APSAI Pekanbaru Goes to School Kenalkan Pertolongan Pertama Saat Orang Pingsan Kepada Ratusan Murid SDN 06 dan SDN 15

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:58:19 WIB

Pengurus APSAI) Kota Pekanbaru foto bersama dalam acara Goes to School kemarin

PEKANBARU--(KIBLATRIAU.COM)-- Apa yang harus dilakukan ketika melihat teman tiba-tiba pingsan? Pertanyaan sederhana itu menjadi salah satu materi yang diperkenalkan Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) Kota Pekanbaru kepada siswa melalui program APSAI Goes to School.

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026 tersebut berlangsung di SDN 06 dan SDN 15 Pekanbaru yang berada di Jalan Cut Nyakdien kemarin. Mengusung tema “Bantuan Hidup Dasar bagi Anak dan Guru Perlu Tahu”, kegiatan diisi dengan edukasi kesehatan dan Health Talk bagi siswa maupun guru.

APSAI menghadirkan dokter umum dari RS Aulia, Panam, Pekanbaru, dr. Rossa yang akrab disapa Dokter Ocha, sebagai pemateri. Di hadapan para siswa, Dokter Ocha menjelaskan langkah-langkah dasar yang dapat dilakukan ketika menghadapi seseorang yang tiba-tiba kehilangan kesadaran.

Dokter Ocha menjelaskan hal pertama yang perlu dilakukan adalah memastikan kondisi dan keamanan sekitar. Orang yang pingsan perlu dipindahkan ke tempat yang aman dan nyaman apabila lokasi kejadian membahayakan, kemudian segera meminta bantuan orang lain untuk menghubungi tenaga medis atau layanan darurat.

Setelah itu, kondisi orang yang pingsan perlu diperiksa dengan melihat responsnya ketika dipanggil serta memastikan apakah masih bernapas. Jika memungkinkan, korban dibaringkan pada permukaan yang datar dan kaki dapat dinaikkan untuk membantu aliran darah kembali ke otak.

“Paling penting jangan panik. Pastikan dulu tempatnya aman, kemudian periksa apakah orang tersebut masih merespons dan bernapas. Segera minta bantuan orang dewasa atau tenaga medis,” jelas Dokter Ocha saat memberikan edukasi.

Ia juga mengingatkan agar pakaian korban yang terlalu ketat dilonggarkan untuk membantu pernapasan. Jika korban muntah, posisi kepala perlu dimiringkan untuk mencegah tersedak.

Menurutnya, apabila seseorang yang pingsan tidak kunjung sadar, tidak bernapas, atau tidak ditemukan tanda-tanda sirkulasi, pertolongan medis harus segera dilakukan. Bantuan Hidup Dasar seperti resusitasi jantung paru (CPR) dapat diberikan oleh orang memiliki pengetahuan atau keterampilan yang sesuai sambil menunggu bantuan medis datang.

Setelah sadar, korban juga tidak dianjurkan langsung berdiri. Korban perlu beristirahat terlebih dahulu dan ditanyakan mengenai keluhan yang masih dirasakan, seperti sesak napas, sakit kepala, lemas atau kesulitan menggerakkan bagian tubuh tertentu.

Edukasi tersebut mendapat perhatian dari para siswa karena materi yang diberikan berkaitan dengan kondisi yang dapat terjadi di lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari.

Dalam sambutan Ketua Umum APSAI Kota Pekanbaru, dr. H. Jimmi Kurniawan, mengatakan edukasi kesehatan dan pertolongan pertama penting diberikan kepada anak sejak usia sekolah. Menurutnya, anak-anak perlu dibekali pengetahuan praktis agar mampu bersikap tepat ketika menghadapi situasi darurat.

“Bagaimana adik-adik semua bisa tahu kalau ada teman yang sakit atau ada teman yang pingsan, itu harus diapakan. Itu yang kita edukasikan supaya bermanfaat bagi teman-teman,” ujar Jimmi.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi APSAI dengan Forum Anak dan pihak sekolah dalam mendukung terwujudnya Pekanbaru sebagai Kota Layak Anak.

