Tiga Jerat Setan Mengancam Keimanan dan Persatuan Umat

Jumat, 19 Juni 2026 - 08:47:55 WIB

Ustadz Wandi Bustami Lc MAg

Oleh: Ustadz Wandi Bustami Lc MAg

 

اَلْحَمْدُ ِللّٰهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْاِيْمَانِ وَالْاِسْلَامِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَام أَمَّا بَعْدُ: فَيَاأَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ، اِتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.  قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى  فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ، بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. وَقَالَ: قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ ثُمَّ لَآتِيَنَّهُم مِّن بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَن شَمَائِلِهِمْ ۖ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ

Kaum Muslimin Sidang Jama’ah Jum’at yang Berbahagia.


SETAN  merupakan musuh nyata bagi umat manusia. Tugas utama mereka di dunia ini menyesatkan orang-orang beriman dari jalan kebenaran. Sejak awal penciptaan manusia pertama Nabi Adam as, setan telah bersumpah untuk menggoda anak cucunya agar terjerumus ke lembah kesesatan. Berbagai cara yang ditempuh untuk menjauhkan manusia dari jalan Allah swt, dari arah depan, belakang, kanan, kiri, atas dan bawah.

Allah Subhanahu Waatala berfirman:

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ ثُمَّ لَآتِيَنَّهُم مِّن بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَن شَمَائِلِهِمْ ۖ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ

Iblis berkata: 'Karena Engkau telah menghukumku tersesat, aku benar-benar akan menghalang-halangi mereka dari jalan Engkau yang lurus.' Kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.' (QS.Al-Araf: 16-17).

Setan ingin memastikan agar umat manusia tidak bersyukur kepada Allah swt. Misi ini tentu sangat penting untuk mereka sukseskan, sebab ketika seorang tidak bersyukur atas apa yang telah diberikan niscaya yang akan lahir sikap kufur,  melangkah secara perlahan namun pasti sehingga tanpa disadari ternyata seseorang sudah masuk ke dalam perangkapnya. Adapun strategi licik mereka ialah:

1.    Bisikan Keraguan dan Rasa Was-was

Cara ini sangat ampuh dan jitu dalam menyesatkan manusia. Setan membisikkan keraguan ke dalam qalbu mukmin yang imannya lemah. Misalnya setan membisikkan, “Tiga mengapa memilih pemimpin kafir yang penting baik, daripada pemimpin muslim tapi korupsi”. Atau dalam bentuk lain, “Tidak perlu pakai jilbab yang penting hai bersih”. dan masih banyak subhat-subhat lain yang menimbulkan keraguan akibat bisikan-bisikan tersebut. Selain itu setan memberi angan-angan kosong kepada manusia.
Allah  Subhanahu Waatala berfirman:

وَّلَاُضِلَّنَّهُمْ وَلَاُمَنِّيَنَّهُمْ وَلَاٰمُرَنَّهُمْ فَلَيُبَتِّكُنَّ اٰذَانَ الْاَنْعَامِ وَلَاٰمُرَنَّهُمْ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلْقَ اللّٰهِ ۗوَمَنْ يَّتَّخِذِ الشَّيْطٰنَ وَلِيًّا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ فَقَدْ خَسِرَ خُسْرَانًا مُّبِيْنًا

Aku benar-benar akan menyesatkan mereka, membangkitkan angan-angan kosong mereka, menyuruh mereka (untuk memotong telinga-telinga binatang ternaknya) hingga mereka benar-benar memotongnya, dan menyuruh mereka (mengubah ciptaan Allah) hingga benar-benar mengubahnya.” Siapa yang menjadikan setan sebagai pelindung selain Allah sungguh telah menderita kerugian yang nyata. (QS. An-Nisa’ 4:119)

Setan tidak hanya menyesatkan manusia dengan angan-angan kosong, lebih dari itu ia berusaha merusak akidah orang-orang beriman dengan cara mempermainkan akal pikiran, seperti mempertanyakan Tuhan Allah Subhanahu Waatala dan siapa penciptanya.

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: يَأْتِي الشَّيْطَانُ أَحَدَكُمْ، فَيَقُولُ: مَنْ خَلَقَ كَذَا؟ مَنْ خَلَقَ كَذَا؟ حَتَّى يَقُولَ: مَنْ خَلَقَ رَبَّكَ؟ فَإِذَا بَلَغَهُ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللَّهِ وَلْيَنْتَهِ."

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah saw bersabda:"Setan akan mendatangi salah seorang di antara kalian lalu berkata: Siapa yang menciptakan ini? Siapa yang menciptakan itu? Hingga dia berkata: Siapa yang menciptakan Tuhanmu? Jika dia sampai pada hal itu, hendaklah ia berlindung kepada Allah dan berhenti (tidak meneruskan pikiran itu)." (HR. Bukhari dan Muslim)

Hari ini cara tersebut dihembuskan oleh kaum ateis yang menyakini tidak ada yang disebut tuhan. Mereka berusaha membangun narasi-narasi yang menyesatkan sehingga orang-orang yang imannya lemah akan mudah terbawa arus pemikiran kosong mereka.

