Sekolah Dasar Negeri 026 Teluk Kiambang Dapat Bantuan Revitalisasi APBN 2026, Kepsek Sampaikan Puji Syukur
Sekolah Dasar Negeri (SDN) 026 Teluk Kiambang mendapatkan bantuan pemerintah melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026
TELUK KIAMBANG--(KIBLATRIAU.COM)--
Kabar baik datang dari dunia pendidikan di Desa Teluk Kiambang, Kecamatan Tempuling, Kabupten Inhil. Pasalnya, Sekolah Dasar Negeri (SDN) 026 Teluk Kiambang mendapatkan bantuan pemerintah melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026.
Bantuan tersebut diperuntukkan bagi pembangunan dan peningkatan sarana serta prasarana satuan pendidikan. Saat ini, proses pembangunan di SDN 026 Teluk Kiambang sudah mulai dilaksanakan dan masih dalam tahap pengerjaan.
Kepala SDN 026 Teluk Kiambang, Baharudin menyampaikan puji syukur atas bantuan yang diberikan pemerintah kepada sekolah yang dipimpinnya tersebut.
“Syukur Alhamdulillah, tahun ini kami mendapat bantuan pemerintah melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026,” ujar Baharudin saat dikonfirmasi Kiblatriau.com di kediamannya, Selasa (19/8/2026).
Menurut Baharudin, bantuan revitalisasi tersebut bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026.
Ia mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan. Dengan adanya pembangunan tersebut, diharapkan kondisi fasilitas sekolah menjadi lebih baik sehingga dapat menunjang kegiatan belajar mengajar.

Baharudin juga menjelaskan bahwa SDN 026 Teluk Kiambang saat ini memiliki 73 orang siswa-siswi. Sementara itu, jumlah guru yang berada di sekolah tersebut sebanyak 8 orang, termasuk kepala sekolah.
“Jumlah murid kami sebanyak 73 siswa-siswi dan ada 8 orang guru, termasuk kepala sekolah,” jelasnya.
Pembangunan Libatkan Masyarakat Setempat
Selain melakukan konfirmasi kepada kepala sekolah, awak media Kiblatriau.com juga meminta tanggapan dari salah seorang warga setempat terkait pelaksanaan pembangunan di SDN 026 Teluk Kiambang.
Warga yang tidak ingin namanya disebutkan itu mengaku merasa senang dengan adanya pembangunan sekaligus mengapresiasi cara kerja Kepala SDN 026 Teluk Kiambang, Baharudin, terutama dalam melibatkan masyarakat sekitar.
Menurutnya, pelaksanaan pembangunan tidak hanya memberikan manfaat bagi sekolah dan para siswa, tetapi juga memberikan kesempatan kepada masyarakat setempat untuk ikut bekerja dalam proses pembangunan.
“Kami sangat senang dengan cara kerja Pak Baharudin sebagai kepala sekolah, karena beliau mengutamakan orang lingkungan untuk mengerjakan pembangunan. Pekerjanya asli putra tempatan,” ujarnya.
Ia menilai keterlibatan tenaga kerja lokal merupakan hal positif karena masyarakat sekitar turut merasakan manfaat dari adanya program pembangunan yang bersumber dari anggaran pemerintah.
Dengan adanya kesempatan kerja bagi masyarakat setempat, bantuan pemerintah yang dikucurkan untuk pembangunan sekolah tidak hanya berdampak terhadap peningkatan fasilitas pendidikan, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi warga di lingkungan sekitar sekolah.
Pembangunan Berjalan Lancar
Warga tersebut juga berharap proses pembangunan SDN 026 Teluk Kiambang dapat berjalan dengan baik, lancar, dan selesai sesuai dengan ketentuan serta rencana yang telah ditetapkan.
Dengan selesainya pembangunan nantinya, fasilitas sekolah diharapkan semakin memadai dan dapat memberikan rasa nyaman kepada para siswa dan guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
Pihak sekolah juga diharapkan dapat terus menjaga dan memanfaatkan fasilitas yang telah dibangun dengan sebaik-baiknya untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan di SDN 026 Teluk Kiambang.
Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas sarana pendidikan, khususnya bagi sekolah-sekolah yang membutuhkan perbaikan dan peningkatan fasilitas.
Bagi SDN 026 Teluk Kiambang, bantuan dengan pagu tersebut menjadi kesempatan untuk meningkatkan fasilitas sekolah sehingga dapat memberikan lingkungan belajar yang lebih baik bagi 73 siswa-siswi dan para tenaga pendidik. Dengan pembangunan yang masih berlangsung, masyarakat berharap seluruh proses dapat berjalan secara transparan, tertib dan sesuai dengan perencanaan hingga pembangunan selesai dan dapat dimanfaatkan oleh pihak sekolah. (Anton)