Fakta Menarik dari Zamzam Tower di Makkah, Bukan Cuma Jam Raksasa

Senin, 29 Juni 2026 - 07:23:08 WIB

Makkah Royal Clock Tower.

MAKKAH--(KIBLATRIAU.COM)-- Zamzam Tower menjadi salah satu bangunan yang paling mudah dikenali di sekitar Masjidil Haram. Menara yang menjulang di belakang Ka'bah itu hampir selalu terlihat dari berbagai sudut Kota Makkah, baik pada  siang maupun malam hari.Selama berada di Makkah, detikINET pun beberapa kali menjadikan menara tersebut sebagai patokan arah. Bagi banyak jemaah, Zamzam Tower mungkin hanya dikenal sebagai gedung tinggi dengan jam raksasa. Namun,  
bangunan yang secara resmi bernama Makkah Royal Clock Tower itu ternyata menyimpan banyak fakta menarik dari sisi sains, arsitektur, hingga astronomi.


Mengutip Saudi Cultures, Makkah Royal Clock Tower merupakan bagian dari kompleks Abraj Al Bait yang berdiri tepat di samping Masjidil Haram. Menara ini memiliki empat muka jam berukuran raksasa yang dapat dilihat dari berbagai penjuru Kota  Makkah.Namun, ruang di balik empat muka jam tersebut ternyata bukan ruang kosong. Di dalamnya terdapat museum yang mengulas sejarah pembangunan menara, perkembangan ilmu penentuan waktu dalam peradaban Islam, hingga perjalanan ilmu falak.  
Museum ini tersebar di beberapa lantai yang dapat dikunjungi pengunjung. Di bagian atasnya terdapat balkon observasi yang menawarkan panorama Kota Makkah dari ketinggian.

Tak hanya museum, Zamzam Tower juga memiliki Makkah Time Institute dan Lunar Center, pusat kajian yang berkaitan dengan astronomi dan penentuan waktu.Di fasilitas ini terdapat observatorium yang dilengkapi teleskop untuk melakukan pengamatan  hilal, yaitu bulan sabit muda yang menjadi penanda awal bulan dalam kalender Hijriah. Keberadaan observatorium tersebut menunjukkan bahwa fungsi Zamzam Tower tidak hanya sebagai landmark, tetapi juga mendukung kajian ilmiah mengenai astronomi  
Islam.

Dari sisi teknik sipil, pembangunan menara ini juga memiliki cerita tersendiri. Menurut Saudi Cultures, struktur bangunan awalnya tidak dirancang sebagai menara jam raksasa.Ide memasang mahkota jam muncul ketika proses pembangunan sudah berjalan.  Kondisi ini membuat para insinyur harus mendesain ulang bagian atas bangunan tanpa mengubah struktur utama yang sudah berdiri. Solusinya adalah menggunakan konstruksi yang lebih ringan sehingga tambahan beban tetap dapat ditopang dengan aman.Hasilnya adalah bangunan setinggi lebih dari 600 meter yang kini menjadi salah satu gedung tertinggi di dunia sekaligus ikon Kota Makkah.

Fakta menarik lainnya terdapat pada bagian muka jam. Permukaan jam dihiasi jutaan keping mosaik kaca berwarna emas. Material ini bukan sekadar ornamen. Lapisan mosaik dirancang untuk membantu melindungi struktur di bawahnya dari paparan sinar  matahari dan suhu ekstrem yang menjadi karakter iklim Makkah. Pemilihan material tersebut menjadi bagian dari rekayasa bangunan agar mampu bertahan dalam kondisi cuaca panas sepanjang tahun.Setelah menelusuri lebih jauh, terlihat bahwa bangunan  yang setiap hari menjadi latar pemandangan Masjidil Haram itu menyimpan fungsi yang jauh lebih kompleks. Di balik fasadnya terdapat perpaduan arsitektur modern, teknik struktur, ilmu material, astronomi, hingga teknologi pengukuran waktu . (Net/Hen)