MPQ Indonesia Perluas Kegiatan Pembelajaran Al-Qur’an, Sasar Ribuan Jamaah hingga Lansia
Ketua Pengurus MPQ Indonesia, Yentiriwaris, saat mengikuti audiensi bersama Plt Gubernur Riau SF Hariyanto di Ruang Rapat Wakil Gubernur Riau, Senin (10/8/2026).
PEKANBARU--(KIBLATRIAU.COM)-- Saat ini, Majelis Pecinta Qur’an (MPQ) Indonesia terus memperluas kegiatan pembelajaran Al-Qur’an bagi masyarakat, termasuk melalui pembinaan khusus bagi kalangan lanjut usia. Kini, MPQ Indonesia memiliki sekitar 2.500 jamaah dan telah mengembangkan Pondok Lansia di kawasan Pandau sebagai wadah pembinaan keagamaan. Komitmen tersebut disampaikan Ketua Pengurus MPQ Indonesia, Yentiriwaris, saat mengikuti audiensi bersama Plt Gubernur Riau SF Hariyanto di Ruang Rapat Wakil Gubernur Riau, Senin (10/8/2026). Dalam pertemuan tersebut, MPQ menyampaikan aspirasi agar kegiatan mengaji dapat kembali dilaksanakan di salah satu fasilitas Masjid Agung An-Nur Provinsi Riau dengan tetap
mengikuti ketentuan yang berlaku.
Yentiriwaris menjelaskan, MPQ Indonesia telah berdiri sekitar empat tahun dan sejak awal berkomitmen membantu masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan dalam membaca Al-Qur’an. Program tersebut secara khusus memberikan perhatian kepada masyarakat lanjut usia agar tetap memiliki kesempatan untuk belajar dan memperdalam pemahaman keagamaan.''Kami memiliki sekitar 2.500 jamaah dan sejak awal berdiri terus berupaya memberantas buta aksara Al-Qur’an, khususnya bagi masyarakat lanjut usia. Kami ingin kegiatan mengaji ini terus berjalan dan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat,'' terangnya.
Menurutnya, pembinaan tidak hanya dilakukan melalui kegiatan mengaji rutin, tetapi juga dikembangkan melalui keberadaan Pondok Lansia di kawasan Pandau. Tempat tersebut menjadi ruang bagi para lansia untuk mengikuti berbagai kegiatan keagamaan, termasuk pembelajaran dan tahfiz Al-Qur’an. ''Di Pondok Lansia, kami melaksanakan berbagai kegiatan keagamaan, salah satunya tahfiz Al-Qur’an. Ini menjadi bagian dari ikhtiar kami untuk memberikan ruang kepada para lansia agar tetap dapat belajar dan mendalami Al-Qur’an,'' ujarnya.
Yentiriwaris berharap kegiatan pembelajaran Al-Qur’an yang selama ini dijalankan MPQ dapat terus berkembang dengan dukungan fasilitas yang memadai. Ia menilai penggunaan fasilitas Masjid Agung An-Nur dapat menjadi salah satu ruang untuk memperluas manfaat kegiatan tersebut kepada masyarakat.''Kami berharap dapat kembali melaksanakan kegiatan mengaji di Aula Masjid Agung An-Nur. Tentu kami siap mengikuti SOP dan ketentuan yang ditetapkan pengurus, karena tujuan utama kami adalah menjalankan kegiatan keagamaan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,'' sebutnya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto mendorong agar persoalan pemanfaatan fasilitas masjid dapat diselesaikan melalui komunikasi dan koordinasi antara MPQ dan pengurus Masjid Agung An-Nur. Menurutnya, kegiatan pembelajaran Al-Qur’an merupakan aktivitas positif yang perlu diberikan ruang dengan tetap memperhatikan tata kelola fasilitas.''Ruangan dan aula yang ada di Masjid Agung An-Nur agar dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Kalau ada persoalan dalam penggunaannya, mari kita selesaikan melalui komunikasi dan koordinasi yang baik,” ujar SF Hariyanto.
SF Hariyanto menegaskan, pengelolaan fasilitas masjid tetap perlu memperhatikan aspek efisiensi dan aturan penggunaan yang berlaku. Namun, kebijakan tersebut diharapkan tidak menghilangkan fungsi utama fasilitas masjid sebagai ruang ibadah dan kegiatan keagamaan masyarakat. ''Kebijakan efisiensi ini bukan hanya diterapkan di Masjid Agung An-Nur, tetapi juga dilaksanakan oleh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau. Saya berharap hal ini dapat dipahami bersama dan dilaksanakan dengan tetap mengedepankan kepentingan kegiatan keagamaan,'' terangnya.
Ia juga mengingatkan agar kegiatan keagamaan di Masjid Agung An-Nur tidak dicampuradukkan dengan kepentingan politik. SF Hariyanto berharap masjid dapat terus menjadi tempat yang terbuka bagi masyarakat untuk memperkuat pembelajaran agama dan membangun kebersamaan.''Kegiatan dan urusan keagamaan jangan dicampuradukkan dengan kepentingan politik. Kita ingin Masjid Agung An-Nur menjadi tempat yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk kegiatan keagamaan dengan suasana yang baik dan penuh kebersamaan,'' paparnya.
Yentiriwaris menyambut baik arahan tersebut dan menyatakan kesiapan MPQ untuk mengikuti ketentuan yang ditetapkan pengurus Masjid Agung An-Nur. Ia berharap komunikasi yang telah dibangun dapat menghasilkan kesepahaman sehingga kegiatan pembinaan Al-Qur’an dapat dilanjutkan secara tertib dan berkelanjutan.''Kami sangat menghargai arahan Bapak Plt Gubernur Riau untuk menyelesaikan persoalan ini dengan komunikasi yang baik. Mudah-mudahan ke depan MPQ dan pengurus Masjid Agung An-Nur dapat berjalan bersama untuk menghadirkan kegiatan keagamaan yang semakin bermanfaat,'' tuturnya. ***