Kaum Muslimin Sidang Jama’ah Jum’at yang Berbahagia.

2.Menghiasi Kemaksiatan dengan Kebaikan

Setan membuat perbuatan maksiat terlihat indah, menarik dan seolah-olah apa yang dilakukan tidak salah sama sekali dan bahkan justeru sebaliknya. Perbuatan maksiat tampak menawan dan mendatangkan banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Contoh sederhana ghibah yang dibungkus dengan curhat islami, atau diskusi ilmiah, perzinahan dipoles dengan kebebasan berekpresi dan hak asasi manusia, riba disebut bunga dan keuntungan, sogok diistilahkan dengan pelicin atau ucapan terimakasih dan lain sebagainya. Perbuatan-perbuatan haram tersebut bertransformasi dengan istilah yang lebih modern sehingga seakan tidak sama dengan apa yang diharamkan Islam.

Allah Subhanahu Waatala berfirman:

ٱلَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًۭا

(Yaitu) orang-orang yang sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia, sedangkan mereka mengira bahwa mereka telah berbuat sebaik-baiknya. (QS. Al-Kahfi: 104).

Di sini terlihat betapa hebatnya tipu daya setan, suatu amal yang buruk tampak indah padahal itu hanyalah fatamorgana. Maka oleh karena itu, seseorang yang tidak lihai menilai sesuatu akan terjebak angan-angan yang menyesatkan atau harapan kosong. Imam Ibnul Jauzi dalam karyanya Talbisul iblis mengulas bahwa perangkap yang dipasang setan sulit kenali kecuali orang-orang beriman. Karena memang seolah-olah apa yang dilakukan tidak ada hubungan kait dengan dosa, padahal secara tegas islam telah melarangnya.

Allah Subhanahu Waatala berfirman:

تَٱللَّهِ لَقَدْ أَرْسَلْنَآ إِلَىٰٓ أُمَمٍ مِّن قَبْلِكَ فَزَيَّنَ لَهُمُ ٱلشَّيْطَٰنُ أَعْمَٰلَهُمْ فَهُوَ وَلِيُّهُمُ ٱلْيَوْمَ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Demi Allah, sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami kepada umat-umat sebelum kamu, tetapi syaitan menjadikan umat-umat itu memandang baik perbuatan mereka (yang buruk), maka syaitan menjadi pemimpin mereka di hari itu dan bagi mereka azab yang sangat pedih. (QS. Al-An’am: 63)

Jadi, tazyin (menghiasi) amal buruk terlihat indah adalah cara setan untuk menggoda manusia agar tersesat dari jalan yang diridhai Allah swt.

3. Membecah Belah

Strategi pecah belah dalam tubuh umat Islam merupakan di antara presetasi brilian yang dilakukan setan. Merasa paling hebat, benar, sunnah serta fanatik kelompok senjata setan yang paling berharga. Bayangkan seorang dengan mudah menuduh saudaranya sesat, tidak sesuai panduan sunnah dalam beramal dan pelaku syirik serta bid’ah dan penyembah kubur. Selain itu setan juga mengadu domba antar sesama umat Islam.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

عَنْ جَابِرٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ الشَّيْطَانَ قَدْ أَيِسَ أَنْ يُعْبَدَ فِي جَزِيرَةِ الْعَرَبِ، وَلَكِنْ فِي التَّحْرِيشِ بَيْنَهُمْ."

Dari Jabi berkata, Rasulullah saw bersabda: "Sesungguhnya setan telah berputus asa untuk disembah di Jazirah Arab, tetapi ia masih berharap bisa menimbulkan perpecahan di antara mereka."HR. Muslim

Makna "التَّحْرِيشِ بَيْنَهُمْ" ialah setan tetap berusaha dengan cara lain, yaitu mengadu domba, memecah belah, menebar kebencian, dan menimbulkan konflik antar sesama muslim. Hari ini kita menyaksikan dengan mata kepala kita bahwa satu kelompok terhadap kelompok satu saling hantam dan menjatuhkan sehingga persatuan umat tercerai berai.

Dari uraian di atas dapat dipahami bahwa setan memiliki berbagai strategi untuk menyesatkan manusia. Di antaranya menanamkan keraguan dan was-was dalam hati, menghiasi kemaksiatan sehingga tampak sebagai kebaikan, serta memecah belah persatuan umat Islam. 

Tipu daya tersebut dilakukan secara halus dan bertahap, sehingga banyak manusia tidak menyadari bahwa dirinya telah terjerumus ke dalam perangkap setan. Oleh karena itu, setiap muslim wajib senantiasa waspada, memperkuat iman, dan berpegang teguh kepada petunjuk Allah Subhanahu Waatala dan Rasul-Nya agar terhindar dari kesesatan dan tetap istiqamah di jalan yang lurus.***


بَارَكَ اللّٰهُ لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللّٰهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللّٰهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم