakhir yang ditandai dengan datangkan hari kiamat. Mengenai kapan masa itu tiba tidak seorang pun yang tahu, sebab ia merupakan di antara rahasia Allah Subhanahu Waatala. Namun walau demikian, baginda Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam mengkabarkan tanda-tandanya.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda:

عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:  يُوشِكُ أَنْ يَأْتِيَ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لَا يَبْقَى مِنَ الْإِسْلَامِ إِلَّا اسْمُهُ وَلَا يَبْقَى مِنَ الْقُرْآنِ إِلَّا رَسْمُهُ مَسَاجِدُهُمْ عَامِرَةٌ وَهِيَ خَرَابٌ مِنَ الْهُدَى عُلَمَاؤُهُمْ شَرُّ مَنْ تَحْتَ أَدِيمِ السَّمَاءِ مَنْ عِنْدَهُمْ تَخْرُجُ الْفِتْنَةُ وَفِيهِمْ تَعُودُ

Dari Ali bin Abi Thalib ra berkata: Rasulullah saw bersabda: Akan datang kepada manusia suatu masa dimana Islam hanya tinggal nama, al-Quran hanya tinggal tulisan, masjid-masing bagus (makmur dari segi fisik) jauh dari petunjuk, ulamanya manusia yang jahat karena dari mereka muncul fitnah dan akan kembali kepadanya. (HR. Baihaqi).

Berdasarkan riwayat di atas terdapat empat tanda akhir zaman yaitu:

1.     Islam Tinggal Nama

Di akhir zaman, Islam menjadi manyoritas hanya tinggal nama. Kala itu bukan orang bukan beragama atau murtad, melainkan keberadaannya sekedar identitas belaka. Agama dipakai pada urusan tertentu seperti memperingati kelahiran anak, prosesi pernikahan dan kematian. Adapun di luar itu agama tidak lebih dari sebuah ceremonial. Nilai Islam benar-benar lenyap dari kehidupan orang Islam itu sendiri. Rumah-rumah ibadah dijadikan mesium atau tempat rekreasi atau wisata. Orang awam dengan shalat, puasa, haji dan ibadah-ibadah lainnya.

Ajaran-ajaran pokok dalam agama Islam mulai tercabut satu per satu di antara yang pertama hilang ialah amanah meski slogan itu tetap menggema dimana-mana.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda:

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ الْبَاهِلِيِّ عَنْ رَسُولِ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لَيُنْقَضَنَّ عُرَى الْإِسْلَامِ عُرْوَةً عُرْوَةً فَكُلَّمَا انْتَقَضَتْ عُرْوَةٌ تَشَبَّثَ النَّاسُ بِالَّتِي تَلِيهَا وَأَوَّلُهُنَّ نَقْضًا الْحُكْمُ وَآخِرُهُنَّ الصَّلَاةُ.

Dari Abu Umamah al-Bahili dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda; Ikatan-ikatan Islam akan terlepas satu demi satu, setiap kali satu ikatan terlepas orang-orang bergantungan pada ikatan selanjutnya. Yang pertama kali terlepas adalah masalah hukum dan yang terakhir adalah shalat. (HR Ahmad).

Hadis tersebut memberikan gambaran bahwa kerusakan umat tidak terjadi sekaligus, melainkan berlangsung secara bertahap. Nilai-nilai Islam akan tercabut satu demi satu dari kehidupan manusia. Ikatan pertama yang rusak adalah hukum dan keadilan, yaitu ketika syariat, amanah, dan prinsip kebenaran tidak lagi ditegakkan secara benar.

Setelah itu, berbagai ajaran Islam lainnya akan semakin melemah hingga akhirnya yang terakhir tersisa adalah shalat. Ketika shalat pun ditinggalkan, berarti hampir tidak ada lagi ikatan yang menghubungkan manusia dengan agamanya.


2. Al-Quran Tinggal Mushaf

Salah satu yang menyayat hati umat islam dewasa ini adalah minimnya perhatian orang tua untuk mengajarkan atau mendidik anaknya belajar Al-Quran. Secara tidak langsung kurangnya atensi tersebut isyarat akan berlakunya hadits Nabi tersebut tentang akhir zaman. Al-Quran diabaikan dan menjadi hiasan di dinding-dinding rumah.

Allah  Subhanahu Waatala berfirman:

وَقَالَ الرَّسُوْلُ يٰرَبِّ اِنَّ قَوْمِى اتَّخَذُوْا هٰذَا الْقُرْاٰنَ مَهْجُوْرًا ٣٠

Berkatalah Rasul: "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan al-Quran itu sesuatu yang tidak diacuhkan". (QS. Al-Furqān: 30).