Ia menjelaskan program edukasi tersebut tidak hanya menyasar siswa sekolah dasar. Sebelumnya, kegiatan serupa juga telah dilaksanakan di tingkat sekolah menengah pertama dan selanjutnya direncanakan menyasar sekolah luar biasa (SLB).

“Kami ingin kegiatan ini memberikan manfaat langsung kepada anak-anak. Pengetahuan sederhana seperti mengetahui apa yang harus dilakukan ketika melihat teman sakit atau pingsan sangat penting, sehingga mereka tidak panik dan segera meminta bantuan kepada guru atau orang dewasa,” katanya.

Jimmi juga menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah, para guru, serta siswa yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan. Ia berharap kolaborasi antara APSAI, FW-KLA, Forum Anak dan satuan pendidikan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Sekretaris APSAI Kota Pekanbaru, Khairul Amri mengatakan bahwa APSAI Goes to School merupakan bentuk kepedulian dunia usaha terhadap peningkatan kesadaran dan pengetahuan kesehatan di lingkungan sekolah.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman dasar kepada anak-anak dan guru mengenai pentingnya menjaga kesehatan serta mengetahui langkah-langkah dasar pertolongan ketika menghadapi kondisi darurat,” ungkap  Khairul.

Menurutnya, keterlibatan APSAI dalam kegiatan sekolah diharapkan memberikan manfaat langsung bagi siswa maupun guru. Selain memperoleh edukasi kesehatan, kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara dunia usaha, sekolah dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.

“Anak-anak merupakan generasi penerus bangsa. Karena itu, perhatian terhadap kesehatan, keselamatan dan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang mereka harus menjadi perhatian bersama,” sebutnya.

Khairul menambahkan APSAI juga mengajak para anggotanya untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kesadaran kesehatan anak. Peserta yang mengikuti kegiatan juga mendapatkan door prize yang disiapkan bagi para siswa.

Menurut Khairul, semangat kegiatan tersebut sejalan dengan pesan Hari Anak Nasional 2026, yakni membangun anak yang sehat, kuat dan tangguh sebagai bagian dari upaya mewujudkan generasi Indonesia yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga memberikan pengetahuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik oleh anak-anak maupun guru,” pungkasnya.

Salah seorang siswa SDN 6 Pekanbaru, Rangga, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengatakan materi yang disampaikan memberikan pengetahuan baru mengenai tindakan yang harus dilakukan ketika melihat teman sakit atau mengalami kondisi darurat.

“Saya senang mengikuti kegiatan ini karena mendapat pengetahuan baru. Sekarang saya jadi tahu apa yang harus dilakukan kalau ada teman yang sakit atau pingsan dan bagaimana meminta bantuan kepada guru,” ujar Rangga.

Ia berharap kegiatan edukasi kesehatan seperti itu dapat kembali dilaksanakan di sekolah sehingga siswa semakin memahami penting menjaga kesehatan dan keselamatan diri maupun teman-temannya.

Sementara itu, Kepala SDN 6 Pekanbaru, Miftahuddin mengapresiasi pelaksanaan APSAI Goes to School di lingkungan sekolahnya. Menurutnya, edukasi kesehatan dan keselamatan merupakan pengetahuan penting yang perlu diberikan kepada siswa.

“Kami menyambut baik kegiatan seperti ini karena memberikan pengetahuan tambahan kepada anak-anak. Sekolah tidak hanya menjadi tempat pembelajaran akademik, tetapi juga harus menjadi lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak,” ujar Miftahuddin.

Ia berharap kolaborasi dengan APSAI dapat terus berlanjut sehingga edukasi mengenai kesehatan, keselamatan, dan perlindungan anak dapat diberikan secara berkelanjutan.

Melalui APSAI Goes to School, edukasi mengenai Bantuan Hidup Dasar tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Hari Anak Nasional, tetapi juga diharapkan menjadi bekal praktis bagi siswa dan guru untuk lebih tanggap menghadapi kondisi darurat.

Program tersebut sekaligus memperkuat komitmen APSAI Kota Pekanbaru dalam mendorong keterlibatan dunia usaha dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, aman dan ramah anak sebagai bagian dari upaya mendukung Pekanbaru menuju Kota Layak Anak. ***