Walikota dan Wakil Walikota Batam Petakan Kebutuhan Guru, Pendidikan Berkualitas jadi Prioritas.

Kamis, 06 Agustus 2026 - 19:35:09 WIB

Walikota Batam, H. Amsakar Achmad, didampingi Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, saat menghadiri silaturahmi bersama guru dan tenaga kependidikan di Dataran Engku Putri, Batam Centre, Rabu (05/08/26).

BATAM--(KIBLATRIAU.COM)--Pemerintah Kota Batam di bawah kepemimpinan Walikota Amsakar Achmad dan Wakil Walikota Li Claudia Chandra terus memperkuat sektor pendidikan sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah.


Salah satu langkah yang dilakukan adalah memetakan kebutuhan guru di seluruh satuan pendidikan guna memastikan pemerataan tenaga pendidik dan peningkatan kualitas layanan pendidikan.
Pemetaan tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi riil kebutuhan guru di setiap sekolah, baik dari sisi jumlah maupun bidang studi yang masih mengalami kekurangan. 
Hasil pendataan akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan penempatan guru secara lebih efektif dan sesuai kebutuhan.
Langkah tersebut ditegaskan Walikota Batam, H. Amsakar Achmad, didampingi Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, saat menghadiri silaturahmi bersama guru dan tenaga kependidikan di Dataran Engku Putri, Batam Centre, Rabu (05/08/26). Kegiatan itu diikuti 648 aparatur sipil negara (ASN) sektor pendidikan dari Kecamatan Sekupang yang terdiri atas 255 pegawai negeri sipil (PNS) dan 393 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).


Amsakar mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses verifikasi dan validasi data untuk memperoleh gambaran riil mengenai kondisi tenaga pendidik di Kota Batam. “Dari pendataan ini kita mengetahui kondisi riil guru di Batam sebagai dasar menyusun kebijakan ke depan,” ujarnya


Sambungnya, bahwa pendidikan yang berkualitas hanya dapat terwujud apabila didukung oleh tenaga pendidik yang memadai, kompeten, dan tersebar secara merata. Karena itu, pemerintah berkomitmen terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan sektor pendidikan.


Selain memenuhi kebutuhan guru, Pemerintah Kota Batam juga berupaya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, memperkuat kompetensi tenaga pendidik, serta menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan kondusif bagi para siswa.


Sementara itu, Li Claudia Chandra menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas. Menurutnya, investasi di bidang pendidikan merupakan investasi jangka panjang untuk mencetak generasi muda Batam yang unggul, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan.


Melalui langkah pemetaan kebutuhan guru dan berbagai program peningkatan mutu pendidikan, Pemerintah Kota Batam berharap seluruh peserta didik memperoleh akses pendidikan yang merata dan berkualitas sebagai fondasi menuju Batam yang maju dan berdaya saing.


Wawako Batam, Li Claudia Chandra menambahkan bahwa validasi data dilakukan setelah pemerintah menerima berbagai laporan dari kepala sekolah mengenai masih adanya kekurangan guru di sejumlah satuan pendidikan.


“Hasil penelusuran menunjukkan jumlah guru cukup besar, tetapi komposisi PPPK lebih banyak. Sementara guru ASN yang pensiun belum sepenuhnya tergantikan, sehingga sejumlah sekolah masih kekurangan tenaga pendidik,” paparnya.


Menurut Li Claudia, data yang akurat mengenai status kepegawaian, persebaran guru, serta masa pensiun sangat diperlukan agar pemerintah dapat merumuskan kebijakan yang tepat sasaran.


“Setelah data dimutakhirkan, kami akan membawa persoalan kebutuhan guru di Batam kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia untuk mencari solusi bersama,” ujarnya.


Pada kesempatan itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan, melaporkan bahwa proses validasi dilakukan secara bertahap di seluruh kecamatan. Sebelumnya, verifikasi telah dilaksanakan di Kecamatan Batuampar dan Batam Kota, kemudian dilanjutkan ke kecamatan lainnya.


Secara keseluruhan, Pemerintah Kota Batam memiliki 4.877 ASN di sektor pendidikan yang tersebar di 12 kecamatan. Jumlah tersebut terdiri atas 1.778 PNS, meliputi 1.755 guru dan 23 tenaga kependidikan, serta 3.099 PPPK yang terdiri atas 2.767 guru dan 332 tenaga kependidikan.

Melalui pemutakhiran data tersebut, Pemerintah Kota Batam berharap dapat menyusun kebijakan yang lebih akurat dalam memenuhi kebutuhan tenaga pendidik, sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan sebagai bagian dari upaya mewujudkan sumber daya manusia yang unggul di Kota Batam.(Syamsir.S/Salim).