Untung Joko Ristiyono: 18 Orang Meninggal Dunia di Tol Pekanbaru-Dumai Hingga Juli 2026

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:24:36 WIB

Kecelakaan lalu lintas di ruas Jalan Tol Pekanbaru–Dumai (Permai) KM 46+200 Jalur A, Sabtu (6/6/2026) lalu

PEKANBARU--(KIBLATRIAU.COM)-- Kepala Regional Sumatera Bagian Tengah PT Hutama Karya (HK), Untung Joko Ristiyono menyampaikan bahwa sepanjang 2025 tercatat sebanyak 35 kejadian kecelakaan dengan enam korban meninggal dunia. Sementara hingga Juli 2026, jumlah kecelakaan dengan 16 kejadian, tetapi korban meninggal meningkat menjadi 18 orang. Ia menerangkan, persoalan itu menjadi perhatian serius PT HK dalam memiminimalisir kejadian. ''Ini memang menjadi konsen kami.  Jumlah kecelakaan memang menurun, walau pun hitunganya masih Juli ya. Tetapi tingkat fatalitasnya justru meningkat,'' papar Untung, Kamis (16/7/2026).

Berdasarkan data Hutama Karya, angka korban meninggal paling banyak terjadi pada Juni 2026 yang mencapai delapan orang, sedangkan hingga Juli tercatat dua korban meninggal.Melihat kondisi tersebut, Hutama Karya terus memperkuat berbagai  program peningkatan keselamatan di jalan tol. Selain rutin menggelar Operasi Mikrosleep untuk mengedukasi pengendara mengenai bahaya mengemudi dalam kondisi mengantuk, perusahaan juga menghadirkan berbagai inovasi guna meningkatkan  
kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

Salah satu inovasi terbaru adalah aplikasi Mozy, platform digital yang memungkinkan masyarakat memantau kondisi jalan tol secara real time serta memperoleh berbagai informasi penting sebelum memulai perjalanan. Melalui aplikasi tersebut, pengguna  jalan diharapkan dapat merencanakan perjalanan dengan lebih aman dan nyaman.Untung menegaskan, berbagai upaya yang dilakukan bertujuan agar pesan keselamatan dapat menjangkau langsung para pengguna jalan.'

'Kami ingin memberikan kenyamanan  dan keselamatan secara maksimal. Karena itu, kami terus berupaya agar edukasi keselamatan benar-benar sampai kepada para pengguna jalan,'' sebut Untung.Ia juga mengingatkan para pengendara agar tidak memaksakan diri mengemudi saat kondisi fisik  sudah lelah atau mengantuk. Menurutnya, pengemudi merupakan pihak yang paling mengetahui kondisi tubuhnya sendiri.''Kalau memang sudah lelah dan tidak memungkinkan melanjutkan perjalanan, jangan dipaksakan. Silakan beristirahat di rest area yang  tersedia. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,'' imbau Untung.***