Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI Tiba di Riau, Dukung Pencegahan dan Penanganan Karhutla

Rabu, 26 Agustus 2026 - 23:00:27 WIB

Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI tiba di Provinsi Riau, Rabu (26/8/2026) untuk mendukung upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)

PEKANBARU--(KIBLATRIAU.COM)--Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI tiba di Provinsi Riau, Rabu (26/8/2026) untuk mendukung upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melalui penyuluhan, penggalian permasalahan di lapangan, serta penyusunan masukan dan rekomendasi kepada Pemerintah Pusat.

Kegiatan penerimaan tim berlangsung pukul 15.00 WIB di Ruang Rapat Nakula, Lanud Roesmin Nurjadin, Jalan Adi Sucipto, Pekanbaru. Kegiatan tersebut dihadiri Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP., Kapolda Riau Irjen Pol. Dr. Hery Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum., Danrem 031/Wira Bima Brigjen TNI Dr. Agus Tatius Sitepu, S.Sos., M.Han., Danlanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Dr. Abdul Haris, M.Pol., M.M.O.A.S., Danlanal Dumai Kolonel Laut (P) Agung N. Kusumaji serta para tamu dan undangan.

Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI berjumlah 100 personel yang berasal dari unsur TNI Angkatan Darat sebanyak 53 personel, TNI Angkatan Laut 19 personel, TNI Angkatan Udara 17 personel, serta unsur pendukung lainnya. Sebelum melaksanakan tugas di wilayah, seluruh personel telah mendapatkan pembekalan dari Mabes TNI sebagai bekal dalam melaksanakan penyuluhan dan pengumpulan informasi di lapangan.

Selanjutnya, tim akan didistribusikan ke 12 kabupaten/kota di Provinsi Riau dengan mempertimbangkan kondisi wilayah, jumlah kecamatan, serta kebutuhan penanganan Karhutla. Dalam pelaksanaannya, tim akan berkoordinasi dan berinteraksi langsung dengan pemerintah daerah, aparat kewilayahan, masyarakat, serta unsur terkait lainnya.

Kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada penyuluhan kepada masyarakat mengenai pentingnya pencegahan Karhutla, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menggali kondisi faktual di lapangan. Berbagai persoalan akan diidentifikasi, mulai dari kondisi lahan, ketersediaan sumber air, akses menuju lokasi kebakaran, pola pembukaan lahan, kesiapsiagaan masyarakat, hingga kendala koordinasi dan dukungan sarana prasarana.

Hasil penyuluhan dan identifikasi permasalahan tersebut selanjutnya akan dihimpun serta dianalisis sebagai bahan masukan dan pertimbangan bagi Pemerintah Pusat dalam merumuskan kebijakan dan program pencegahan maupun penanganan Karhutla yang lebih tepat sasaran.

Melalui kegiatan ini, diharapkan diperoleh gambaran nyata kondisi di lapangan sebagai dasar dalam menentukan langkah penanganan yang efektif. Pendekatan tersebut sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, dan masyarakat dalam menghadapi ancaman Karhutla di Provinsi Riau.

Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI akan melaksanakan kegiatan secara terpadu bersama jajaran kewilayahan. Dengan demikian, pelaksanaan tugas diharapkan tidak hanya menghasilkan data dan informasi, tetapi juga memetakan kebutuhan setiap wilayah serta merumuskan rekomendasi yang dapat menjadi dasar tindak lanjut para pemangku kepentingan. ***