Kisah Habib An-Najjar yang Diabadikan dalam Surah Yasin
Ilustrasi kisah Habib An-Najjar.
JAKARTA--(KIBLATRIAU.COM)-- Al-Qur'an memuat berbagai kisah penuh hikmah dalam perjuangan dakwah para nabi dan rasul. Salah satunya sosok Habib An-Najjar, yang membenarkan ajaran utusan Nabi Isa AS.Kisah Habib An-Najjar ini diabadikan dalam surah Yasin ayat 20-27. Kisah ini berkaitan dengan ayat sebelumnya yang menjelaskan tiga utusan Nabi Isa AS kepada kaum di wilayah Antakya atau Antiokhia. Utusan tersebut menyampaikan ajaran tauhid tapi mendapat penolakan.
Menurut Tafsir Al-Qur'an Kementerian Agama RI, kabar utusan itu terdengar hingga ke pelosok negeri.
Seorang laki-laki dari ujung kota yang telah beriman kepada risalah Nabi Isa AS kemudian tergerak untuk datang dan menasihati kaum itu. Laki-laki itu bernama Habib bin Musa An-Najjar, dia adalah orang biasa, bukan keluarga atau orang berpengaruh di negeri itu.Kedatangan Habib An-Najjar tak lain untuk membela tiga murid Nabi Isa AS yang hendak disiksa oleh penduduk Antakya. Dia menyeru penduduk Antakya mengikuti para rasul yang datang menyampaikan petunjuk Allah SWT.
"Wahai kaumku, ikutilah para rasul itu! Ikutilah orang yang tidak meminta imbalan (dalam berdakwah) kepadamu. Mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS Yasin 20-21). Habib An-Najjar yang jauh-jauh datang dari ujung kota menjelaskan kepada penduduk Antakya bahwa ketiga utusan Nabi Isa AS itu mendakwahkan kebenaran dan tidak mengharapkan balasan jasa apa pun dalam menyampaikan risalah itu.Pada ayat-ayat berikutnya, Habib An-Najjar memberikan sejumlah alasan mengapa penduduk Antakya harus beriman kepada Allah SWT, tak seharusnya menolak dakwah tiga utusan Nabi Isa AS. Dia menggambarkan betapa besarnya kekuasaan dan pertolongan Allah. Dia pun secara terang-terangan menyatakan beriman kepada Allah SWT.
Pernyataan keimanan tersebut diucapkan Habib An-Najjar di tengah kaum yang bergelimang kekafiran, kemusyrikan, dan kemaksiatan. Ia sekalipun tak gentar dengan ancaman yang ada di depan mata.Menurut suatu riwayat, setelah Habib An-Najjar memberikan nasihat dan menyatakan keimanannya itu, kaum ingkar Antakya langsung menyerangnya dan membunuhnya. Tak seorang pun yang membelanya.Qatadah mengatakan Habib An-Najjar dirajam dengan batu hingga meninggal dunia. Saat dihujani
batu itu, Habib An-Najjar tak berhenti berdoa, "Wahai Tuhanku, tunjukilah kaumku, karena mereka tidak mengetahui."Disebutkan dalam riwayat lain, sebelum Habib An-Najjar menghembuskan napas terakhirnya, turunlah malaikat yang menyampaikan bahwa Allah SWT telah mengampuni segala dosa-dosanya yang diperbuat sebelum beriman, dan Allah SWT akan memasukkannya ke surga.
Pada detik-detik terakhir sebelum maut menjemput, Habib An-Najjar sempat berkata, "Alangkah baiknya, jika kaumku mengetahui karunia Allah yang dilimpahkan-Nya kepadaku, berkat keimananku kepada-Nya, aku telah memperoleh ampunan atas dosaku. Aku akan dimasukkan ke dalam surga dengan ganjaran yang berlipat ganda, dan termasuk golongan orang-orang yang memperoleh kemuliaan di sisi-Nya. Seandainya mereka mengetahui hal ini, tentulah mereka akan beriman pula.Begitulah kisah Habib An-Najjar yang memperjuangkan keimanan, membela dakwah para rasul walau akhirnya tak seorang pun menghiraukannya. Meski demikian, dia telah mendapat balasan mulia di sisi Allah SWT. (Net/Hen)