Warga Kuala Selat Sambut Gembira Dimulainya Pembangunan Batu Pemecah Ombak 500 Meter
Warga Desa Kuala Selat, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir menyambut gembira dimulainya pembangunan batu pemecah ombak sepanjang 500 meter yang berada di depan kawasan permukiman.
INHIL--(KIBLATRIAU.COM)-- Warga Desa Kuala Selat, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir menyambut gembira dimulainya pembangunan batu pemecah ombak sepanjang 500 meter yang berada di depan kawasan permukiman warga. Proyek yang mulai dikerjakan pada 5 Mei 2026 tersebut menjadi harapan besar bagi masyarakat pesisir yang selama puluhan tahun menghadapi ancaman abrasi dan terjangan gelombang laut.
Wilayah Desa Kuala Selat yang berada di kawasan perbatasan Riau daratan dan Riau lautan selama ini menjadi salah satu daerah yang rentan terhadap abrasi. Kondisi tersebut membuat masyarakat yang tinggal di sepanjang pesisir pantai selalu dihantui rasa khawatir, terutama saat musim angin kencang, gelombang tinggi, dan pasang besar melanda wilayah tersebut.
Kepala Desa Kuala Selat, Nurjaya, mengatakan bahwa pembangunan batu pemecah ombak ini merupakan impian masyarakat yang telah diperjuangkan selama bertahun-tahun.
"Sudah puluhan tahun kami berupaya mencari berbagai cara untuk menyelamatkan permukiman dan perkebunan masyarakat dari ancaman abrasi. Alhamdulillah, pada 5 Mei 2026 pekerjaan batu pemecah ombak ini sudah mulai dilaksanakan. Ini menjadi kabar yang sangat menggembirakan bagi masyarakat Desa Kuala Selat," ujarnya kepada wartawan KiblatRiau.com, Rabu (17/6/2026).
Menurut Nurjaya, abrasi yang terus terjadi selama bertahun-tahun telah mengancam keberadaan rumah warga serta lahan perkebunan yang menjadi sumber mata pencaharian masyarakat. Oleh karena itu, pembangunan batu pemecah ombak dinilai sebagai langkah strategis untuk mengurangi dampak gelombang laut yang terus mengikis daratan.
Ia berharap pembangunan dapat berjalan lancar hingga selesai sesuai dengan perencanaan sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah merealisasikan pembangunan ini. Harapan kami, batu pemecah ombak ini nantinya mampu melindungi kawasan permukiman dan perkebunan masyarakat dari ancaman abrasi yang selama ini menjadi persoalan utama di desa kami," tambahnya.
Sementara itu, salah seorang warga Desa Kuala Selat mengaku sangat bersyukur karena pembangunan yang selama ini dinantikan akhirnya dapat terwujud.
"Kami sangat menantikan bantuan pemerintah ini. Alhamdulillah hari ini pekerjaannya sudah berjalan. Sudah puluhan tahun kami menunggu pembangunan seperti ini karena setiap musim angin kencang, gelombang besar, dan pasang laut, kami yang tinggal di kawasan pantai selalu merasa gelisah," terangnya.
Menurutnya, kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Beberapa peristiwa abrasi yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir telah menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat pesisir yang setiap saat berhadapan langsung dengan kondisi alam.
"Kalau angin kencang dan ombak besar datang, kami selalu waswas. Apalagi mengingat kejadian beberapa tahun lalu yang membuat warga khawatir terhadap keselamatan rumah dan lingkungan tempat tinggal. Karena itu kami sangat bersyukur pembangunan batu pemecah ombak ini akhirnya terealisasi," sebutnya.
Pembangunan batu pemecah ombak sepanjang 500 meter tersebut diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang dalam mengurangi dampak abrasi di kawasan pesisir Desa Kuala Selat. Selain memberikan perlindungan bagi permukiman warga, keberadaan bangunan ini juga diharapkan mampu menjaga lahan perkebunan masyarakat yang selama ini menjadi penopang ekonomi keluarga.
Masyarakat berharap pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu dengan kualitas yang baik sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Kehadiran batu pemecah ombak ini menjadi simbol harapan baru bagi warga Kuala Selat setelah puluhan tahun menanti adanya perlindungan nyata dari ancaman abrasi dan gelombang laut yang terus mengintai kawasan pesisir mereka.(Anton)