Edarkan Sabu 34 Paket, Pengganguran Ditangkap Satresnarkoba Polres Pelalawan
Pelaku narkoba diamankan polisi
PELALAWAN--(KIBLATRIAU.COM)-- Malang nasib dialami seorang pengangguran berinisial MD (19). Pasalnya, warga Desa Lubuk Ogung, Kecamatan Bandar Seikijang, Kabupaten Pelalawan ini ditangkap tim Opsnal Satresnarkoba Polres Pelalawan. Ia
kedapatan memiliki narkoba jenis sabu sebanyak 34 Paket dengan berat kotor
7,04 gram, beserta timbangan digital, sendok sabu terbuat dari sedotan plastik dan handphone android merk Vivo.
Pengungkapan kasus narkoba ini berkat kerja keras tim Opsnal Sat Resnarkoba Polres Pelalawan, setelah mendapat informasi dari masyarakat bahwa di rumah Desa Lubuk Ogung, Kecamatan Bandar Seikijang disinyalir sering terjadi transaksi narkotika.
Terkait info tersebut tim Opsnal Sat Resnarkoba yang dipimpin oleh Kasat Resnarkoba Polres Pelalawan, Iptu H Alex Sinaga SH MH langsung turun melakukan penyelidikan.
Setelah diperoleh informasi yang akurat dan mengantongi ciri-ciri pelaku, Kamis (6/8/2026) sekira pukul 13.00 Wib tim langsung melakukan penyergapan.
Alhasil seorang pria berhasil diciduk tanpa perlawanan di rumahnya. Kemudian dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti kotak rokok surya yang didalamnya berisikan 7 paket sabu dan juga kotak jam merek expedition yang berisikan 27 paket sabu.
Tidak itu saja, polisi menemukan timbangan digital dan sendok sabu. Dari hasil introgasi, pelaku mengaku memperoleh sabu tersebut dari seseorang yang berinisial IZ.
Selanjutnya tim Opsnal melakukan pengembangan, tapi sayang IZ belum berhasil ditangkap. Walau beberapa tempat lokasi persembunyiannya telah didatangi dan kini keberadaanya terus diselidiki polisi.
Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara SIK melalui Kasat Resnarkoba Iptu H Alex Sinaga SH MH didampingi KBO Iptu Masril SH MH membenarkan adanya penangkapan terhadap pelaku narkoba jenis sabu tersebut.
"Kini pelaku bersama barang bukti total sabu sebanyak 34 paket telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sedangkan kasusnya terus dikembangkan," pungkas Kasat. (Sa).