Al-Qur’an yang sejatinya menunjukkan jalan kebenaran berubah orientasi menjadi alat untuk mendapatkan keuntungan duniawi dan popularitas.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda:

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ:  تَعَلَّمُوا الْقُرْآنَ وَسَلُوا بِهِ الْجَنَّةَ قَبْلَ أَنْ يَتَعَلَّمَ قَوْمٌ يَسْأَلُونَ بِهِ الدُّنْيَا فَإِنَّ الْقُرْآنَ يَتَعَلَّمُهُ ثَلَاثَةٌ: رَجُلٌ يُبَاهِي بِهِ وَرَجُلٌ يَسْتَأْكِلُ بِهِ وَرَجُلٌ يَقْرَأُ ِللّٰهِ عَزَّ وَجَلَّ

Dari Abu Sa’id al-Khudri bahwasanya dia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Pelajarilah al-Qur’ān dan mintalah surga dengan al-Qur’ān itu sebelum dipelajari oleh kaum yang menginginkan dunia dengan al-Qur’ān. Sebab al-Qur’ān itu dipelajari oleh tiga golongan, yaitu: Orang yang belajar al-Qur’ān untuk berbangga diri, orang yang belajar al-Qur’ān untuk mencari makan, dan orang yang belajar al-Qur’ān karena Allah azza wa jalla. (HR. Baihaqi).

Jadi, yang dimaksud Al-Qur’an tinggal nama ialah kurangnya perhatian orang Islam terhadap Al-Qur’an dan menukarnya dengan kehidupan dunia.

3. Masjid Besar namun Sepi

Semakin hari pembangun masjid semakin megah, mewah dan glamor. Namun dalam waktu bersamaan minimnya kegiatan-kegiatan yang berbau keilmuan. Masjid-masjid hanya sebatas simbol keagamaan yang memukau para wisawatan. Tak jarang ditemui para pengurus masjid berbangga-banggaan antar sesama mereka.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda:

عَنْ أَنَسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَتَبَاهَى النَّاسُ فِي الْمَسَاجِدِ

Dari Anas bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Tidak akan datang Hari Kiamat sampai manusia bermegah-megahan dalam membangun Masjid. HR Abu Daud.

Orang Islam benar-benar mengikuti perilaku agama-agama sebelum mereka. Jika ada di antara umat terdahulu yang membunuh orang tuanya, maka umat ini pun ada yang melakukannya; bila di antara umat dahulu ada yang tidak memperhatikan halal dan haram, maka umat ini pun akan melakukannya; dan jika umat terdahulu meninggalkan rumah ibadah mereka, maka umat ini pun akan mengikutinya.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرَاكُمْ سَتُشَرِّفُونَ مَسَاجِدَكُمْ بَعْدِي كَمَا شَرَّفَتِ الْيَهُودُ كَنَائِسَهَا وَكَمَا شَرَّفَتِ النَّصَارَى بِيَعَهَا

Dari Ibnu 'Abbas ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Aku melihat kalian akan memegahkan masjid-masjid kalian setelah sepeninggalku, sebagaimana orang-orang Yahudi memegahkan sinagog-sinagog mereka, dan sebagaimana orang-orang Nasrani memegahkan gereja-gereja mereka. (HR. Abu Daud).

4. Munculnya Ulama Jahat

Bagian terakhir yang akan berlaku di akhir zaman ialah munculnya para ulama yang cinta dunia. Mereka menggadaikan agama demi mendapatkan jabatan, kedudukan, harta dan nama. Allah swt menjemput hamba-Nya yang benar-benar berjuang demi islam dan yang tersisa adalah orang-orang (ulama) yang menginginkan kehidupan dunia. Sebab munculnya ulama-ulama su’ (jahat) ini karena mereka memperjual-belikan agama.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: بَادِرُوا بِالْأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا أَوْ يُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنْ الدُّنْيَا

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Segeralah beramal sebelum datangnya fitnah seperti potongan-potongan malam yang gelap gulita. Di pagi hari seorang dalam keadaan mukmin, lalu kafir di sore harinya. Di sore hari seorang dalam keadaan mukmin, lalu kafir di pagi harinya. Dia menjual agamanya dengan barang kenikmatan dunia. (HR. Muslim).

Ciri-ciri mereka sangat jelas, berpakaian rapi, pintar bicara namun hatinya jahat.
Rasulullah Shallallahu  Alaihi Wasallam bersabda: Dari Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Pada akhir zaman nanti akan bermunculan orang-orang yang mencari dunia dengan agama, mereka mengenakan pakaian di antara manusia dengan bulu domba kerena saking halusnya, lisan mereka lebih manis dari gula dan hati mereka adalah seperti hati serigala. (HR. Tirmizi)

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa ke empat tanda tersebut menunjukkan terjadinya kemerosotan nilai-nilai Islam secara bertahap dalam kehidupan manusia. Oleh karena itu, setiap muslim hendaknya berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan Sunnah, menjaga ibadah, memakmurkan masjid dengan ilmu dan amal shaleh serta berhati-hati dari fitnah yang dapat menjauhkan diri dari ajaran agama.***