SMAN 20 Batam Ditunjuk jadi Sekolah Mitra PJJ, Jaring Anak Putus Sekolah

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:52:43 WIB

Kepala sekolah SMAN 20 Batam Adi Saputra Mpd

​BATAM--(KIBLATRIAU.COM)-- Sekolah Menegah Negeri (SMAN) 20 Batam resmi ditunjuk oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Pendidikan Khusus sebagai Sekolah Mitra dalam program SPMB Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Dalam program ini, SMAN 1 Tanjungpinang ditetapkan sebagai sekolah induk.


​Kepala Sekolah SMA Negeri 20 Batam, Adi Saputra, M.Pd. ketika ditemui awak media Kiblatriau.com dikomplek Legenda Batam, Rabu (24/6/2026) menjelaskan bahwa program PJJ ini merupakan inisiatif kementerian yang bertujuan mulia untuk menjaring kembali Anak Tidak Sekolah (ATS) atau anak-anak yang putus sekolah di tengah jalan agar bisa menyelesaikan pendidikan menengah mereka.


​"Tujuan sebenarnya adalah untuk menjaring anak-anak yang putus sekolah (ATS).Berdasarkan data kementerian, di Indonesia ini ada sekitar 1.130.000-an anak yang tidak sekolah atau putus di tengah jalan," ujar Adi Saputra.

 

​Pembatasan Usia dan Mekanisme Belajar


​Adi menegaskan bahwa program PJJ ini memiliki batasan usia yang ketat, yakni diperuntukkan bagi anak berusia 16 hingga 18 tahun. Pembatasan ini sengaja dilakukan agar program tidak tumpang tindih dengan program kesetaraan lain seperti Paket C.

​"Dibatasi usianya. Kalau tidak, nanti orang ke Paket C malah lari ke program ini, jangan dicampuradukkan. 
Diutamakan bagi mereka yang putus sekolah di SMA berkisar 6 bulan, 1 tahun, atau 2 tahun, lalu ingin menyambung sekolah lagi," tambah Ado Saputra.

Sambung Adi,  siswa yang putus di kelas 11 atau 12 diperbolehkan mendaftar, meski harus mengulang dari kelas 10. ​Sistem pembelajaran dalam program PJJ ini dirancang mirip dengan sistem perkuliahan di Universitas Terbuka (UT), dengan fleksibilitas tinggi agar siswa tetap bisa bekerja atau membantu orang tua.


​70% Asinkronus: Siswa belajar secara mandiri melalui modul buku atau tugas-tugas terstruktur secara online.
​30% Sinkronus: Tatap muka atau bimbingan interaktif yang difasilitasi oleh sekolah mitra, baik melalui aplikasi pertemuan daring (seperti Zoom) maupun pertemuan langsung jika diperlukan.


"Peran SMAN 20 Batam Sebagai Sekolah Mitra"


​Terkait pembagian peran, Adi Saputra memaparkan bahwa setiap provinsi diwakili oleh sekolah induk. Untuk Kepulauan Riau, SMAN 1 Tanjungpinang terpilih sebagai sekolah induk karena kelengkapan sarananya, sementara SMAN 20 Batam bertindak sebagai sekolah mitra untuk wilayah Batam.


​"Ijazah kelulusan nantinya akan dikeluarkan oleh sekolah induk (SMAN 1 Tanjungpinang), dan statusnya sama dengan sekolah reguler, bukan ijazah paket. Tugas kami di SMAN 20 Batam sebagai sekolah mitra adalah membantu mencari anak-anak tersebut dan memfasilitasi jika mereka menghadapi kendala dalam pembelajaran,"  papar Adi.

 

​Untuk mendukung pembelajaran, SMAN 20 Batam akan menyiapkan ruang khusus dan menugaskan guru pamong atau tutor dari 14 mata pelajaran yang tersedia. Menariknya, model pembelajaran akan menggunakan sistem tematik  untuk memudahkan siswa mengintegrasikan berbagai mata pelajaran dalam satu tema tugas besar.

Program Gratis dan Rencana Jangka Panjang


​Adi Saputra memastikan bahwa seluruh program PJJ ini diberikan secara gratis tanpa dipungut biaya, karena pendanaannya didukung oleh kementerian melalui sekolah induk. Bagi para guru yang mengajar, jam pelajaran di PJJ ini juga akan diakui secara resmi.
 

​Program ini sekaligus menjadi proyek percontohan awal. Kemendikdasmen sendiri menargetkan pada tahun 2028 mendatang akan dibentuk sebuah lembaga khusus berskala nasional bernama Sekolah Nasional PJJ yang akan mengelola sistem pendidikan seperti ini secara terpusat di seluruh Indonesia.(Tim)