Prof Jimly Asshiddiqie: Kritik Kebijakan dengan Gagasan, Bukan Serangan Pribadi

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:57:11 WIB

Tokoh nasional sekaligus pakar hukum tata negara, Jimly Asshiddiqie, melakukan silaturahmi dengan jajaran pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Wilayah Riau di Sekretariat ICMI Riau, Pekanbaru, Jumat (12/6/2026).

PEKANBARU--(KIBLATRIAU.COM)-- Tokoh nasional sekaligus pakar hukum tata negara, Jimly Asshiddiqie, melakukan silaturahmi dengan jajaran pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Wilayah Riau di Sekretariat ICMI Riau, Pekanbaru, Jumat (12/6/2026).

Dalam suasana penuh keakraban dan diskusi kebangsaan, Prof Jimly menyampaikan pandangannya terkait kondisi bangsa saat ini.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya kalangan intelektual dan cendekiawan, untuk tetap menumbuhkan optimisme di tengah berbagai tantangan yang dihadapi negara.

Menurutnya, meskipun terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian publik, masih banyak kebijakan pemerintah yang berpihak kepada rakyat dan patut diapresiasi. Karena itu, masyarakat tidak perlu terjebak dalam pesimisme yang berlebihan.

"Kita harus tetap optimistis. Banyak juga kebijakan yang dibuat untuk kepentingan rakyat. Tinggal bagaimana pelaksanaannya ke depan sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat," ungkap Prof Jimly dalam pertemuan tersebut.

Ia menegaskan bahwa dalam negara demokrasi, kritik merupakan bagian penting dari proses pembangunan dan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan. Namun, kritik yang disampaikan hendaknya diarahkan pada substansi kebijakan, bukan menyerang pribadi para pengambil keputusan.

"Kritiklah idenya, kritiklah kebijakannya. Jangan menuding atau mengkritik pribadi seseorang. Demokrasi akan lebih sehat jika perdebatan dilakukan pada tataran gagasan dan solusi," sebutnya.

Prof Jimly juga menilai bahwa jika dibandingkan dengan periode pemerintahan sebelumnya, kondisi saat ini masih memiliki berbagai aspek positif yang dapat menjadi modal untuk perbaikan ke depan. Ia berharap pemerintah terus membuka ruang evaluasi dan bersedia melakukan penyempurnaan terhadap berbagai kebijakan yang dinilai belum optimal.

"Asalkan ke depan ada kemauan untuk memperbaiki dan mengubah kebijakan yang kurang tepat, maka kita bisa terus bergerak ke arah yang lebih baik," tambahnya.

Sementara itu, Ketua ICMI Orwil Riau, dr. H. Burhanuddin Agung, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kehadiran Prof Jimly Asshiddiqie di Sekretariat ICMI Riau.

Menurutnya, silaturahmi tersebut menjadi momentum penting bagi para pengurus ICMI Riau untuk mendapatkan pandangan dan wawasan langsung dari salah satu tokoh bangsa yang memiliki pengalaman panjang dalam bidang hukum, konstitusi, dan kehidupan bernegara.

"Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Prof Jimly Asshiddiqie. Silaturahmi ini memberikan banyak inspirasi dan pencerahan bagi pengurus ICMI Riau dalam menjalankan peran sebagai organisasi cendekiawan yang turut berkontribusi bagi kemajuan daerah dan bangsa," ujar Burhanuddin.

Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan diwarnai dialog interaktif mengenai berbagai isu kebangsaan, demokrasi, serta peran kaum intelektual dalam menjaga persatuan dan memberikan kontribusi pemikiran bagi pembangunan Indonesia di masa mendatang. ***