Pastikan Akses Tol Aman bagi Pengguna Jalan, Ditlantas Polda Riau Tinjau Kesiapan Open Traffic Tahap 2
Direktorat Lalu Lintas Polda Riau melalui Subdit Kamsel melaksanakan kunjungan lapangan bersama dalam rangka Open Traffic Tahap 2, Senin (34/8/2026)
PEKANBARU--(KIBLATRIAU.COM)--Direktorat Lalu Lintas Polda Riau melalui Subdit Kamsel melaksanakan kunjungan lapangan bersama dalam rangka Open Traffic Tahap 2 untuk memastikan kesiapan akses, sarana dan prasarana lalu lintas pada sejumlah titik pembangunan jalan tol di wilayah Pekanbaru, Senin (24/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 09.30 hingga 11.30 WIB tersebut dipusatkan di Tol Gate Bypass Muara Fajar. Tim melakukan peninjauan langsung terhadap lokasi pengerjaan gate masuk Tol Pekanbaru–Dumai, sekaligus meninjau pengerjaan sambungan Tol Permai–Tol Lingkar.
Kegiatan tersebut dipimpin Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Riau AKBP Dasril, S.Pd., M.M., bersama Wella Alrisa selaku Teknik Jalan dan Jembatan Ahli Madya Dinas PU, Demi Septi, S.Sos., selaku Penata Penegakan Hukum dan Diseminasi BPTD Kelas II Riau, serta Rahmat selaku Manager Pembangunan Jalan Tol HKI.
Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi dan kesiapan akses tol, termasuk pengaturan gate masuk dan keluar serta fasilitas pendukung yang berkaitan dengan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Riau AKBP Dasril mengatakan bahwa pengecekan lapangan menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh fasilitas pendukung telah dipersiapkan sebelum akses tol digunakan secara optimal oleh masyarakat.
“Kami melakukan pengecekan secara langsung terhadap kondisi gate, pengaturan akses masuk dan keluar, serta kelengkapan rambu dan penerangan. Hal ini penting untuk memastikan pengguna jalan mendapatkan informasi yang jelas sehingga perjalanan dapat berlangsung aman, tertib dan lancar,” ungkap AKBP Dasril.
Ia menegaskan, aspek keselamatan menjadi perhatian utama dalam setiap tahapan pembukaan dan pengoperasian akses jalan tol. Karena itu, pemasangan rambu-rambu petunjuk arah dan penerangan perlu dipastikan sesuai dengan kebutuhan serta kondisi di lapangan.
Sementara itu, Manager Pembangunan Jalan Tol HKI Rahmat menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan penyelesaian pekerjaan dan penataan akses guna mendukung kelancaran operasional jalan tol.
“Kami bersama seluruh pihak terkait terus melakukan percepatan dan penataan di lapangan, khususnya pada akses gate masuk dan keluar serta sambungan antarruas tol. Kami juga berkoordinasi terkait pemasangan rambu dan penerangan agar pengguna jalan dapat memahami arah perjalanan dengan lebih mudah dan aman,” sebut Rahmat.
Hal senada disampaikan Penata Penegakan Hukum dan Diseminasi BPTD Kelas II Riau, Demi Septi, S.Sos. Menurutnya, koordinasi lintas instansi sangat diperlukan untuk memastikan seluruh aspek keselamatan dan informasi bagi masyarakat terpenuhi.
“Koordinasi lintas instansi sangat diperlukan agar seluruh aspek, terutama keselamatan, kelengkapan rambu, informasi arah dan kondisi akses, dapat dipastikan dengan baik. Masyarakat sebagai pengguna jalan harus mendapatkan fasilitas yang aman serta informasi yang mudah dipahami,” ujar Demi Septi.
Dari hasil peninjauan, tim mencatat adanya pengaturan dan pengalihan gate masuk dan keluar Tol Pekanbaru–Dumai, serta kebutuhan pemasangan dan penyempurnaan rambu-rambu petunjuk arah dan penerangan di sejumlah titik.
Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan panduan yang lebih jelas kepada pengguna jalan sekaligus meminimalkan potensi kesalahan arah maupun risiko kecelakaan lalu lintas saat akses tol mulai digunakan.
Dirlantas Polda Riau Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pengecekan lapangan tersebut merupakan bagian dari komitmen Ditlantas Polda Riau dalam memastikan kesiapan infrastruktur dan manajemen lalu lintas sebelum akses tol digunakan oleh masyarakat.
“Kami ingin memastikan setiap aspek yang berkaitan dengan keselamatan pengguna jalan benar-benar dipersiapkan dengan baik. Mulai dari pengaturan gate masuk dan keluar, rambu-rambu petunjuk arah, penerangan, hingga koordinasi antarinstansi. Jangan sampai ketika akses dibuka, masyarakat justru mengalami kebingungan atau menghadapi potensi gangguan keselamatan,” terang Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika.
Menurutnya, Ditlantas Polda Riau akan terus melakukan koordinasi dan monitoring bersama seluruh stakeholder terkait untuk memastikan pelaksanaan Open Traffic Tahap 2 dapat berjalan aman, tertib dan lancar.
“Prinsip utama kami adalah keselamatan. Infrastruktur yang baik harus didukung dengan manajemen lalu lintas yang baik pula. Karena itu, sinergi antara kepolisian, pemerintah, BPTD dan pengelola jalan tol harus terus diperkuat agar kehadiran akses tol ini benar-benar memberikan manfaat serta rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” paparnya.
Kombes Pol Jeki menambahkan bahwa kehadiran personel di lapangan tidak hanya bertujuan melakukan pengawasan, tetapi juga memastikan setiap potensi permasalahan lalu lintas dapat diantisipasi sejak awal.
“Dengan koordinasi dan kesiapan yang matang, kita berharap operasional akses ini dapat berjalan sesuai harapan, mendukung kelancaran mobilitas masyarakat. Dan sekaligus meningkatkan keselamatan dan pelayanan lalu lintas di wilayah Riau,” tuturnya.
Selama kegiatan kunjungan lapangan bersama Open Traffic Tahap 2, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, lancar dan kondusif. Sinergi antara kepolisian, pemerintah, BPTD dan pengelola jalan tol akan terus diperkuat guna memastikan kesiapan infrastruktur serta terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) bagi seluruh masyarakat pengguna jalan.***