Warga Enok Panik Akibat Longsor, Tanah Retak dan Rumah Miring

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:41:32 WIB

bencana tanah longsor akibat abrasi yang dipicu air pasang terjadi di Jalan Melati RT 001 RW 002, Kelurahan Enok, Kecamatan Enok, Kabupaten Indragiri Hilir, Rabu (17/6/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.

ENOK--(KIBLATRIAU.COM)--Adanya bencana tanah longsor akibat abrasi yang dipicu air pasang terjadi di Jalan Melati RT 001 RW 002, Kelurahan Enok, Kecamatan Enok, Kabupaten Indragiri Hilir, Rabu (17/6/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Atas kejadian itu  mengakibatkan kepanikan di tengah masyarakat karena longsor terjadi sangat dekat dengan permukiman warga dan mengancam sejumlah rumah yang berada di sekitar lokasi.


Longsor diduga terjadi akibat abrasi yang terus-menerus menggerus tanah di tepian kawasan permukiman saat air pasang. Kondisi tanah yang labil akhirnya tidak mampu menahan beban dan mengalami longsor. Akibat kejadian tersebut, terlihat retakan-retakan cukup besar di beberapa titik tanah yang berada di sekitar rumah warga.

Warga yang mengetahui adanya longsor langsung berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri dan memastikan kondisi keluarga mereka. Kepanikan semakin meningkat ketika sejumlah rumah mulai menunjukkan tanda-tanda pergeseran akibat kondisi tanah yang terus bergerak. Beberapa bangunan bahkan dilaporkan sudah tampak miring sehingga membuat warga khawatir rumah mereka sewaktu-waktu dapat roboh jika terjadi longsor susulan.


Suasana di lokasi kejadian dipenuhi warga yang berusaha mengamankan barang-barang berharga dan perabotan rumah tangga ke tempat yang dianggap lebih aman. Sebagian warga terlihat mengangkut peralatan elektronik, dokumen penting, pakaian, hingga perlengkapan rumah tangga lainnya untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk.


Menurut keterangan seorang warga yang akrab disapa Adul, kondisi tanah hingga saat ini masih sangat mengkhawatirkan. Retakan tanah masih terlihat jelas dan sebagian warga memilih tetap berjaga-jaga karena takut terjadi longsor susulan.

"Kami sangat khawatir. Tanah masih retak-retak dan ada rumah yang sudah mulai miring. Warga sekarang sibuk menyelamatkan barang-barang penting karena takut longsor kembali terjadi. Sampai sekarang kami masih waspada karena kondisi tanah belum benar-benar stabil," ujar Adul saat dikonfirmasi wartawan KiblatRiau.com melalui sambungan telepon seluler.

Adul menambahkan bahwa masyarakat berharap adanya penanganan cepat dari pemerintah dan instansi terkait mengingat kondisi abrasi yang terjadi sudah cukup lama dirasakan warga. Menurutnya, setiap kali air pasang naik, warga selalu merasa cemas karena khawatir tanah di sekitar permukiman kembali tergerus.
Sementara itu, Lurah Enok, Martilah, mengatakan pihak kelurahan telah menerima laporan dari masyarakat terkait kejadian tersebut.

Pemerintah setempat segera melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk memantau kondisi lokasi dan mengambil langkah-langkah penanganan yang diperlukan.


"Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan mengutamakan keselamatan. Jangan mendekati area yang mengalami retakan atau berada di sekitar titik longsor karena dikhawatirkan terjadi pergerakan tanah susulan," ujar Martilah.

Meski menimbulkan kepanikan dan mengancam sejumlah rumah warga, hingga berita ini diturunkan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Alhamdulillah seluruh warga yang berada di sekitar lokasi dilaporkan dalam keadaan selamat.

 

Namun demikian, ancaman belum sepenuhnya berakhir. Kondisi tanah yang masih retak-retak serta terus terjadinya abrasi akibat air pasang membuat masyarakat tetap berada dalam kewaspadaan tinggi. Sejumlah warga bahkan memilih mengungsi sementara ke rumah kerabat dan tetangga untuk menghindari risiko apabila terjadi longsor susulan pada malam hari.
Hingga Rabu sore, warga bersama aparat setempat masih melakukan pemantauan di sekitar lokasi kejadian.

Masyarakat berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi abrasi yang terus menggerus kawasan permukiman tersebut sehingga kejadian serupa tidak kembali mengancam keselamatan warga di masa mendatang.


Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya penanganan abrasi di wilayah pesisir dan bantaran sungai yang rawan mengalami pengikisan tanah. Warga berharap adanya perhatian serius agar lingkungan tempat tinggal mereka tetap aman dan terhindar dari ancaman bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Subjudul yang cocok: Abrasi akibat air pasang gerus tebing permukiman, warga selamatkan harta benda dan khawatir terjadi longsor susulan.(Anton)